SMP Adabiah Perluas Kesempatan Daftar Ulang
Padang - Tak mau kalah dengan SMA Adabiah dan SMA Adabiah 2, tingkatan pendidikan lainnya pun terpacu dalam memperbanyak jumlah murid. Terutama SMP Adabiah.
Kepala SMP Adabiah, Prana Jaya mengaku termotivasi untuk
melakukan hal yang sama. Menolak siswa yang ingin belajar pada sekolah
di bawah naungan perguruan moderen yang religius itu. Apalagi itu
dilakukan pada tahap pendaftaran pertama.
"Kisah sukses kedua sekolah ini memotivasi kami untuk bisa
berbuat serupa. Alhamdulillah kini sudah ada enam lokal dari delapan
lokal yang kami siapkan. Insya Allah dengan kebersamaan dari semua
elemen di SMP Adabiah, hal ini bisa kami capai," ujar Prana.
Kesempatan untuk menuntut ilmu di seklah yang dipimpin
Prana tersebut masih terbuka lebar. Panitia sudah menerima pendaftaran
peserta didik baru, baik yang mendaftar ulang maupun menjadikan SMP
Adabiah pilihan selanjutnya.
Dikatakan Prana, dari yang terdaftar sudah memenuhi kuota.
Namun masih belum mendaftar ulang. Mereka banyak yang mengatakan akan
mendaftar setelah uang ada. Maklum setelah ramadhan dan lebaran dana
mereka tersedot untuk persiapan menghadapi lebaran lalu sehingga uang
untuk mendaftar terpakai hal itu.
Menyiasati keluhan dari sejumlah orang tua calon siswa SMP
Adabiah, Prana harus mengambil kebijakan yang kurang familiar
dimkalangan yayasan. Sebagai kepala sekolah, dia harus menerima
pendaftaran tunai.
Semua kewajiban siswa sejumlah Rp2.750.000 harus
lunas. Barulah dia dapat tiket ikut rombongan belajar.
Namun kondisi ekonomi saat ini berkata lain. Sebagai
pendidik, Prana tak ingin memupus harapan calon siswanya. Anak-anak yang
telah mendaftar tersebut harusnya diterima di sekolah itu. Apalagi ruh
dari perguruan Adabiah sejak didirikan Dr. Abdullah Ahmad adalah
menyediakan pendidikan bagi seluruh anak negeri.
Untuk itu, dia harus memberikan kesempatan luas kepada
calon yang sudah terdaftar atau yang akan mendaftar untuk segera
mendaftar ulang. Berapa pun uang yang dimiliki saat ini, gunakan dulu
untuk mendaftar. "Paling penting saat ini, pastikan anak tenang
pikirannya karena sudah pasti dimana dia bersekolah. Soal angsuran
dibicarakan setelah proses penerimaan ini," tegasnya.
Bahkan tak menutup kemungkinan jika anaknya dari keluarga
kurang mampu dan pintar pula, maka sekolah akan mengupayakan bantuan
untuknya, bisa dari BOS, yayasan atau sumber lainnya.
Soal mutu, tak usah khawatir. SMP Adabiah terkareditasi A,
lulusannya lolos pada seleksi mandiri di sekolah favorit di Kota Padang.
Siswi peraih UN tertinggi di sana Vioni Putri Dwinanda diterima di SMA
10 Padang.
Sekolah ini punya banyak program unggulan seperti basket,
pramuka, drumband, latihan dasar kepemimoinan, silat. Juga ada musik
tradisional, tari dan tarung drajat. (404)
