Saatnya Padang Berdayakan Guru PAUD Lewat APE
Padang - Alat peraga edulatif modern bakal tergusur oleh peraga buatan guru PAUD Kota Padang. Pekan kreatifitas yang diselenggarakan Dinas Pendidikan jadi ajang pembuktiannya.
Calon bunda PAUD, Ny. Harnelli telah meminta khusus kepada Kabid PAUDNI, Musdek untuk menginventarisir APE karya guru PAUD Kota Padang yang bagus. APE itu akan dijadikan standar di berbagai PAUD di ibukota Provinsi Sumbar ini.
“Alat peraga buatan guru PAUD kita tak kalah mutunya dengan peraga modern. Lebih interaktif karena bisa dibuat bersama anak-anak di sekolah,” tegas Harnelli usai meninjau lomba pembuatan APE dan lomba membuat mozaik, Selasa (29/4).
Harnelli mengambil kesimpulan itu setelah melihat karya-karya guru PAUD dan murid SD di beranda Dinas Pendidikan Kota Padang.
APE yang bagus bakal diperbanyak. Produksinya mungkin diserahkan pada PAUD yang karyanya terpilih. PAUD lain membeli kepada mereka.
Menurut Harnelli, ini bisa jadi ajang pemberdayaan bagi guru PAUD. Mereka bisa mengambil keuntungan ekonomis dari karyanya.
Dikatakan, selain itu, PAUD juga terbantu. Mereka bisa punya banyak peraga yang variatif dengan harga lebih terjangkau. Sehingga proses pembelajaran lebih terjamin dan berdaya guna dalam mercerdaskan anak bangsa. Selain itu anak jadi lebih kreatif.
Harnelli yakin hal tersebut bisa terwujud. Apalagi jika guru PAUD mau bersama mewujudkan niat mulia ini.
Semangat yang ditunjukkan isteri Wako Padang terpilih, Mahyeldi ini disambut gembira Kabid PAUDNI Dinas Pendidikan Kota Padang, Musdek. Dia dalam mendampingi Harnelli meninjau lomba mengaku sangat dukungan.
Dikatakan Musdek, kunjungannya saja sudah memotivasi peserta lomba. Apalagi ada ide briliannya tentang PAUD dan perhatiannya terhadap pendidik PAUD yang umumnya amat minim,” katanya.
“Belum jadi bunda PAUD saja sudah begitu perhatian beliau,” ujar Musdek mewakili Kepala Dinas, Dr. Indang Dewata.
APE multi fungsi
Dalam pembuatan peraga itu, yang perlu diperhatikan guru PAUD adalah sejauhmana peraga buatan berdampak pada perkembangan kemampuan anak. Disukai anak, praktis, punya nilai seni, tidak membahayakan, bahan murah meriah, berdampak pada sosial, mampu memotivasi anak berkreatifitas dengan APE itu.
Salah satu juri, Wismawetti dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, menegaskan semakin banyak fungsi APE yang dibuat guru PAUD makin tinggi penilaiannya. Sebab makin besar kemungkinan guru memanfaatkannya untuk mengajak anak belajar lewat aktivitas bermain.
Kata Wet, alat peraga juga bisa jadi sarana mengenalkan angka dan huruf oleh anak didik. Juga sarana mengenalkan anak terhadap diri dan Tuhannya. (zul)