2.482 Murid di Padang Mendapat Makanan Tambahan
Padang - Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS) tahun 2015 dilaksanakan di 12 sekolah dasar (SD) dan 1 madrasah ibtidaiyah negeri (MIN). Untuk meningkatkan komitmen menyukseskan program ini, Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Padang.
"PMTAS ini meningkatkan ketahanan fisik anak dengan memperhatikan keadaan gizi mereka. Makanan tambahan ini dikelola oleh masyarakat di sekitar sekolah," ujar Plh Kepala BPMPKB Padang, Yuska Librafortunan di hadapan camat, lurah, LPM, PKK, Komite dan kepala sekolah penerima PMTAS, Rabu (9/9).
PMTAS diberikan pada 13 sekolah di 11 kelurahan pada enam kecamatan. Jumlah murid yang mendapat makanan tambahan di sekolah berjumlah 2.482 anak. Anak-anak yang umumnya berasal dari keluarga prasejahtera ini mendapatkannya selama 108 hari.
Melakui Makanan tambahan ini diharapkan terjadi peningkatan status gizi anak. Sebab makanan harus mengandung 300 kalori dan 5 gram protein.
Diharapkannya, masyarakat bisa.berperan aktif dalam menyukseskan PMTAS agar murid SD khususnya yang dapat program. Sebab, murid pada sekolah yang telah mendapatkannya berat badan meningkat, tinggi badan bertambah, dan berkurang persentase penderita anemia. Anak-anak semangat belajar dan kecerdasannya meningkat. Hal ini berarti menyukseskan program pemko di bidang pendidikan.
Dijelaskan Kasi PM BPMPKB, Ermiati, PMTAS yang dilaksanakan sejak 1997 diyakinu mampu meningkatkan swadaya masyarakat. Warga sekitar sekolah memberikan bantuan bahan baku seperti pisang, kelapa, ubi kayu, ubi jalar, gula, kacang hijau dan lainnya. Bahkan ada yang memberi bantuan uang dan menjadi petugas masak.
Karena makanan tambahan tidak boleh dibeli di pasar atau supermarket. Berarti secara tak langsung, PMTAS juga mendorong kader PKK setempat dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengolah makanan bersih, sehat dan bergizi. Kantin sekolah hingga orang tua termotivasi menyediakan makanan serupa.
Dalam.kesempatan itu, BPMPKB juga mendatangkan pemateri dari Polda Sumbar, dinas kesehatan kota Padang dan.Kantor Kemenag Padang. AKBP Febrianta dari Polda menyampaikan seputar penyalahgunaan narkoba.
Dari Kemenag memaparkan pentingnya makanan sehat dan halal mulai dari bahan cara pengolahan hingga penyajiannya. Bahkan disampaikan juga adab makan dan minum secara Islam.
Hendriyeni dari.dinas kesehatan menjelaskan pentingnya memperhatikan nilai gizi makanan. Dia juga menekankan kebiasaan makan pagi secara benar dan gizi seimbang sesuai angkankrcukupan gizi dan indeks massa tubuh. (zul)