Milad II TK/PAUD Hauriyah Halum: Asah Kreativitas Anak dan Guru Sumbar
Padang - Banyak anak yang berkecamuk pikirannya. Mereka belum bisa fokus dan tidak punya rasa percaya diri. Inilah yang tertangkap dari lomba finger painting dan lomba kreativitas anak bersama orang tuanya di Palanta Padang, Minggu (27/4).“Dari goresan dan paduan warna yang terlihat dari hasil karya anak terlihat bagaimana jatidiri dia sebenarnya. Banyak yang pikiran masih galau. Orang tua pun cenderung mengintervensi anak dalam berkarya,” ujar Kasi PTK PNFI Dinas Pendidikan Sumbar, Defrizal di sela-sela acara lomba yang diadakan dalam rangka Milad ke-2 TK/PAUD Hauriyah Halum.
Dikatakan Defrizal, finger painting efektif mengetahui sikap anak. Dia keras, lemah lembut terlihat dari goresan tangannya dan warna yang dia pilih. Bagaimana cara dia memadukan dan memilih warna menunjukkaan dia suka bergaul atau tidak, dia kenal dengan lingkungan sekitarnya. Yang terpenting adalah anak penuh imajinasi, kreatif atau pasif.
Menurut juri tunggal itu, lewat lomba kreativitas anak bersama orang tua, terlihat bagaimana komunikasi anak dengan orang tua. Mereka bisa membuat alat peraga edukatif bersama dari barang bekas di sekitar mereka.
Saat membuat prakarya bersama itulah waktu emas bagi orang tua menanamkan nilai-nilai kepada anaknya.
“Anak butuh dihargai karyanya dan didengarkan oleh orang tuanya. Saat belajar sambil bermain bersama itulah kesempatan berharga. Semoga yang lain mencontoh apa yang dilakukan Hauriyah Halum,” ujarnya.
Tsunami pendidikan
Kurikulum 2013 merupakan tsunami bagi dunia pendidikan. Banyak yang berubah. Guru dituntut lebih kreatif dalam mengajar terutama untuk TK dan SD. Umumnya berupa praktek sehingga menuntut anak lebih aktif berimajinasi.
Guru memotivasi dan mengarahkan anak didiknya. Akibatnya guru yang tak kreatif pasti kehabisan bahan pelajaran dalam sebulan.
Dewi Utama Faiza dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengingatkan hal ini kala menjadi narasumber dalam seminar dan workshop yang diadakan Hauriyah Halum, Sabtu (26/4).
Dia gembira TK Hauriyah Halum ikut berperan, berbagi dengan TK lainnya untuk menjadikan bermain sambil belajar menjadi lebih menyenangkan.
Pemanfaatan sampah
Barang-barang bekas seperti kotak susu, botol air kemasan, kertas koran dan lainnya jadi alat peraga edukatif di TK Hauriyah Halum. Mereka berbagi ilmu tersebut di momen ultah kedua ini kepada ratusan kepala sekolah, guru TK dan SD dari berbagai daerah di Sumbar.
Pendidik di TK Sinar Gunung 12 Gunung Pangilun Padang, Gustina dan Mirdawati menyatakan sangat terbantu dengan workshop itu. Mereka tahu pentingnya alat peraga edukatif dalam pembelajaran. Namun biayanya mahal. Dari workshop itu mereka bisa membuat peraga sendiri yang murah dan lebih komunikatif bersama anak didik.
Hauriyah Halum juga berbagi kiat mereka dalam mengajar. Peserta workshop di Sabtu siang itu diajak belajar sambil bermain yang muatannya diperkaya Hauriyah Halum.
Melihat antusiasme pengelola PAUD, kepala sekolah, guru TK/SD di Sumbar terhadap acara yang digelar untuk memeriahkan milad ke-2 mereka, Ketua Yayasan Muwaffaqah Hauriyah Halum, Muhammad Rozi bersyukur kegiatan mereka bermanfaat bagi TK lainnya. Acara itu juga didukung PT Semen Padang, PT Elang Perkasa Motor, Wardah Kosmetik, PT Sang Hyang dan Pesona Galery
TK/PAUD Hauriyah Halum selalu berupaya melakukan inovasi dalam pembelajaran bagi anak usia dini agar anak didik mereka berkualitas.
Yayasan bersama Kepala Sekolah Nina Ramayenda dan jajarannya terus mencari cara kreatif untuk membuat sekolah yang homy (suasana rumah) bagi anak dan orang tuanya. (zul)