Kotaku Tanpa Kawasan Kumuh Padang Bebas Banjir di 2018
Padang - Pemerintah Kota Padang sangat mendukung program kota tanpa kumuh (Kotaku). Pemerintah kota (Pemko) pun optimis hal ini terealisasi di 2018.
"Kotaku, Kota tanpa kumuh merupakan harapan seluruh warga
kota. Pemko jelas mendukung Program Kotaku. Banyak kegiatan pembangunan
yang sejalan dengan itu," ujar Walikota Padang, Mahyeldi, Sabtu (2/7).
Kotaku berkaitan program pemerintah pusat yang mencanangkan
100 persen akses air bersih, nol persen kumuh dan 100 persen akses
sanitasi lada 2019. Padang lebih maju lagi, bertekad semua harus
tercapai di 2018.
Pada tahun itu seluruh warga Padang diharapkan sudah dapat
menikmati layanan air bersih. Tak ada lagi kawasan kumuh dan sanitasi
kota yang sudah bagus. Padang harus menjadi kota yang indah, nyaman,
aman, smart dan religius yang dicintai warganya.
Padang kata Mahyeldi, terus membenahi infrastruktur. Pasar
Lubuk Buaya telah dibenahi, pasar raya pun tengah ditangani.
Dikatakannya betapa banyak pihak mengajui Padang mengalami lompatan
besar dalam hal ekonomi dan infastruktur. By pass dan sejumkah proyek
investasi pun memperlihatkan geliat ekonomi yang menggembirakan.
Padang juga melakukan rehab rumah tak layak huni. Dari 1000
rumah yang ditargetkan, tahun 2015 ada 1.750 rumah yang direhab berkat
bantuan semua pihak. Lalu, ada 3 masjid yang dibangun di kawasan pantai
Padang yang bernilai miliaran rupiah demi memenuhi pariwisata religius
yang digagas pemko.
Pemko juga menggerakkan betonisasi. Hingga 2018 ditargetkan
500 kilometer jalan yang dibetonisasi. Jalan itu memiliki lebar tiga
hingga enam meter.
Kotaku juga harus didukung dengan meningkatkan pendidikan
warga kota. Kini anak usia sekolah tidak perlu bayar uang pembangunan
dan SPP. Bahkan pemko juga sedang merancang Biaya Operasional Sekolah
Daerah (BOSDA) yang ditujukan untuk membantu siswa kurang mampu yang
menempuh pendidikan di sekolah swasta.
Mahyeldi mengakui drainase kota sudah meresahkan warga.
Sedikit saja hujan sudah tergenang. Tahun ini masuk prioritas dan
penanganan lebih serius terhadap permasalahan tersebut dilakukan pada
2017 dan diharapkan selesai 2018.
Korkot 1 Kota Padang, F Ar Razy gembira dengan dukungan
Walikota dan jajarannya terhadap program Kotaku yang pada tahun
sebelumnya bernama PNPM Perkotaan. Padang juga telah menetapkan 23
kelurahan yang memiliki kawasan kumuh sehingga cukup membantu kinerja
fasilitator dan koordinator BKM/LKM.
Program pembangunan senikai Rp1 miliar sebagaimana di PNPM
Perkotaan dulu diarahkan pada 23 kelurahan ini. Silakan pemko memilih
daerah yang dikatagorikan program pencanangan itu. Sementara 81
kelurahan lainnya masuk kawasan pencegahan ditangani bersama oleh Kotaku
dan Pemko dengan sistem sharing 20:80.
"Kita berharap Pemko terus memberikan dukungan kepada
program ini. Terutama dalam upaya review terhadap data baseline yang
sudah disiapkan fasilitator kecamatan dan badan/lembaga keswadayaan
masyarakat pada masing-masing kelurahan. Data itu nantinya bisa
dimanfatkan Pemko dalam merencanakan pembangunan kota," ujar Ar Razy dan
dipertegas oleh Tim Leader Kotaku dari KMW Sumbar, Afriadi usai buka
bersama Walikota Padang dengan Penyelenggara Program Kotaku, ICMI dan
PPDI di Palanta. (zul)
