Header Ads

  • Breaking News

    Doktor Jepang Cari Rendang ke Padang

    Padang - Sebulan lamanya peneliti dari Gifu University Jepang berada di Padang. Selama itu pula dia mencicipi aneka kuliner minang. Mulai dari rendang, nasi goreng, sate dan lainnya.

    Dari sekian banyak yang dimakan, hanya dua yang paling berkesan yaitu rendang dan nasi goreng.

    That is a number one food on the world. It is delicious and i like it (rendang itu makanan nomor satu di dunia. Lezat dan saya menyukainya),” ujar Doktor Yukio Hasakawa sembari mengambil dua kotak randang di etalase Sherly, Rabu (8/8).

    Rendang itu mau dibawanya ke Jepang untuk diberikan kepada kekasihnya yang tak jadi berangkat lantaran tak bisa mengambil jatah libur begitu lama. Dia pun memilih kripik balado rasa durian dan kue lapan-lapan serta beberapa makanan ringan.

    Setiap makanan yang bakal dibawanya itu, Doktor yang tengah meneliti seputar pemanfaatan limbah cair industri kelapa sawit menjadi hidrogen itu harus dicicipinya dulu. Sambil menguyah sampel makanan yang diberikan karyawan Sherly, Yukio memejamkan mata menikmati rasa yang singgah di lidahnya.

    Hayakawa hati-hati terhadap makanan yang bakal dia bawa ke Jepang lantaran pernah satu kali menikmati nasi goreng, perutnya terasa tak enak. Mantan Ketua Jurusan Teknik Kimia yang kini memimpin Badang Litbang UBH, Dr. Reni Desmiarni sangat khawatir dan membawanya ke rumah sakit.

    Hayakawa mengakui sebenarnya nasi goreng tersebut lebih pedas dari biasanya. Namun, karena enak, dia memakanya sampai habis. “Perut saya jadi tak enak,” ujarnya.

    Dia menyatakan rendang telah dikenalnya sebagai makanan terenak di dunia. Maka rendang jadi menu favorit Hayakawa di Padang. Bersama Fuji, mahasiswa yang baru lulus dan ditugasi menemaninya, Hayakawa makan dari satu pusat kuliner ke tempat lainnya.

    Memang rendang yang dibelinya hanya dua kemasan kotak Randang Padang isi satu kilogram. Dia merasa cukup lantaran harus mempertimbangkan bagasi. Ada reaktor untuk menunjang penelitiannya di Padang yang harus dibawa kembali ke Jepang.

    Dengan enteng dia menjawab, jika rindu Rendang dia tinggal pesan sama Farah atau sensei Reni. Bisa jadi dia kembali ke Padang agar bisa menikmati makanan itu ditempat asalnya.
    Farah menimpali, orang Jepang memang tak mau membeli oleh-oleh dalam jumlah banyak. Mereka memikirkan lebih dulu siapa saja yang mungkin bisa menikmati makanan itu. Jadi makanan tak terbuang percuma.

    “Pengalaman makan nasi goreng yang pedas, membuatnya jera dan tidak mau hal itu dirasakan pula oleh orang yang dicintainya. Mereka tidak mau asal beli. Dirasakan dulu sambil berfikir, beli atau tidak,” ujarnya.

    Bawa Singgalang ke Jepang
    Hayakawa begitu gembira saat diperlihatkan berita yang memuat tentang keberadaannya di Padang.
    Apalagi fotonya juga dengan alat penelitian di Labor Teknik Kimia UBH dipasang cukup besar. “Wow,” katanya.

    Dia pun dengan bahagia menyatakan akan membawa Singgalang ke Jepang. Hal senada juga pernah diungkapkannya saat dia tahu hasil wawancara dengan Singgalang beberapa waktu lalu.
    Reni Desmiarni pun tegas mengatakan jika Hayakawa berjanji atau diberi janji, maka dia akan ingat selamanya.

    “Jadi hati-hati berjanji padanya ya,” ujar calon profesor itu sembari tertawa saat membantu melacak keberadaan Hayakawa di hari terakhirnya berada di Padang.

    Hayakawa makin berterima kasih saat diberikan padanya koran lain terbitan Sumbar yang memuat berita dan fotonya. Dia pun berujar ini menjadi kenangan indah lainnya selama di Padang. (zul)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728