Header Ads

  • Breaking News

    Badan Kerjasama TPQ-TQA Segerakan Badan Hukum, Latih Anggota Berwirausaha


























    Padang - Perjuangan guru dan santri Taman Pendidiakan Quran (TPQ, dulu TPA) dan Ta’limul Quran lil Aulad (TQA, dulu TPSA) kini semakin terwadahi dengan adanya badan kerjasama (BKS) TPQ-TQA Padang.

    Organisasi bakal segera pu nya badan hukum sendiri, tidak lagi menempel di organisasi tingkat provinsi. Juga digenjot pelatihan berwirausaha.

    Jika memiliki badan hukum sendiri, tentu upaya mewadahi anggota dan kegiatannya sema kin baik, punya legalitas yang jelas dan pasti lebih menuntut akuntabilitas. BKS mengayomi dan mengurus segala yang terkait TPQ mulai dari masalah guru, sertifikasinya, ujian semester, ujian akhir, ijazah serta mengurus insentif dari Pemko.

    Kebutuhan santri seperti baju seragam kini juga mulai dikelola BKS agar sama selu ruhnya. Bahkan pelatihan untuk imam masjid pun kini dimin takan ke BKS, karena TPQ dan TQA ini berbasis di masjid. “Saat ini, kita mewadahi 3.945 guru dan 60.200 lebih santri. Lembaganya sudah terakredi tasi 946 dan sudah mendapat insentif dari Pemko Padang,” ujar Ketua BKS TPQ-TQA Pa dang, M. Darnalis yang didam pingi Sekretaris Yuhendri dan Dafnil Tuanku Bandaro, di sela-sela rapat organisasi itu di Hotel Surya, Minggu (13/8).

    M. Darnalis mengungkapkan lembaga yang sudah ter akre ditasi dan gurunya memiliki sertifikasi kini patut mensyukuri sudah adanya insentif khusus buat mereka. Besarannya ter gantung akreditasi. Akreditasi A mendapat insentif Rp500.000, akreditasi memperoleh insentif Rp350.000 dan Rp250.000 buat guru di TPQ-TQA yang ter akreditasi C.

    “Alhamdulillah sudah ada insentif bulanan buat para guru kita selain yang diberikan oleh pengurus masjid. Jika kualitas guru dan lemba ganya bagus serta terakreditasi tentu pengurus masjid ber ikhtiar pula mencarikan honor guru baik melalui donatur tetap maupun sumber lainnya,” ujar nya diamini Yuhendri dan Dafril.

    Baik Yuhendri dan Dafril menegaskan, beruntung sekali para guru mengaji saat ini. Insentif sudah dimasukkan anggaran rutin bukan lagi tergo long hibah. “Mungkin itu sedikit hasil perjuangan bersama jika kita punya wadah dan dibantu oleh pihak Pemko yang kagum dengan perjuangan guru TQA dan TPQ selama ini,” ungkap mereka.

    Merintis usaha
    BKS TPQ-TQA juga meng upayakan anggota punya usaha baik secara per orangan mau pun kelompok. Rapat yang diikuti 11 pengurus kota dan tiga pengurus mewakili 11 kecamatan di Padang tersebut juga diisi rekan-rekan dari Maksiplus yang mengajarkan peternakan lele.

    “Kita berharap anggota tertarik mengembang kannya lebih lanjut. Pihak Maksiplus pun mau mendam pingi dan melakukan pembi naan. Upaya ini kita lakukan untuk mensejahterakan anggota karena tak semua mendapat insentif baik dari pemko mau pun dari masjid dan mushalla dimana TPQ dan TQA berada,” ujar Darnalis.

    Memberikan pelatihan bagi anggota ini semuanya bertujuan untuk anggota karena tak se mua yang mendapatkan insentif bagus di TPQ dan TQA di mana mereka mengabdi. Masih ada TPQ dan TQA yang hanya mem bayar Rp5.000 per bulan. Banyak juga yang terpaksa meng gratiskannya agar generasi usia dini ini mau mempelajari, memahami, menghapal dan mengamalkan kitab sucinya. (zul)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728