Harmoniskan Keluarga Padang, Hasilkan Generasi Emas
Padang - Masih banyak keluarga yang sepertinya kurang tau mengurus keluarganya, mengasuh anak dan memberdayakan perempuan yang ada di rumah tangga merek. Akibatnya banyak yang melapor ke TP2P2K atau berakhir di penegak hukum. Belum lagi mereka yang lebih memilih memendam sendiri masalahnya karena tak tau ke mana akan mengadu.
Untuk menjembatani keluarga yang bermasalah ini, baik istri, suami maupun anak sendiri, kini bisa berkonsultasi dengan psikolog di Pusat Pemberdayaan Keluarga (Puspaga) Basamo yang peresmiannya dihadiri Walikota Padang Mahyeldi Ansyarullah, Forkopimda Padang Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sumbar, Forum Anak Kota Padang, PAUD Terpadu Hauriyah Halum, Jumat (30/12).
"Kehadiran pusat pembelajaran keluarga ini sangat penting artinya untuk menghasilkan keluarga berkualitas. Masih banyak kepala keluarga, ibu rumah tangga yang masih belum lengkap pemahaman tentang berkeluarga, bagaimana membesarkan anak, mendidik anak dalam artian sebenarnya. Disini mereka belajar bagaimana membina dan memantapkan keluarga hingga dihasilkan generasi emas," ujar Walikota Mahyeldi.
Mahyeldi mengatakan dalam mempersiapkan negara maju dan berkualitas, kata kuncinya ada pada keluarga-keluarga di negara itu. Jika keluarganya berkualitas maka negara pun akan berkualitas. "Jadi keberadaan Puspaga ini sangat tepat dalam upaya kita meraih bonus demografi jelang 100 tahun Indonesia. Melalui Puspaga, salah satunya, kita persiapkan generasi emas Indonesia," ujarnya.
Walikota mengharapkan warga kota dapat memanfaatkan Puspaga ini untuk berkonsultasi, berdiskusi dan berbagi seputar keluarga dan pembinaannya. Kementerian agama dan lembaga adat juga dimintanya dapat memperkaya keluarga ini dengan pemahaman agama dan adat.
Senada dengan Mahyeldi, Ketua Tim Penggerak PKK, Harneli juga menyatakan gembira sekaligus bangga dengan resminya kantor Puspaga beroperasional di Kota Padang. Dia pun menyatakan terimakasih atas fasilitasi pihak kementerian hingga kantor ini terwujud di ibukota provinsi ini.
Keberadaan tenaga psikolog muda di Puspaga memberi harapan banyak keluarga muda terbantu dalam aslaha keluarga mereka. Psikolog muda tentu lebih punya kedekatan emosional dan punya cara kekinian dalam menghadapi para keluarga muda yang datang ke Puspaga.
"Selama ini keluarga mungkin bingung mau mengkonsultasikan kemana jika ada permasalahan dalam keluarga mereka. Dengan adanya psikologi yang bisa menyelami permasalahan dan membantu mencarikan solusinya, diharapkan bila masalah kecil dalam keluarga bisa tertangani secara dini, tentu bom waktu pada suatu keluarga bisa dicegah peledakannya," ujar perempuan yang akrab dipanggil Umi itu.
Puspaga menurut Harneli juga diharapkan berkontribusi terhadap pemingkatan predikat Padang sebagai Kota Layak Anak. Dengan keberadaan Puspaga, Padang benar-benar menjadi kota yang ramah terhadap anak, memperhatikan hak anak dan memberikan dukungan terhadap kreativitas mereka.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana Padang, Muji Susilawati gembira dengan kehadiran Puspaga di Kota Padang. Cuma ada 20 Puspaga di Indonesia, di Padang salah satunya. Puspaga ini pun direncanakan sebagai percontohan nasional.
"Puspaga ini nantinya melayani warga kelurahan ini khususnya dan Kota Padang umumnya. Tak menutup kemungkinan juga bisa melayani keluarga dari daerah lain. Layanan diberikan Pemko Padang secara gratis agar visi misi dan program unggulan Walikota dan Wakil Walikota Padang bisa menghasilkan rumahku surgaku," ujar Muji. (zul)
