Mahasiswa Universitas Bung Hatta Ukir Prestasi Gemilang di Porprov
Padang - Enam Mahasiswa Universitas Bung Hatta mencatatkan prestasi menggembirakan di ajan Porprov XIV beberapa waktu lalu. Mereka mendapatkan 14 medali medali emas, 1 perak dan 1 perunggu. Bahkan ada satu diantaranya memborong 11 medali emas.
Medali itu mereka raih dari cabang kempo, futsal, dayung, pencak silat dan bola voli. Hal ini terungkap dari pertemuan para peraih medali ini dengan wakil rektor III Universitas Bung Hatta, Dr. Diana Kartika, Senin (19/12).
“Prestasi mereka ini sangat membanggakan. Mereka mampu memupuk potensi diri, mendisiplinkan diri hingga bisa mencapai prestasi,” ujar Diana.
Diana sangat mengapresiasi para mahasiswanya ini. Apalagi mereka telah menunjukkan prestasi di bidang olahraga (non akademik) tapi tetap bisa berprestasi pula di bidang akademik. Nilai-nilai akademik mereka tetap bagus kendati repot mengatur jadwal kuliah dan jadwal latihan yang cukup padat.
“Salut, mereka berhasil menggapai medali sebagai ganjaran ketekunan berlatih selama ini. Mereka pun tak melupakan perkuliahannya,” ujarnya.
Keenamnya memperoleh medali ini memang bukan saat membawa nama universitas. Tapi mereka mahasiswa yang tengah menuntut ilmu di kampus proklamator itu, sedikit banyak tentu berdampak pada nama baik kampus.
Kampus terpromosikan, terutama program studi PGSD konsentrasi pendidikan jasmani tempat mereka meniti cita-citanya baru ada tahun 2012. Jadi mereka angkatan pertama.
Jalan Unik
Mereka mau menekuni bidang olahraga yang memberikan medali ini padaumumnya merupakan ketidaksengajaan belaka. Metty Putri Rahayu peraih medali di kempo menggeluti olahraga ini karena diminta ayah untuk menemani adiknya agar mau berlatih beladiri.
Akibat sering latihan menemani sang adik membuat Metty jatuh cinta ke olahraga ini. Pada 2008 dia memutuskan untuk jadi atlet. Lalu dua tahun setelah itu mendapat perunggu. Di tahun 2011 masih beroleh perunggu.Barulah di Porprov Dharmasraya pada 2012 lalu dia meraih Emas dan Perak.
Prestasi Metty membuat adiknya memutuskan untuk jadi atlet pula. Metty sudah dua kali ikut pra PON namun gagal sampai PON. Pertama di mewakili Jambi (2011) dan meewakili Sumbar (2015).
Rizky Wardani diketemukan pelatih PODSI Kota Jambi saat bermain sampan di tepian Sungai Batanghari. Dia diajak untuk ikut latihan di PODSI Jambi.
Dia sempat berfikir panjang karena tempat latihan berada di seberang sungai. Pada 2008 dia mulai latihan. Dan mengambil nomor kayak. Ketika kuliah, Rizqi ikut latihan di GOR H. Agus Salim. Pada Porprov 2012 dia kebagian dua emas. Namun, giat berlatih membuat dia bisa mendulang 11 emas dari 35 nomor dayung yang dilombakan. Tim dayung Padang menyumbang 23 emas.
Fitri Yanti pun senang dayung lantaran sering diajak melihat orang berlatih dayung di tepian Banda Bakali Padang.Ia tertarik ikut saat sekolah di SMP 31 Padang dan SMK 6 Padang. Pertama dia ikut di nomor rowing dan pada 2007 berhasil meraih perunggu.
Emas didapatnya pada Porprov 2016. Medali ini dia raih bersama timnya di nomor ergometer rowing.
Adapun Yopi Dermawan mau berlatih voli lantaran sering menonton permainan ini di lapangan depan rumahnya. Tingginya yang hanya 160 disiasatinya dengan memperkaya keterampilannya sebagai libero handal dalam voli.
Dia banyak dapat masukan dari kaka sepupunya yang menjadi pelatih voli. Di Porprov, mahasiswa Teknik Sipil ini bermain untuk kampungnya, Pesisir Selatan. Mereka berhasil meraih emas.
Fakhrina Hudayani pun latihan silat di MTsN Kuranji lantaran bandel dan sering berkelahi. Dia yang lebih sering jadi bulan-bulanan lawannya memilih ikut olahraga silat ini agar tidak diganggu terus.
Selain latihan di sekolah, Yani juga latihan di Silaturahmi dan setahun lalu gabung dengan Sakato Semen Padang. Giat berlatih membuat Yani terbawa ke berbagai ajang Popda (raih perak), Pomda (raih emas) dan Pomnas.
Di Porprov, dia tampil perdana di Proprov XIII Dharmasraya. Meski tanpa medali, dia terus berlatih dan mendapat perunggu di Porprov XIV Padang dengan membawa nama Solok.
Hanya Anggi Hidayatullah yang masuk sekolah sepak bola di Tangerang sewaktu kelas dua SD dulu. Namun kemudian dia beralih ke futsal karena punya impian menjadi pemain profesional.
Dari sepakbola dia telah meraih emas saat Porprov di Jambi dulu. Namun kini dia mantap beralih ke futsal. Meski pada porprov di Padang itu dia harus puas mendapat perak saat membela Kabupaten Limapuluh Kota.
Mereka kini bahagia, latihan tekun yang dilakukan selama ini membuahkan hasil. Dan keenamnya sama merancang mimpi bisa menjadi atlet nasional. Mereka akan lebih giat berlatih karena kesempatan mengikuti PON hanya tinggal sekali lagi.
Lebih senang lagi PGSD dengan konsentrasi pendidikan jasmani Universitas Bung Hatta makin dikenal orang. Apresiasi dari pihak kampus pun amat membahagiakan.
Keenamnya berterima kasih atas kesempatan dan dukungan yang diberikan rekan dan dosen mereka hingga mereka diizinkan ikut Proprov dan mendulang medali.(zul)
Keenamnya memperoleh medali ini memang bukan saat membawa nama universitas. Tapi mereka mahasiswa yang tengah menuntut ilmu di kampus proklamator itu, sedikit banyak tentu berdampak pada nama baik kampus.
Kampus terpromosikan, terutama program studi PGSD konsentrasi pendidikan jasmani tempat mereka meniti cita-citanya baru ada tahun 2012. Jadi mereka angkatan pertama.
Jalan Unik
Mereka mau menekuni bidang olahraga yang memberikan medali ini padaumumnya merupakan ketidaksengajaan belaka. Metty Putri Rahayu peraih medali di kempo menggeluti olahraga ini karena diminta ayah untuk menemani adiknya agar mau berlatih beladiri.
Akibat sering latihan menemani sang adik membuat Metty jatuh cinta ke olahraga ini. Pada 2008 dia memutuskan untuk jadi atlet. Lalu dua tahun setelah itu mendapat perunggu. Di tahun 2011 masih beroleh perunggu.Barulah di Porprov Dharmasraya pada 2012 lalu dia meraih Emas dan Perak.
Prestasi Metty membuat adiknya memutuskan untuk jadi atlet pula. Metty sudah dua kali ikut pra PON namun gagal sampai PON. Pertama di mewakili Jambi (2011) dan meewakili Sumbar (2015).
Rizky Wardani diketemukan pelatih PODSI Kota Jambi saat bermain sampan di tepian Sungai Batanghari. Dia diajak untuk ikut latihan di PODSI Jambi.
Dia sempat berfikir panjang karena tempat latihan berada di seberang sungai. Pada 2008 dia mulai latihan. Dan mengambil nomor kayak. Ketika kuliah, Rizqi ikut latihan di GOR H. Agus Salim. Pada Porprov 2012 dia kebagian dua emas. Namun, giat berlatih membuat dia bisa mendulang 11 emas dari 35 nomor dayung yang dilombakan. Tim dayung Padang menyumbang 23 emas.
Fitri Yanti pun senang dayung lantaran sering diajak melihat orang berlatih dayung di tepian Banda Bakali Padang.Ia tertarik ikut saat sekolah di SMP 31 Padang dan SMK 6 Padang. Pertama dia ikut di nomor rowing dan pada 2007 berhasil meraih perunggu.
Emas didapatnya pada Porprov 2016. Medali ini dia raih bersama timnya di nomor ergometer rowing.
Adapun Yopi Dermawan mau berlatih voli lantaran sering menonton permainan ini di lapangan depan rumahnya. Tingginya yang hanya 160 disiasatinya dengan memperkaya keterampilannya sebagai libero handal dalam voli.
Dia banyak dapat masukan dari kaka sepupunya yang menjadi pelatih voli. Di Porprov, mahasiswa Teknik Sipil ini bermain untuk kampungnya, Pesisir Selatan. Mereka berhasil meraih emas.
Fakhrina Hudayani pun latihan silat di MTsN Kuranji lantaran bandel dan sering berkelahi. Dia yang lebih sering jadi bulan-bulanan lawannya memilih ikut olahraga silat ini agar tidak diganggu terus.
Selain latihan di sekolah, Yani juga latihan di Silaturahmi dan setahun lalu gabung dengan Sakato Semen Padang. Giat berlatih membuat Yani terbawa ke berbagai ajang Popda (raih perak), Pomda (raih emas) dan Pomnas.
Di Porprov, dia tampil perdana di Proprov XIII Dharmasraya. Meski tanpa medali, dia terus berlatih dan mendapat perunggu di Porprov XIV Padang dengan membawa nama Solok.
Hanya Anggi Hidayatullah yang masuk sekolah sepak bola di Tangerang sewaktu kelas dua SD dulu. Namun kemudian dia beralih ke futsal karena punya impian menjadi pemain profesional.
Dari sepakbola dia telah meraih emas saat Porprov di Jambi dulu. Namun kini dia mantap beralih ke futsal. Meski pada porprov di Padang itu dia harus puas mendapat perak saat membela Kabupaten Limapuluh Kota.
Mereka kini bahagia, latihan tekun yang dilakukan selama ini membuahkan hasil. Dan keenamnya sama merancang mimpi bisa menjadi atlet nasional. Mereka akan lebih giat berlatih karena kesempatan mengikuti PON hanya tinggal sekali lagi.
Lebih senang lagi PGSD dengan konsentrasi pendidikan jasmani Universitas Bung Hatta makin dikenal orang. Apresiasi dari pihak kampus pun amat membahagiakan.
Keenamnya berterima kasih atas kesempatan dan dukungan yang diberikan rekan dan dosen mereka hingga mereka diizinkan ikut Proprov dan mendulang medali.(zul)
