Bangun Citra UBH Lewat Karya Nyata
Padang - Ada kebahagiaan tersendiri yang dirasa Rektor Universitas Bung Hatta,
Prof Dr. Niki Lukviarman saat melepas 2.011 mahasiswanya melakukan
Kuliah Kerja Nyata - Pendidikan Pemberdayaan Masyarakat di berbagai
daerah di Sumbar.
Dikatakan Rektor Niki, capaian ini tak lepas dari kerja
keras, kerja cerdas dan kerja tuntas dari semua elemen di universitas
yang mengabadikan nama proklamator RI itu.
Diharapkan mahasiswa ini bisa melakukan berbagai inovasi
dalam menggali informasi, menghimpun potensi, dan melakukan fasilitasi
yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di lokasi KKN-PPM itu.
Keberhasilan mereka merupakan citra baik bagi kampus. Mereka kini garda
terdepan menyuarakan sukses tidaknya proses pendidikan yang mereka
terima selama ini.
"Lewat KKN-PPM ini kita mempersiapkan mahasiswa sebelum
mereka diwisuda dan berbaur di tengah-tengah masyarakat. Makanya, Bung
Hatta menjadikannya mata kuliah wajib. Tak semua universitas
memberlakukan hal ini," ujarnya.
Dikatakan Prof Niki, Universitas Bung Hatta melaksanakan
KKN-PPM untuk melatih mahasiswa bisa melakukan bakti pada masyarakat,
membantu pemerintah dalam melaksanakan pembangunan. Belajar menjadi
problem solver, ikut dalam barisan pencari solusi bagi kesejahteraan
masyarakat.
Niki juga mengingatkan mahasiswa tidak larut dengan suasana
KKN yang berlangsung hingga 14 Agustus nanti. Jangan sampai lupa
mendaftar ulang karena proses itu bisa dilakukan secara online.
Kerjasama dengan Bank Nagari memungkinkan pembayaran uang kuliah bisa
dilakukan tanpa harus ke kampus.
Apalagi sistem informasi dan teknologi yang dipakai
Universitas Bung Hatta amat mendukung hal itu. Hanya saja, integrasi
dengan sistem informasi Dikti mengharuskan semua disiplin waktu.
Terlambat mendaftar berarti harus siap menanggung resiko tidak bisa ikut
dalam perkuliahan semester depan. "Semua diatur oleh sistem sebagai
bukti tekad kita meningkatkan mutu dan menjadikan Bung Hatta
universitas berkelas dunia. Rektor sekalipun tak bisa membantu, karena
yang bisa membuka kunci pada sistem hanyalah adminnya di Dikti,"
tegasnya.
Direktur LPPM UBH, Dr. Abdullah Munzir menyebutkan diantara KKN PPM itu ada 5 KKN-PPM Tematik. Satu di Tanjung Mutiara Agam, satu di Salayo Solok dan tiga di Pariaman. KKN Tematik jadi bukti keunggulan program dari beberapa dosen di Bung Hatta. Mereka bisa menggaet perhatian Dikti lewat proposal bernasnya.
"Lima nagari temapt dilaksanakannya KKN Tematik ini bisa berlanjut jadi cikal bakal daerah binaan universitas. Banyak kegiatan lain yang bisa diarahkan ke sana," ujar Munzir. (zul)