Koperasi Tangguh yang Bisa Bersaing
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumbar yang diwakili Kabid Bina Kelembagaan, Zirma Yusri, penguatan perkoperasian ini penting artinya sekaitan Indonesia ikut dalam Asian Free Trade Area (AFTA). Juga dalam waktu dekat akan berlaku masyarakat ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community).
Dikatakannya, dua tahun lagi, produk negara lain bakal membanjiri Indonesia. Jika banyak koperasi yang tak bersiap maka jumlah koperasi yang bertahan akan sedikit. Namun, katanya, dari segi kualitas, koperasi tersebut membanggakan dan bisa jadi pionir bagi koperasi yang akan dibentuk setelah masa itu.
“Koperasi yang kuat, pasti diusahakan sehat oleh anggotanya. Koperasi ini pun pasti bisa mandiri. Tidak lagi mengandalkan pembinaan dari pemerintah. Mereka bisa tangguh berhadapan dengan pesaingnya, minimal BPR jika bergerak di sektor simpan pinjam,” ujarnya. (*)
Dikatakannya, dua tahun lagi, produk negara lain bakal membanjiri Indonesia. Jika banyak koperasi yang tak bersiap maka jumlah koperasi yang bertahan akan sedikit. Namun, katanya, dari segi kualitas, koperasi tersebut membanggakan dan bisa jadi pionir bagi koperasi yang akan dibentuk setelah masa itu.
“Koperasi yang kuat, pasti diusahakan sehat oleh anggotanya. Koperasi ini pun pasti bisa mandiri. Tidak lagi mengandalkan pembinaan dari pemerintah. Mereka bisa tangguh berhadapan dengan pesaingnya, minimal BPR jika bergerak di sektor simpan pinjam,” ujarnya. (*)