Reses Ketua DPRD Padang di Lubuk Buaya, Warga Sampaikan Aspirasi dari PJU hingga Gedung OPEL
PADANG (SUMBARKINI.COM) — Beragam kebutuhan masyarakat disampaikan dalam Reses Masa Sidang I Tahun 2026/2027 Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, S.Pd., M.M., bersama warga Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah.
Aspirasi warga tidak hanya berkaitan dengan pembangunan jalan dan penerangan, tetapi juga rehabilitasi Gedung OPEL, pembangunan gerbang kawasan, pos kamling, gedung serbaguna, hingga dukungan terhadap berbagai kelompok masyarakat.
Salah satu perhatian warga adalah penerangan jalan. Di kawasan Pinang Bungkuk dan Banda Labuah terdapat sekitar 11 titik tiang listrik, namun hanya enam Penerangan Jalan Umum (PJU) yang dilaporkan berfungsi. Warga berharap seluruh penerangan dapat kembali aktif demi kenyamanan dan keamanan lingkungan.
Dalam dialog tersebut, Muharlion meminta masyarakat melengkapi setiap aspirasi dengan laporan, dokumentasi, perencanaan, serta persyaratan administrasi agar lebih mudah diperjuangkan melalui sistem pembangunan daerah.
Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah program Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) telah diarahkan ke Lubuk Buaya, antara lain perbaikan gedung, pembangunan jalan dan drainase di sejumlah kawasan.
Untuk Gedung OPEL, Muharlion menyebut rehabilitasi perlu diprioritaskan. Selain perbaikan fasilitas, masyarakat mengusulkan bangunan ditinggikan agar tidak mudah terdampak banjir. Usulan tersebut ditargetkan untuk diperjuangkan pada 2027.
“Banyaknya aspirasi jangan membuat kita takut bertemu masyarakat. Memang anggaran kita terbatas, tetapi kita akan mencoba memperjuangkannya secara maksimal,” ujar Muharlion.
Bagi masyarakat, reses menjadi ruang penting untuk menyampaikan kebutuhan secara langsung. Bukan sekadar tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang bagaimana suara warga dapat masuk ke dalam proses perencanaan pembangunan.
Muharlion menegaskan, menjaga kepercayaan masyarakat merupakan tanggung jawab besar seorang wakil rakyat.
“Sangat berat membuat masyarakat percaya bahwa kita bisa memperjuangkan aspirasinya. Tetapi lebih berat lagi adalah menjaga kepercayaan itu,” katanya. (Elsi)
