Header Ads

  • Breaking News

    18 SD di Bungus Bidik Adiwiyata

    Padang - Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Bungus Teluk Kabung berupaya menjadikan penggunaan barang bekas sebagai aksesoris rumah tangga. Bahkan sekolah dasar di sana bertekad satu sekolah satu produk unggulan (one school one product). Produk kerajinan murid sekolah dasar dipajang pada stand kecamatan itu di Dinas Pendidikan Padang.

    “Kita bangga, meski tinggal di pinggiran kota, anak-anak kami tinggi kreativitasnya. Apalagi Kepala Dinas Pendidikan ikut pula mempromosikannya kepada isteri walikota terpilih, Harnelli,” ujar Ketua K3S Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Ritgadansric, Senin,  (28/4).

    Dikatakannya, keterampilan membuat aksesoris rumah tangga dan aneka kerajinan dari barang bekas itu telah menghasilkan uang. Ada keluarga dari anak didik mereka yang menjadikan aktivitas pengisi waktu luang. Lantaran bagus, banyak yang memesan.

    Boy yang juga Kepala SD 15 Koto Gadang Bungus, tentu saja gembira.

    Keterampilan yang diajarkan di sekolah mampu meningkatkan ekonomi keluarga sejumlah muridnya. Boy buka rahasia, murid dan guru bisa mengolah bahan bekas itu lantaran beberapa SD telah menjadi  sekolah adiwiyata, baik tingkat kota, provinsi maupun nasional.

    Malah SD 07 sudah berkali-kali meraih predikat adiwiyata nasional dan tahun ini bakal bertarung mendapatkan adiwiyata mandiri.

    “Sekolah adiwiyata mandiri biasanya kan harus membina 10 sekolah. Karena di Bungus Teluk Kabung Cuma ada 18 SD, maka seluruhnya dibina agar berpredikat adiwiyata juga,” ungkapnya.

    Kepala Dinas Pendidikan Indang Dewata menyatakan gembira dengan kreatifitas anak-anak sekolah yang ditampilkan pada berbagai stand di depan kantornya itu.

    Menurut Indang, aneka hasil kerajinan yang dibuat anak-anak sekolah membuktikan sekolah bersiap menjalankan kurikulum 2013.

    “Dalam kurikulum baru ini kecerdasan kognitif otak harus dengan kecerdasan psikomotorik anak didik harus seimbang. Pendidikan keterampilan, kesenian bisa menjadi ajang yang sangat tepat untuk mewujudkannya. Teori yang dipelajarinya langsung ada praktek,” ujar Indang yang didampingi Kabid Dikdas Jelta Masril dan Kabid PAUDNI Musdek.

    Indang tidak menampik jika hasil kerajinan yang dihasilkan murid sekolah dasar di wilayah kerjanya bisa saja dikomersilkan.

    Namun dia mengingatkan, yang lebih utama adalah mengubah mindset guru, anak dan orang tua sampah bisa dimanfaatkan. (zul)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728