Jangan Paksa Anak PAUD Pandai Tulis Baca
Padang - Walikota Padang yang diwakili oleh Sekdako Nasir Ahmad menyayangkan masih banyak TK/PAUD yang berupaya peserta didiknya harus pandai membaca, menulis dan berhitung (calistung). Secara khusus, TK atau PAUD mengadakan kegiatan belajar calistung tersebut.
"Harusnya, TK atau PAUD merupakan lembaga pendidikan yang bertanggung jawab terhadap penumbuhan karakter dan pengembangan potensi-potensi anak. Jika dalam proses bermain sambil belajar di TK atau PAUD tersebut anak bisa membaca, menulis atau berhitung, tentu menggembirakan kita semua. Namun jangan fokus mengupayakan anak pandai calistung itu," tegas Nasir, di Palanta Kota Padang, Sabtu (26/4)
Nasir berkata seperti itu lantaran TK atau PAUD lebih ditekankan untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi anak. Pemaksaan kecakapan calistung akan berdampak bagi anak dalam pendidikan selanjutnya.
Namun dia tidak menyalahkan mereka, sebab pendidikan yang lebih tinggi (SD) tertentu memang mensyaratkan pula calistung bagi murid yang diterima di sekolah mereka. Akibatnya, orang tua pun memacu anaknya untuk pandai calistung.
"Kita bisa saksikan banyak lembaga pendidikan yang mengajarkan calistung ini tumbuh pesat di berbagai daerah. Ini tanggung jawab kita bersama untuk merubahnya," ujarnya.
Pemko kata Nasir akan mencarikan jalan keluarnya. Dinas Pendidikan Kota Padang bisa mengajukan masukan untuk bahan peraturan walikota (Perwako) yang mengatur pendidikan PAUD di Kota Padang. Kabid PAUDNI Dinas Pendidikan Kota Padang, Musdek, mendukung pernyataan Sekdako itu. (*)
"Harusnya, TK atau PAUD merupakan lembaga pendidikan yang bertanggung jawab terhadap penumbuhan karakter dan pengembangan potensi-potensi anak. Jika dalam proses bermain sambil belajar di TK atau PAUD tersebut anak bisa membaca, menulis atau berhitung, tentu menggembirakan kita semua. Namun jangan fokus mengupayakan anak pandai calistung itu," tegas Nasir, di Palanta Kota Padang, Sabtu (26/4)
Nasir berkata seperti itu lantaran TK atau PAUD lebih ditekankan untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi anak. Pemaksaan kecakapan calistung akan berdampak bagi anak dalam pendidikan selanjutnya.
Namun dia tidak menyalahkan mereka, sebab pendidikan yang lebih tinggi (SD) tertentu memang mensyaratkan pula calistung bagi murid yang diterima di sekolah mereka. Akibatnya, orang tua pun memacu anaknya untuk pandai calistung.
"Kita bisa saksikan banyak lembaga pendidikan yang mengajarkan calistung ini tumbuh pesat di berbagai daerah. Ini tanggung jawab kita bersama untuk merubahnya," ujarnya.
Pemko kata Nasir akan mencarikan jalan keluarnya. Dinas Pendidikan Kota Padang bisa mengajukan masukan untuk bahan peraturan walikota (Perwako) yang mengatur pendidikan PAUD di Kota Padang. Kabid PAUDNI Dinas Pendidikan Kota Padang, Musdek, mendukung pernyataan Sekdako itu. (*)