30 Pendamping KUKM Sumbar Ditingkatkan Kapasitasnya
Padang - Tenaga pendamping koperasi dan usaha kecil dan menengah (KUKM) terus ditingkatkan kapasitasnya. Kementerian Koperasi dan UKM dengan dukungan Balai Diklat Koperasi (Balatkop) Sumbar menggelar Pelatihan Peningkatan Pemahaman Perkoperasian Bagi Pendamping selama dua hari.
Kegiatan yang dimulai Kamis (10/8) tersebut dilakukan untuk makin makin meningkatkan kinerja tenaga pendamping KUKM Sumbar.
“Para tenaga pendamping ini terus ditingkatkan kapasitasnya. Mereka ujung tombak perpanjangan kita di masyarakat, khususnya gerakan koperasi dan pelaku UKM. Bina koordinasi dengan dinas agar bisa mengakses aneka pelatihan untuk peningkatan kapasitas,” kata Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM, Eko Haryono, Kamis (10/8).
Eko menekankan agar para tenaga pendamping membimbing para pelaku usaha dengan baik dan harus ikhlas. Ada kebahagiaan jika yang didampingi bisa diarahkan mau berusaha bagi wirausaha pemula. Pelaku yang sudah lama diarahkan membentuk atau gabung ke koperasi.
"Pendamping hendaknya bisa memberi pemahaman UKM merupakan bagian dari koperasi, begitu juga sebaliknya dengan koperasi maka UKM makin baik dan berdaya saing," ujarnya.
Eko berharap pembekalan ini mampu menjadikan pendamping bisa menjelaskan seputar koperasi. Harus bisa memaparkan bagaimana cara mendirikan koperasi dan lainnya. "Buat pelaku UKM mengerti dan mau berkoperasi,” ujarnya lagi.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi Sumbar, yang diwakili Kepala UPTD Balatkop Desmadi Idrus, menyatakan pembekalan tersebut memang sangat dibutuhkan para tenaga pendamping. Terlebih sejak direkrut mereka langsung bertugas di daerah.
Tenaga pendamping ini mendampingi pelaku usaha yang telah dilatih di Balatkop. Ini demi kesinambungan pelatihan yang mereka dapat dan dilaksanakan menggunakan dana APBD baik Provinsi maupun kabupaten/kota.
Karena yang didampingi sudah mendapat pelatihan, maka tenaga pendamping harus mendapat pembekalan lebih baik. "Kita berharap pelatihan kapasitas bagi pendamping KUKM diperbanyak. Apalagi ada 20 lagi yang belum mendaoatkannya," harap Desmadi yang akrab dipanggil Didit.
Pelatihan ini didanai Kementerian Koperasi dan UKM. Sumbar beruntung karena jadi salah satu provinsi yang terpilih untuk menggelar kegiatan ini. (zul)
Kegiatan yang dimulai Kamis (10/8) tersebut dilakukan untuk makin makin meningkatkan kinerja tenaga pendamping KUKM Sumbar.
“Para tenaga pendamping ini terus ditingkatkan kapasitasnya. Mereka ujung tombak perpanjangan kita di masyarakat, khususnya gerakan koperasi dan pelaku UKM. Bina koordinasi dengan dinas agar bisa mengakses aneka pelatihan untuk peningkatan kapasitas,” kata Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM, Eko Haryono, Kamis (10/8).
Eko menekankan agar para tenaga pendamping membimbing para pelaku usaha dengan baik dan harus ikhlas. Ada kebahagiaan jika yang didampingi bisa diarahkan mau berusaha bagi wirausaha pemula. Pelaku yang sudah lama diarahkan membentuk atau gabung ke koperasi.
"Pendamping hendaknya bisa memberi pemahaman UKM merupakan bagian dari koperasi, begitu juga sebaliknya dengan koperasi maka UKM makin baik dan berdaya saing," ujarnya.
Eko berharap pembekalan ini mampu menjadikan pendamping bisa menjelaskan seputar koperasi. Harus bisa memaparkan bagaimana cara mendirikan koperasi dan lainnya. "Buat pelaku UKM mengerti dan mau berkoperasi,” ujarnya lagi.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi Sumbar, yang diwakili Kepala UPTD Balatkop Desmadi Idrus, menyatakan pembekalan tersebut memang sangat dibutuhkan para tenaga pendamping. Terlebih sejak direkrut mereka langsung bertugas di daerah.
Tenaga pendamping ini mendampingi pelaku usaha yang telah dilatih di Balatkop. Ini demi kesinambungan pelatihan yang mereka dapat dan dilaksanakan menggunakan dana APBD baik Provinsi maupun kabupaten/kota.
Karena yang didampingi sudah mendapat pelatihan, maka tenaga pendamping harus mendapat pembekalan lebih baik. "Kita berharap pelatihan kapasitas bagi pendamping KUKM diperbanyak. Apalagi ada 20 lagi yang belum mendaoatkannya," harap Desmadi yang akrab dipanggil Didit.
Pelatihan ini didanai Kementerian Koperasi dan UKM. Sumbar beruntung karena jadi salah satu provinsi yang terpilih untuk menggelar kegiatan ini. (zul)