Header Ads

  • Breaking News

    Selama 4 Hari, 80 Koperasi Dilatih Balatkop

    Padang - Makin banyaknya koperasi di berbagai daerah di Sumbar yang dibayangi pembubaran,
    Dinas Koperasi dan UKM Sumbar masih berupaya melakukan pembinaan. Koperasi itu bukannya tak berkembang, ternyata mereka melakukan hal sepele namun fatal bagi suatu koperasi.

    Koperasi kini banyak yang tak bisa melakuka RAT. Padahal ini prasyarat penilaian apakah koperasi itu sehat atau tidak. Bahkan jika tiga kali berturut-turut tidak melakukan RAT, maka koperasi tersebut harus mau menerima ketentuan, harus dibubarkan.

    Mereka tidak bisa RAT lantaran kurang bisa menyajikan laporan keuangan yang layak dan akuntabel. Untuk itu Balai Diklat Koperasi (Balatkop) Dinas Koperasi dan UKM Sumbar di pekan kedua Agustus ini melatih 40 koperasi untuk pengelolaan keuangan koperasi simpan pinjam dan 40 koperasi dilatih penatalaksanaan rapat anggota tahunan (RAT)

    “Pelatihan untuk pengelola keuangan koperasi simpan pinjam dan penatalaksanaan rapat anggota tahunan kita laksanakan mulai 10 Agustus ini diprioritaskan bagi koperasi yang terkendala melakukan rapat anggota tahunan (RAT). Hal ini telah ditegaskan kepada pembina di daerah,”ujar Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumbar Zirma Yusri yang diwakili Kepala UPTD Balatkop, Desmadi Idrus, Jumat (11/8/).

    Desmadi yang akrab dipanggil Didit ini mengungkapkan banyak koperasi aktif yang terkendala melakukan RAT. Jika koperasi ini sampai tidak melakukan RAT dua kali berturut-turut, ditakutkan koperasi ini terkategori koperasi tak aktif. Kadang masalahnya sepele, tidak bisa menyajikan laporan tahunan yang akuntabel. Jika diberikan ke akuntan publik pasti menelan biaya yang cukup banyak.

    “Ini patut jadi perhatian kita. Banyak koperasi yang terkendala RAT ini lantaran tak mampu buat neraca tahunan. Kita terkendala pula pembiayaan pelatihan,” ujar Didit.

    Dikatakan Didit, sebenarnya cukup besar animo pengurus koperasi ini mengikuti pelatihan ini. Buktinya tetap berupaya datang meski terlambat. Mereka dapat kepastian tentang pelatihan ini sehari menjelang acara yang dimulai pada 9 Agustus dan berakhir pada 12 Agustus tersebut.

    Didit berharap, koperasi-koperasi membentuk forum koperasi. Kelola forum dengan baik sehingga informasi lebih cepat sampai. Pihak provinsi bukan hanya memberi tahu kepada dinas terkait di daerah. Pemberitahuan juga akan diberika ke forum koperasi agar bisa bersiap dan cepat memenuhi panggilan dinas di daerah untuk pergi pelatihan.

    Forum harus mampu memanfaatkan perhatian anggota DPRD Sumbar. Dua srikandi di Komisi V sudah mau menyalurkan dana aspirasinya bagi pembinaan koperasi dan UKM di daerah pemilihan mereka. “Ini patut kita apresiasi dengan baik. Caranya dengan memenuhi panggilan pelatihan dengan cepat dan disiplin. (zul)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728