Header Ads

  • Breaking News

    Tujuh Kandidat Bersaing Jadi Rektor UMSB, Kemandirian Kampus Jadi Sorotan


    PADANG (Okebana.com) — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat menggelar bedah visi dan misi tujuh calon Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) periode 2027–2031 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumatera Barat, Sabtu (24/10/2026).

    Forum ini menjadi bagian dari proses penjaringan calon pemimpin UMSB untuk menghadapi tantangan pendidikan tinggi, terutama peningkatan jumlah mahasiswa, penguatan mutu pendidikan, serta kemandirian ekonomi kampus.

    Tujuh kandidat yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Dr. Ahmad Lahmi, M.A., S.Pd.I.; Dr. Firdaus, M.H.I.; Prof. Dr. Mahyudin Ritonga, M.A., S.Pd.I.; Dr. Muhamad Reza, M.Si., S.Pt., CT.; Dr. Mursal, M.Ag.; Dr. Sri Wahyuni, M.Pd.I.; dan Prof. Dr. Sukmareni, S.H., M.H.

    Bedah visi dan misi menghadirkan tiga panelis, yakni Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D.; mantan Rektor UIN Imam Bonjol Padang periode 2017–2021 Prof. Dr. Eka Putra Wirman, M.A.; serta dosen Universitas Andalas Dr. Sadri, S.IP., M.Soc.Sc.

    Koordinator kegiatan yang juga Wakil Ketua PWM Sumbar, Ir. Yosmeri Yusuf, menjelaskan bahwa proses pemilihan rektor mencakup sejumlah tahapan, mulai dari persyaratan administratif dan penilaian senat hingga proses lanjutan sesuai mekanisme perguruan tinggi Muhammadiyah.

    Menurutnya, calon rektor tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik dan pemahaman Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), tetapi juga harus mampu mengembangkan institusi, memperkuat jejaring, serta menyusun perencanaan bisnis untuk mendukung keberlanjutan operasional kampus.

    Yosmeri menegaskan, "Seluruh kandidat memiliki kapasitas masing-masing. Hasil penilaian dan masukan dari panelis akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan rekomendasi, sementara keputusan akhir berada di tangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah sesuai mekanisme yang berlaku."

    Sementara itu, Prof. Dr. Eka Putra Wirman menilai para kandidat secara umum mampu mempresentasikan visi dan misi dengan baik. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi UMSB membutuhkan pemimpin yang memahami persoalan, berani mengambil keputusan, dan memiliki pandangan jauh ke depan.

    Dua persoalan penting yang perlu dijawab, menurut Eka, adalah bagaimana meningkatkan jumlah mahasiswa dan mengembangkan unit usaha yang dapat membantu menopang kebutuhan keuangan universitas.

    Kedua hal tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan perguruan tinggi swasta, sekaligus memperkuat kemampuan kampus meningkatkan kualitas pembelajaran, fasilitas, dan layanan kepada mahasiswa.

    Kepemimpinan UMSB periode 2027–2031 diharapkan mampu menyelaraskan nilai-nilai Muhammadiyah, kualitas akademik, dan strategi pengembangan institusi. Dengan demikian, kemajuan kampus tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan masyarakat. (Anto)


    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728