Header Ads

  • Breaking News

    Kantin Bung Hatta, Pelopor Kopi Dindiang Edisi Mahasiswa

    Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Bung Hatta, Syafrizal Chan membayar dua makanan dan minuman yang dia pesan ke kasir kantin koperasi kampus II proklamator, Air Pacah Padang dan menempelkannya di dinding kantin itu. (zulfadli)

    Padang - Keluarga besar civitas akademika Universitas Bung Hatta berebut memesan makanan dan
    minuman bagi rekan-rekan mereka yang mungkin lebih membutuhkan. Terutama anak kos yang umumnya kesulitan saat bekal dari kampung menipis dan kiriman berikutnya belum datang. Pesanan tersebut mereka tempelkan di dinding kantin koperasi Kampus II Proklamator Air Pacah Padang, Kamis (7/10).

    “Ikutlah gerakan Kopi Dindiang ini. Silakan rasakan sensasinya saat saudara kita yang kehabisan uang saku di akhir bulan menikmati kopi yang kita pesankan buat mereka melalui dinding ini. Ini jalan berbagi empati dan memupuk rasa peduli,” ujar Ketua Gerakan Kopi Dindiang Indonesia, Miko Kamal.

    Miko mengungkapkan gerakan sosial Kopi Dindiang ini digulirkan sebagai cara berbagi dengan orang-orang yang membutuhkan. Melalui kopi dinding ini, kita bisa membayarkan makanan atau minuman kepada seseorang yang tidak dikenal.

    Apabila pesan dua makanan dan minuman yang sama sebanyak dua porsi, namun yang kita nikmati hanya satu porsi. Sementara sisanya silakan dinikmati oleh yang lain. Pesanan kita itu ditempelkan di dinding yang telah disediakan. Pada saatnya nanti, siapa pun yang sangat butuh makan atau minum namun tak punya uang untuk itu, bisa menikmati hidangan dengan cara mengambil menu yang telah dipesankan buat mereka sebelumnya.

    “Di sini kita belajar ikhlas, memberi tanpa tahu siapa yang kita beri dan yang terpenting kita tidak berharap orang itu mengutarakan rasa terima kasihnya kepada kita. Sensasinya akan beda. Empati dan rasa peduli yang muncul karena pembiasaan ini akan berdampak luas. Indonesia jadi seperti ini karena kurangnya rasa empati dan sikap peduli pada sesama,” tegas Miko.

    Miko memilih almamaternya untuk menerapkan Kopi Dindiang Edisi Mahasiswa karena nama Bung Hatta yang disandang oleh kampusnya itu. Bung Hatta adalah tokoh yang terkenal punya empati tinggi. Sangat cocok untuk maskot gerakan sosial ini.

    Plt Ketua Koperasi Keluarga Besar Universitas Bung Hatta, Aidil Ikhsan menyambut baik gerakan ini karena dia menilai ini cara unik untuk mengembangkan sikap keikhlasan dalam beramal. Semua bisa menerapkannya.

    “Lewat kopi dindiang kita bisa berbagi, lewat kopi dindiang kita belajar peduli dan bersikap tanpa pamrih. Ini harus kita dukung bersama-sama,” ujar alumni Fakultas Teknik Universitas Andalas ini.

    Dia mendukung kegiatan ini karena unik. Mahasiswa pun bisa ikut dengan cara menabung uang receh kembalian makanan atau minuman yang dipesannya. Celengan ini dibuka jelang akhir bulan dan diganti dengan makanan atau minuman senilai uang di celengan.

    Ahli Perkoperasian Universitas Bung Hatta, Syafrizal Chan pun mengapresiasi gerakan sosial yang digalang oleh alumninya. Syafrizal bahkan memesan dua jenis makanan sekaligus. Dia mengajak rekannya sesama dosen dan mahasiswa untuk mendukung gerakan ini.

    “Ini promosi khusus bagi kampus kita. Jangan hanya bangga menyandang nama Bung Hatta. Saatnya kita menyebarkan Bung Hatta value kepada khalayak. Kopi Dindiang ini salah satu wadahnya,” ujar Guru Besar Ekonomi  Kampus Proklamator itu penuh semangat.

    Dukungan tak hanya datang dari dosen dan mahasiswa. Tenaga satuan pengamanan pun tergerak untuk berbagi. Dia pesan secangkir kopi dan menempel di dinding itu dan gerakannya sangat cepat sehingga para juru foto yang ada di lokasi itu tak sempat mengabadikannya.

    Bahkan mahasiswa yang ikut foto di bawah logo Kopi Dindiang Away to Share itu pun merasa malu jika tak ikut memesan makanan atau minuman, sementara foto berlatar gerakan sosial itu dishare ke media sosial. Mereka pesan, lalu membayarnya ke kasir dan dengan gembira berebutan menempel di dinding sambil berkata, “Ini momen bersejarah.” (zul)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728