PWM Sumbar Dukung Gerakan 1000 Kotak Wakaf Uang
Padang - Ajang musyawarah pimpinan (muspim) Muhammadiyah Sumbar dimanfaatkan Badan Uang Wakaf Uang (BWU) Muhammadiyah Sumbar untuk melaunching gerakan 1.000 kotak wakaf uang. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Dr. Shofwan Karim Elhusain sangat mengapresiasi terobosan ini.
"Alhamdulillah PWM Sumbar memberikan dukungan besar terhadap gerakan 1.000 kotak wakaf uang ini. Kami berharap inisiasi ini bermanfaat besar bagi kemaslahatan ummat," ujar Ketua Badan Wakaf Uang (BWU) Muhammadiyah Sumbar, Rustam, Sabtu (17/12).
Rustam menyebutkan gerakan 1.000 kotak wakaf ini dimaksudkan untuk memenuhi aspirasi ummat yang ingin berwakaf, namun caranya dengan menabungkan uang wakafnya setiap hari. Gerakan ini diluncurkan untuk merespon permintaan dari kaum ibu muhammadiyah yang tergabung dalam Aisyiyah kepada Bendahara BWU, Nur Hasanah yang kerap melakukan sosialisasi di berbagai acara Aisyiyah.
Setiap sosialisasi wakaf uang yang dilakukan BWU di acara-acara kemuhammadiyahan, selalu ada desakan untuk membuat sistem tabungan di rumah dan dihimpun BWU setiap bulan. Dengan cara ini warga Aisyiyah dapat menabungkan sisa uang belanja harian atau mingguan mereka.
Diakui Rustam, dari seribu kotak wakaf yang diperlukan baru seratusan kotak yang mampu direalisasikan. Ada bantuan 25 kotak dari Bank Bukopin Syariah, 5 kotak dari BPR Syariah Cerana Kiat Andalas, 5 kotak dari Priadi Syukur, 3 kotak dari Apris. Selebihnya ada yang menyumbang satu atau dua kotak wakaf.
Memang jauh dari target, tapi dia yakin dengan kebersamaan, target bisa diwujudkan. Biaya pembuatan per kotak wakaf Rp 95.000 dan bagi yang berminat menjadi donatur kotak ini, bisa menghubungi Nur Hasanah (085274545552), Aya S Miza (085706886200) atau Iman Sabri (085363036483).
"Kita optimis dengan makin banyaknya umat yang tergerak ikut dalam gerakan wakaf uang ini, kita bisa lebih cepat merespon kepentingan umat. Tak lagi menunggu uluran bantuan setiap ada kegiatan peduli ummat," tegas Rustam.
Ketua PWM Sumbar, Shofwan Karim Elhusain menegaskan dukungannya di ajang muspim itu. Keberadaan BWU mnejadi percontohan bagi penurus Muhammadiyah daerah lain. PWM DKI Jakarta baru beberapa minggu ini melaunching badan wakaf uang mereka. Begitu juga dengan sejumlah PWM lainnya di Indonesia.
"Saya berharap pimpinan daerah Muhammadiyah (PDM) pada kabupaten/kota di Sumbar mendukung BWU. BWU bagian dari PWM yang dimaksudkan untuk menghimpun potensi umat selain Lazismu," ujar mantan rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat itu.
Dana wakaf uang yang dikumpulkan lebih luas pemanfatannya dibanding dana yang dihimpun Lazismu. Penggunaan dana Lazismu hanya untuk asnaf yang delapan yaitu fakir, miskin, gharim,
Sementara dana wakaf digunakan untuk membangkitkan perekonomian umat Islam secara luas. Syaratnya hanya satu, nilai wakafnya tidak berkurang. "Ini bisa jadi dana abadi ummat Islam," tegas Shofwan.
Manfaat yang sudah dirasakan adalah berobat gratis di Klinik KH Ahmad Dahlan di lantai dasar Masjid Taqwa Muhammadiyah di Pasar Raya Padang. Jasa berobat gratis untuk layanan kesehatan tingkat pertama ini bisa diakses oleh siapa saja, baik di sekitar masjid maupun warga Padang atau luar kota yang tengah berkunjung ke Pasar Raya Padang. (zul)
"Alhamdulillah PWM Sumbar memberikan dukungan besar terhadap gerakan 1.000 kotak wakaf uang ini. Kami berharap inisiasi ini bermanfaat besar bagi kemaslahatan ummat," ujar Ketua Badan Wakaf Uang (BWU) Muhammadiyah Sumbar, Rustam, Sabtu (17/12).
Rustam menyebutkan gerakan 1.000 kotak wakaf ini dimaksudkan untuk memenuhi aspirasi ummat yang ingin berwakaf, namun caranya dengan menabungkan uang wakafnya setiap hari. Gerakan ini diluncurkan untuk merespon permintaan dari kaum ibu muhammadiyah yang tergabung dalam Aisyiyah kepada Bendahara BWU, Nur Hasanah yang kerap melakukan sosialisasi di berbagai acara Aisyiyah.
Setiap sosialisasi wakaf uang yang dilakukan BWU di acara-acara kemuhammadiyahan, selalu ada desakan untuk membuat sistem tabungan di rumah dan dihimpun BWU setiap bulan. Dengan cara ini warga Aisyiyah dapat menabungkan sisa uang belanja harian atau mingguan mereka.
Diakui Rustam, dari seribu kotak wakaf yang diperlukan baru seratusan kotak yang mampu direalisasikan. Ada bantuan 25 kotak dari Bank Bukopin Syariah, 5 kotak dari BPR Syariah Cerana Kiat Andalas, 5 kotak dari Priadi Syukur, 3 kotak dari Apris. Selebihnya ada yang menyumbang satu atau dua kotak wakaf.
Memang jauh dari target, tapi dia yakin dengan kebersamaan, target bisa diwujudkan. Biaya pembuatan per kotak wakaf Rp 95.000 dan bagi yang berminat menjadi donatur kotak ini, bisa menghubungi Nur Hasanah (085274545552), Aya S Miza (085706886200) atau Iman Sabri (085363036483).
"Kita optimis dengan makin banyaknya umat yang tergerak ikut dalam gerakan wakaf uang ini, kita bisa lebih cepat merespon kepentingan umat. Tak lagi menunggu uluran bantuan setiap ada kegiatan peduli ummat," tegas Rustam.
Ketua PWM Sumbar, Shofwan Karim Elhusain menegaskan dukungannya di ajang muspim itu. Keberadaan BWU mnejadi percontohan bagi penurus Muhammadiyah daerah lain. PWM DKI Jakarta baru beberapa minggu ini melaunching badan wakaf uang mereka. Begitu juga dengan sejumlah PWM lainnya di Indonesia.
"Saya berharap pimpinan daerah Muhammadiyah (PDM) pada kabupaten/kota di Sumbar mendukung BWU. BWU bagian dari PWM yang dimaksudkan untuk menghimpun potensi umat selain Lazismu," ujar mantan rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat itu.
Dana wakaf uang yang dikumpulkan lebih luas pemanfatannya dibanding dana yang dihimpun Lazismu. Penggunaan dana Lazismu hanya untuk asnaf yang delapan yaitu fakir, miskin, gharim,
Sementara dana wakaf digunakan untuk membangkitkan perekonomian umat Islam secara luas. Syaratnya hanya satu, nilai wakafnya tidak berkurang. "Ini bisa jadi dana abadi ummat Islam," tegas Shofwan.
Manfaat yang sudah dirasakan adalah berobat gratis di Klinik KH Ahmad Dahlan di lantai dasar Masjid Taqwa Muhammadiyah di Pasar Raya Padang. Jasa berobat gratis untuk layanan kesehatan tingkat pertama ini bisa diakses oleh siapa saja, baik di sekitar masjid maupun warga Padang atau luar kota yang tengah berkunjung ke Pasar Raya Padang. (zul)
