Header Ads

  • Breaking News

    Jadikan PKP-RI Sumbar Sebagai 'Bank' Anggotanya

    Padang Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKP-RI) Sumbar bertekad menjadi koperasi mandiri. RAT ke-52 diupayakan untuk mendorong koperasi anggotanya berani mengembangkan usaha prospektif agar permodalan dan assetnya makin meningkat. PKP-RI juga memotivasi anggotanya memanfaatkan minang mart yang digagas Pemprov Sumbar.  

    "PKP-RI ternyata semakin hari makin baik. Terlihat dari peningkatan modal sendiri 13 persen lebih. Ternyata koperasi di Sumbar yang berkembang pesat. KPRI Guru-guru di Payakumbuh Utara yang jadi KPRI terbaik tahun ini membuktikan koperasi mampu memenuhi kebutuhan anggotanya," ujar Wakil Gubernur Sumbar,  Nasrul Abit Dt Malintang Panai, usai membuka RAT ke 52 PKP-RI,  Sabtu (29/4).

    Koperasi itu setiap bulan cashflow-nya bisa melebihi Rp4,5 miliar. Melayani pinjaman anggota untuk jangka waktu 15 tahun pun bisa tanpa menganggu operasional koperasi.

    "Saya minta makin banyak inovasi yang dilakukan KP-RI agar koperasi bisa mandiri dan mampu menyejahterakan anggotanya. Jangan mengandalkan simpan pinjam semata, manfaatkan minang mart kita. Pengurus dan anggota harus berjuang membangun image positif koperasi. Pemprov bakal menyusun Ranperda untuk perkuatan koperasi ini," tegasnya.

    Hadi Suryadi memaparkan kemajuan koperasi yang dipimpinnya. Telah banyak diantara KPRI yang berkembang dengan baik. Usaha toko koperasinya pun bisa dikembangkan menjadi minang mart. Tahun

    Dijelaskannya, pada 2016 terjadi peningkatan jumlah anggota. Kini ada 544 Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KP-RI). Koperasi ini  berhasil membukukan kenaikan pendapatan dari usaha simpan pinjam Rp838,72 miliar. Pendapatan ini naik 25,04 persen dibanding sebelumnya. Dana pengembangan usaha pun berhasil dihimpun 2,23 miliar atau meningkat 11,96 persen.

    PKP RI kini mampu merealisasikan pinjaman Rp37, 517 miliar. Terdapat kenaikan 5,09 persen. Pinjaman sebesar ini diberikan kepada 79 koperasi. 

    Dari usaha pertokoan berhasil dibukukan kenaikan penjualan sebesar 7,37 persen dibanding 2015 yang hanya Rp170,18 juta. Pendapatan naik 9,14 persen dibanding sebelumnya yang Rp102,70 juta.

    Hadi menyebutkan permodalan koperasi naik Rp3,435 miliar atau 13,24 persen. Modal sendiri PKP-RI kini tercatat Rp29,39 miliar. Sementara asset naik Rp 2,817 miliar (7,36 persen). 

    Adapun sisa hasil usaha (SHU) pada  2016 sebesar Rp 1.320.467.052,63. SHU ini mengalami peningkatan Rp170.995.724,62 (14,88 persen).

    Dukungan BKE
    Perkembangan signifikan PKP-RI dan KP-RI yang menjadi anggotanya bisa memicu badan usaha ini layaknya semacam 'bank' yang memberi banyak kemudahan bagi anggotanya. Jika ini bisa dilakukan, maka koperasi akan jadi pilihan utama.

    Uapaya ke arah itu terus digenjot. Bank Kesejahteraan Ekonomi telah menegaskan dukungannya terhadap PKP-RI Sumbar. Dukungan itu disampaikan Direktur Operasional BKE, Zainal Rifandi di hadapan peserta RAT ke-52 koperasi sekunder tersebut.

    Zainal memaparkan program dukungan BKE terhadap koperasi. Dia mengungkapkan betapa Prof Sumitro Djojohadikusumo mendirikan  bank itu untuk koperasi, mendukung upaya mensejahterakan rakyat lewat koperasi. 
    Bagaimana dukungan BKE terhadap koperasi telah dirasakan KP-RI Kantor Gubernur Sumbar. Ketua Umum KPRI Kantor Gubernur Sumbar, Ell Yawardi menyebutkan dukungan dan kemudahan dari BKE. Anggota yang meminjam, bisa mengajukan pinjaman lewat koperasi dan pegawai BKE yang datang ke kantor koperasi. Sistem keuangan pun makin tertata dengan baik. (zul)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728