20 Negara Hadiri FLC Univ. Bung Hatta
![]() |
| Suasana pembukaan FLC 2016 di Barairung Caraka Gedung Kampus I Proklamator Ulak Karang Padang, Kamis (30/9). (zulfadli) |
Padang - Banyak kontribusi pemikiran positif dihasilkan Konferensi Linguistik
Internasional Gratis yang diselenggarakan Universitas Bung Hatta
bekerjasama dengan FLC, The University of Sydney, Australia. Pertemuan
tahunan yang ke-10 diikuti para ahli linguistik dari berbagai perspektif
multidisiplin ilmu dari 20 negara.
“Kita mendapat berkah dari pelaksanaan iven tahunan ini.
Banyak pemikiran positif yang bakal dihasilkan dalam konferensi yang
diikuti semua peminat, pemerhati, peneliti, pengajar, dan mahasiswa
tersebut,” ujar Prof Niki Lukviarman, saat membuka konferensi tersebut,
Kamis (30/9).
Prof. Niki mengatakan kontribusi positif itu pasti sangat
bermanfaat untuk perkembangn ilmu bahasa dan pengajaran bahasa dalam
multi konteks sosial dan budaya. Akan sangat besar dampaknya bagi
mahasiswa Universitas Bung Hatta, khususnya Fakultas Ilmu Budaya.
Terlebih konferensi ini bisa diikuti tanpa harus mengeluarkan biaya
(free).
Ketua Pelaksana Dr. Yusrita Yanti.,M.Hum menyebutkan Free
Linguistics Conference (FLC) didirikan tahun 2007 oleh Ahmad Mahboob,
dosen senior di University of Sydney, tujuan konferensi linguistik gratis
tersebut adalah untuk menyediakan forum yang dapat di ikuti oleh semua
orang yang menekuni ilmu linguistik dan pengajaran atau yang bekerja di
bidang ilmu bahasa.
Ditambahkan Yusrita, FLC juga bekerjasama dengan banyak
lembaga lain. Pada Januari 2013 disponsori the Lahore College for
Women University, Pakistan yang menghasilkan “Deklarasi Lahore” untuk
Ilmu Bahasa dan Negara berkembang. Selain itu, juga ditetapkan agenda
untuk penelitian berfokus pada perkembangan masalah linguistik di dunia.
“Pada FLC 2016 ini hadir peneliti dan ahli-ahli linguistik
dari 20 negara antara lain dari Amerika, Thailand, Jepang, Philipina,
Malaysia, Autralia, Inggris, Belanda, Jerman, China, Korea Selatan,
Nigeria, Pakistan, Bangladesh, Ukhraine, Indonesia dan lain-lain,” jelas
Yusrita.
Acara juga didukung penuh oleh Dekan FIB, Dr. Elfiondri ini
diawali dengan workshop pada 29 September. Kemudian, dilaksanakan
rangkaian kegiatan yang menghadirkan enam focus speaker, yakni Leslie
Barratt dari Indiana State University, USA & Rajbhad Roi-Et
University, Thailand, James D’Angelo, Chukyo University, Japan. Darek
Irwin dari University of Nottingham, Malaysia Campus, Isabel Martin,
Anteneo de Manila University, the Philipines. Tampil juga Harni Kartika
Ningsih dari Unieversitas Indonesia, Yusrita Yanti dari Universitas Bung
Hatta dan pemakalah tamu Edgar Scneider dari University of Regensburg,
Germany.
Disamping focus lecture, tampil juga 100 pemakalah
terseleksi dari 179 abstrak yang masuk ke panitia. Beragam topik
dimunculkan mulai dari topik linguistik, sastra dan pengajaran bahasa.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada
Pimpinan Yayasan Pendidikan Bung Hatta, pimpinan Rektorat dan Fakultas
serta seluruh panitia yg sdh bekerja siang malam semoga bermanfaat untuk
semua dan menjadi amal soleh.
Dan, teristimewa kami mengucapkan terima kasih kepada bapak Gubernur Sumatera Barat, Prof. Dr. Irwan Prayitno yang telah berkenan menjamu delegasi, pemakalah dan peserta FLC 2016 dengan acara welcome party/gala dinner dan penampilan kesenian daerah Minang. Semua tamu mancanegara begitu terpesona menyaksikan tarian di atas pecahan kaca dan sangat menikmati masakan khas Minang. (zul)
