Header Ads

  • Breaking News

    LKKS Sumbar Gerakkan Program 1000 Jamban Sehat

    Ketua Harian LKKS Sumbar, Parlagutan Nasution memimpin rapat jelang workshop bina kelembagaan LKKS. Dalam rapat itu juga dibahas penguatan bagi program 1000 jamban sehat pada delapan daerah di Sumbar, Kamis (14/7). (zulfadli)

    Padang - Pengurus Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Sumbar gencarkan pelaksanaan program jamban sehat. Tim Asistensinya yang diketuai Adi Bermasa pun telah ditetapkan. Survey ke lapangan pun telah dilakukan.

    "Kita beri perhatian lebih pada kegiatan jamban sehat ini untuk mendukung pembangunan di bidang sanitasi yang ditetapkan pemerintah lewat program 100-0-100. Akses air bersih 100 persen, 0 persen kumuh dan 100 persen sanitasi. Apalagi Yayasan Damandiri sebagai salah satu penyokongnya kita takutkan menarik program ini jika lamban menyikapinya," ujar Ketua Harian LKKS Sumbar, Parlagutan Nasution usai rapat jelang workhop penguatan kelembagaan LKKS, Kamis (14/7).

    LKKS kata Parla melakukan gerak cepat. Sembari menyelenggarakan bimbingan teknis bagi LKKS di sejumlah daerah, kegiatan ini disosialisasikan juga. Sebagian tim juga melakukan survey kesiapan Bazda, LKKS, TKSK dan pemerintah daerah.

    Ada delapan daerah yang berhak menerima program 1000 jamban ini Pasaman, Kabupaten Solok, Dharmasraya, Sijunjung, Padang Pariaman, Kota Payakumbuh, dan Pasaman Barat. Khusus P adang mendapat alokasi 200 jamban yang dibagi ke tiga kecamatan Padang Utara, Padang Barat dan Kuranji). 

    Alokasi ini tergantung kesiapan daerah masing-masing yang hingga kini baru Padang, Dharmasraya dan Sijunjung dan Padang Pariaman yang telah menyerahkan data, pemerintah daerah dan kesiapan Bazdanya.
    Program pembangunan jamban sehat ini merupakan Program Adopsi Nagari/Kelurahan Miskin (Anamis) LKKS Sumbar tahun 2016.

    Program ini telah ditetapkan Ketua Umum LKKS Sumbar. Parla mengharapkan pengurus LKKS kabupaten/kota pun bersiap merealisasikan program ini. Sebagai bukti kesiapan, LKKS daerah hendaknya juga turut aktif dalam program ini sebab warga mereka yang akan menerimanya. 

    Keluarga penerima dan ninik mamaknya harus dibawa serta. Harus dioahamkan bahwa bantuan ini bersifat stimulan. Atap seng merek Leher Angsa dibantu donatur lewat Yayasan Damandiri, begitu juga closetnya. Semen dibantu oleh PT Semen Padang, sebagian upah tukang teknis Rp500.000 direncanakan dibantu Baznas Sumbar. Sisanya jadi tanggungan daerah bisa lewat Bazda. Keluarga penerima diharapkan membantu tukang teknis kni nantinya agar mereka merasa memiliki jamban tersebut.

    Kesiapan ini perlu, sebagai contoh untuk semen belum termasuk ongkos angkut ke daerah. Daerah sangat diminta turut memikirkan cara bantuan sampai ke halaman rumah calon penerima program ini, khususnya warga miskin di bawah naungan pos pemberdayaan keluarga (posdaya). (zul)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728