LKKS Sumbar Salurkan 315 Bantuan Lebaran
Padang - Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial Sumbar salurkan dana zakat dari
Baznas untuk fakir miskin di Sumatera Barat. Ada 315 fakir miskin yang
diberi bantuan dari dana zakat tersebut.
"Alhamdulilah, tahun ini kita dipercaya untuk menyalurkan
dana bantuan untuk berlebaran 1437 H buat fakir miskin dalam lingkungan
LKKS Sumbar. Ada 315 orang yang diberi bantuan yang diambilakn dari dana
zakat ini ini," ujar Ketua Harian LKKS Sumbar, Parlagutan Nasution,
Jumat (1/7).
Parlagutan yang diwakili Bendahara Anizarni menyebutkan 315
fakir miskin itu terdiri dari kelompok gerkatin, tuna rungu,
perhimpunan penyandang disabilitas, dan fakir miskin yang diusulkan oleh
pengurus LKKS Sumbar.
Khusus untuk fakir miskin yang diusulkan pengurus, Ani
menegaskan haruslah orang-orang yang benar-benar lebih berhak menerima
dana zakat tersebut. Bahkan ketua sering mengingatkan seputar kelayakan
penerima ini. Jangan hanya mengandalkan kedekatan apalagi kekerabatan.
Bahkan jika masih ada yang diluar lingkaran saudara atau kenalan
pengurus yang dipandang lebih berhak, maka berikan dana bantuan
kepadanya.
Dana bantuan dari Baznas tersebut masing-masing bernilai
Rp150.000 dan sedapat mungkin diterima langsung oleh yang berhak. Khusus
untuk penerima bantuan yang diusulkan pengurus, boleh diwakili dan
namun harus disertai blanko tanda terima yang disiapkan berisi nama,
alamat dan besaran bantuan.
Pemberian bantuan secara simbolis dilakukan oleh Anizarni
kepada Jelly yang mewakili orang tuanya Daimi. Daimi sehari-hari hidup
dari usaha tambal bal dan tambah angin di Jalan Bypass KM10 Simoang
Taruko Kuranji, Padang. Sementara istrinya ikut menopang dengan kerja
apa saja. Mulai dari mengasuh anak, menyetrika hingga membantu sebagai
tukang masak.
Namun pasangan suami isteri ini mengutamakan pendidikan
bagi anak-anaknya. Keenam anaknya harus sekolah meski mereka sering
kesulitan beli beras. Kadang saat Jelly, anak kedua yang kini tengah
menjalani S2 di Unand pulang dari mengajar pada pusat kegiatan belajar
masyarakat di Ulak Karang Padang, barulah mereka bisa memutuskan beli
beras atau tidak.
Ada satu ungkapan sang ayah yang membuat Jelly semangat
menempuh S2. "Engkau bisa sekolah setinggi ini lebih baik daripada kau
bangunkan ayah rumah mewah. Yakinlah nak, kondisi kita memang miskin
tapi kita masih punya Allah yang bisa menggerakkan hati siapa saja buat
menolong kita," ujar Jelly mengulang pesan ayahnya saat pertama kenal
dengan Singgalang awal Ramadhan lalu. (zul)
