Header Ads

  • Breaking News

    Kunjungi Teknik Kimia UBH dan Teknik Elektro Unand, Doktor Jepang Puji Peralatan Labor

    Padang - Perlengkapan labor yang dimiliki kampus di Sumbar ternyata tak kalah dari perlengkapan
    labor yang dibawa peneliti Jepang, Dr. Yukio Hayakawa. Hayakawa datang ke Padang karena tertarik meneliti pemanfaatan limbah cair industri kelapa sawit menjadi gas hidrogen sebagai sumber energi terbarukan.

    Penelitian dilakukan dengan membandingkan kinerja reaktor hasil rancangan Gifu University denganTeknik Kimia UBH dan Teknik Elektro Unand. Desain reaktor dari Gifu University, biasanya digunakan untuk produksi gas hidrogen dari gas ammonia. Jenis reaktor ini dibawa oleh Hayakawa untuk diuji coba untuk pengolahan limbah cair kelapa sawit menjadi gas hidrogen.

    Hayakawa sampai geleng-geleng kepala, reaktor yang dia miliki tak kunjung mendatangkan hasil memuaskan seperti yang dia harapkan. Sebaliknya dia sedikit bahagia mendapatkan kenyataan reaktor yang dikembangkan oleh Teknik Kimia Universitas Bung Hatta dan Teknik Elektro Universitas Bung Hatta, lebih baik hasilnya. Analisis Hayakawa, hal ini karena desain reaktor beliau hanya cocok untuk fasa gas dan tidak cocok untuk fasa cair.

    “Satu saja yang membuat saya senang, hasil menggunakan reaktor di sini lebih bagus. Ini saja yang menghibur, mengurangi kekecewaan saya,” ujar Hayakawa jujur menjawab pertanyaan Singgalang di ruang kerjanya di Laboratorium Teknik Kimia Universitas Bung Hatta.

    Hasil bagus pun didapatkannya saat menggunakan peralatan labor Dr Ariadi Hazmi di Universitas Andalas. Sebagai ilmuwan, dia berusaha jujur mengungkapkan hal tersebut.

    Sebagai penunjang penelitiannya, Hayakawa didampingi pimpinan dan staf Teknik Kimia ke PT BTN  di Pasaman. Perusahaan yang masih dalam grup PT Incasi Raya memberi kesempatan seluas-luasnya bagi Hayakawa untuk melakukan surver awal limbah cair kelapa sawit. Rombongan juga didampingi oleh Manager Mill, Muhammad Irvan dan Rafdi dari PT. BTN.

    Pada 20 dan 21 Juli lalu, berupaya memanfaatkan peluang yang diberikan PT BTN. Segenap bahan yang dibutuhkan dia kumpulkan dan serangkaian survey dia lakukan. Lalu berlanjut ke laboratorium. Hayakawa benar-benar berupaya memanfaatkan kedatangan pertamanya ke Padang ini semaksimal mung kin. Maklum dia hanya punya kesempatan sebulan di sini, tepatnya hingga 10 Agustus 2017.

    Suka Sate
    Tak hanya, berupaya menyelesaikan penelitian. Hayakawa berusaha menikmati kuliner Minang, dia diajak oleh dosen dan mahasiswa di jurusan tersebut berburu kuliner. Bahkan Hayakawa terlihat begitu menikmati makan dengan tangan. Sesuatu hal yang baru baginya.  “Saya biasa pake sumpit. Awalnya sulit, tapi sekarang sudah bisa,” ujarnya bangga.

    Dia pun mulai menyenangi makanan pedas dan menggunakan banyak rem pah. Bahkan semua makanan hendak dicobanya. Namun setelah dia sempat merasa kurang enak dengan pencernaannya, man tan Ketua Jurusan Teknik Kimia yang kini dipercaya sebagai Kepala Biro Perencanaan dan pengembangan kampus proklamator, Dr. Reni Desmiarti mulai membatasi makanan pedas yang bakal dikonsumsi.

    Tak jarang, di kantin kampus, Reni selalu menanyakan menu yang tak begitu peda baik sayur dan lauk pauknya. Begitu pula Puji, mahasiswa yang baru saja sidang sarjana dan ditugasi menemani Hayakawa selama di Padang.

    Pererat Kerjasama 
    Hayakawa datang ke Padang setelah mendengar celotehan mahasiswa doktoral asal Universitas Bung Hatta Farrah Fadillah Hanum, M. Sc. Sang mahasiswa itu bercerita banyak tentang kampusnya Teknik Kimia Bung Hatta yang terus berkembang hingga saat ini.

    Ada bumbu, etos kerja laboratorium di Gifu University ada di Teknik Kimia dibawa dosen atau mahasiswa yang menjalani student exchange ke Gifu. Dosen dan mahasiswa sudah banyak mengembangkan/menghasilkan peralatan yang menunjang penelitian mereka. Termasuk peralatan water treatment untuk meneliti manfaat bahan makanan yang banyak dihasilkan di Sumbar dan ingin ditingkatkan kemanfataan ekonominya bagi masyarakat daerah ini. Diantaranya umbi talas sebagai bahan inulin, pemanfaatan umbi dahlia sebagai pengganti tepung dan lainnya.

    Tertarik dengan semua itu, Hayakawa pun menembus angkasa, menyeberangi lautan dan sampai di Padang. Hayakawa pun harus rela meninggalkan kekasihnya yang tak bisa ikut bersama. Ini yang paling lama sejak kebersamaan mereka.

    Hayakawa datang ke Padang berkat kerjasama yang terbina antara Gifu University dengan Universitas Andalas dan Universitas Bung Hatta. Kerjasama ini terjalin berkat kegigihan Reni Desmiarti yang pernah kuliah S3 di sana. Peluang yang tercipta itu makin dipererat. Terus dilanjutkan penerus Reni Desmiarti.

    Bahkan kedekatan antara dosen dan mahasiswa pun jauh berbeda. Puji dan Dewa mau menghabiskan hari di laboratorium untuk mendapatkan hasil yang bagus untuk mereka sajikan pada seminar internasional di Aceh, September mendatang.

    “Dosen memperhatikan kami hingga ke hal-hal kecil. Makan saja sering diingatkan bahkan disuruh makan di kantin atas tanggungan bapak atau ibu dosen kami. Saya berani tampil di ajang seminar yang diikuti mahasiswa S2 dan S3, sebagai pemakalah pula berkat gemblengan bapak dan ibu dosen kami,” ungkap Puji. (zul)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728