Header Ads

  • Breaking News

    Sehari Bersama Anak, 25 Anjal Jadi Putra Yudha Sakti

    Padang - Orang tua 25 anak jalanan yang tertangkap di beberapa titik di Kota Padang ada yang senyum bahagia. Ada pula yang meneteskan air mata melihat anaknya disulap berpenampilan ala militer.

    Jusmawati yang tau anaknya ingin masuk anggota merasa ini jalan terbaik bagi putra semata wayangnya, Muhammad Al Zikri. Perempuan yang baru ditinggal suami tahun lalu ini meneteskan air mata saat anaknya dilatih oleh tentara.

    "Semoga dia bisa berubah. Saya sudah kewalahan memberitahunya untuk mengubah warna rambut jadi hitam lagi dan tidak main gitar di simpang atau bundaran di kawasan Tabing," ujarnya sembari menyusut air mata.

    Diakui Jusmawati, anaknya begini sejak ayahnya meninggal tahun lalu. Jusmawati tak menyangka Muhammad Al Zikri yang berprestasi bagus di sekolah berubah drastis. "Memang dia sangat dekat dengan ayahnya dan berubah jadi pendiam sejak itu. Ada saja alasannya untuk keluar rumah,"

    Hal ini dipahami oleh Walikora Padang Mahyeldi yang ingin kota yang dipimpinnya ramah anak. "Mereka yang ada di jalanan pasti punya potensi dan punya masa depan yang baik. Bukan kemauan mereka berada bahkan sampai hidup di jalanan. Kita harus menyelamatkan anak bangsa ini," ujar Walikota Mahyeldi Ansharullah di Batalyon Inf 133/YS, Kamis (10/8).

    Untuk mendorong keluarga lebih memperhatikan anak mereka, Pemko Padang bakal melaksanakan program bersama anak di golden time mereka, mulai dari maghrib hingga pukul 21.00. Ada empat konsensus nasional yang dilaksanakan pada program itu.

    Diawali dengan maghrib mengaji dan Isya dilakukan kegiatan serentak di masjid dan rumah ibadah. Pemanfaatan waktu sekira tiga jam ini diharapkan dilaksanakan semua keluarga, semua agama.

    Sehari bersama anak yang dilaksanakan di Batalyon 133/YS, diisi berbagai kegiatan untuk mewadahi potensi anak TK, menghargai prestasi mereka terutama anak panti asuhan dan disabilitas, serta mencanangkan pendidikan dan pembinaan mental bagi anak jalanan secara terpadu.

    Mahyeldi didampingi Kadis Sosial Amasrul menyebutkan anak merupakan satu diantara yang termasuk pengentasan masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Anak jalanan yang rentan bekerja di jalanan, hidup di jalanan bahkan bekerja dan hidup di jalanan dinilainya harus dilakukan secara terpadu. Pola pembinaannya dilakukan bersama antara pemerintah kota, orang tua, tokoh masyarakat, TNI, perguruan tinggi, dunia usaha dan Baznas. 

    Kini ada 25 anak jalanan yang dibina lewat program ini. Mereka dilatih di Batalyon 133/YS. Pemko Padang dan Danrem 032 Wirabraja Bakti Agus F menandatangani kesepahaman di momen One Day for Children itu.

    Brigjen Bakti Agus menyatakan ni bukti kehadiran pemerintah. Kami berkepentingan juga untuk bersama-sama membina SDM anak bangsa," ujar Brigjen Bakti Agus F.

    Danrem menegaskan untuk jangan menyebut mereka lagi dengan anak jalanan. "Kini mereka putra Yudhasakti," tegasnya sembari memerintahkan anak-anak tersebut meneriakkan mereka Putra Yudhasakti.

    Latar belakang yang beda, juga dipahami Danrem. Makanya sang jenderal minta anggotanya melatih mulai dari tingkatan dasar.

    Dirjen Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Dr Marjuki memuji cara penanganan anjal secara terpadu ini. Apalagi Pemko Padang berupaya memberi sertifikat bagi anjal yang ikut program itu. Ada harapan mereka dimasukkan program belajar paket A, B dan C. 

    Bahkan bagi yang berminat ke sektor usaha, ada fasilitasi untuk berwirausaha. "Ini perlu diapresiasi," ujarnya. (404)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728