Header Ads

  • Breaking News

    Promosi Susu Kental Manis tidak sesuai Program GERMAS Pemerintah

    Padang - Pencanangan GERMAS yang diprakarsai Presiden Jokowi menandai puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52 pada tahun lalu. Saat itu kegiatan itu mengusung tema Indonesia Cinta Sehat dengan sub tema Masyarakat Hidup Sehat, Indonesia Kuat.

    Lewat pencanangan Pemerintah berharap pelaku industri juga bisa mendukung program yang pada akhirnya mendukung upaya kesehatan dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat. Ini menjadi gerakan yang sistematis, terencana dan dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.

    Direktur Bina Gizi, Ditjen Bina Gizi dan KIA Kementerian Kesehatan Doddy Izwardy mengungkapkan harapannya agar kegiatan promosi produk makanan dan minuman melalui berbagai media, baik cetak, elektronik agar bisa selaras dengan program GERMAS yang digagas oleh pemerintah. Pihaknya sangat konsen dengan pola hidup sehat masyarakat untuk mensukseskan program nasional ini.

    Doddy menyoroti masih beredarnya promo iklan produk makanan dan minuman. Termasuk iklan susu kental manis (SKM) yang digambarkan sebagai minuman yang baik dikonsumsi untuk anak-anak.  Secara tegas Doddy mengatakan promosi iklan SKM yang mengklaim sebagai minuman susu untuk dikonsumsi anak-anak tidak sejalan dengan program GERMAS.

    "Gulanya sangat tinggi sekali. Tidak cocok diberikan kepada anak-anak," kata Doddy saat di konfirmasi, Rabu (7/6).

    Menurut Doddy, kadar gula tinggi bisa membawa dampak negatif terhadap pola makan dan  kesehatan keluarga. Padahal kandungan gula yang tinggi dalam produk susu kental manis  tidak cocok untuk anak-anak apalagi usia balita. Susu kental manis memiliki kadar gula sangat tinggi sementara kandungan susunya maksimal hanya 10 persen, itupun hanya untuk kategori tertentu.

    "SKM gulanya tinggi sekali, lebih dari 40 persen dan tidak cocok diberikan kepada anak-anak yg mengakibatkan nafsu makan menjadi berkurang," jelas Doddy.

    Doddy menyarankan sebaiknya menggunakan susu bubuk. Susu bubuk bisa ditakar konsumen terlebih dulu sebelum diminum.

    Kementerian Kesehatan menurutnya akan terus memantau dan memperkuat aturan untuk menjaga dan meningkatkan status gizi anak Indonesia.

    Hal senada juga diungkapkan Dokter Dian Permatasari SpGK dalam perbincangan dengan wartawan yang mengatakan bahwa susu kental manis tidak layak dikonsumsi anak-anak, namun jikadigunakan sebagai campuran makanan untuk orang dewasa ia sependapat.

    "Kalau untuk campuran makanan untuk toping atau makanan lainnya saya setuju tapi tidak sebagai minuman anak pengganti susu pertumbuhan ya," ujarnya.

    "Produk Susu Kental Manis ini jangan dipersepsikan sebagai minuman bergizi untuk anak karena memiliki kadar gula tinggi," lanjutnya.

    Bahkan dia menilai produk susu kental manis yang sering diiklankan secara berlebihan jika diamati labelnya bukanlah produk yang bergizi baik. Walaupun menggunakan nama 'susu' namun tidak semua mengandung 'susu'. Apalagi banyak bahan tambahan pangan yang dimasukkan dalam produk tersebut seperti perisa susu, pewarna, dan lain-lain. (zul)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728