Header Ads

  • Breaking News

    STIEPI Majukan Minangkabau dari Nagari Minangkabau

      



    Padang - Kearifan lokal yang dimiliki Nagari Minangkabau mulai ditumbuhkan kembali oleh Walinagari Minangkabau, Alvani Hamdi Khatik Intan. Dalam satu tahun kepemimpinannya, upaya keras yang dilakukannya hingga penentangan dari kaum adat di sana mulai dilirik berbagai pihak.

    “Alhamdulilah Bupati Shadiq Pasadigoe menjadikan kami nagari percontohan penerapan Maghrib Mengaji. Dan sangat kami syukuri, masyarakat dan pemuka adat memberikan dukungan. Kini antara pukul 18.00 jingga 20.00 semua alat elektronik seperti radio, televisi dan handphone dimatikan. Waktu ini diisi dengan kegiatan mengaji Alquran,” ujar walinagari ini di Padang, Kamis (9/7)

    Walinagari termuda di masa akhir kepemimpinan Gamawan di Kemendagri ini menyatakan kesuksesan dalam program maghrib mengaji ini tak lepas dari dukungan niniak, mamak, alim ulama, bundo kanduang dan cadiak pandai dalam nagari. Semua berperan sesuai tugas dan fungsinya.

    Menurut alumni Fakultas Dakwah IAIN Imam Bonjol ini, di daerahnya sudah dikembalikan nama-nama sesuai ketentuan adat minangkabau. Mushalla Nurul Falah diganti namanya dengan Surau Nurul Falah. Lewat cara ini, walknagari dan masyarakat di sana ingin menerapkan hidup babaliak ka surau. Surau dijadikan sebagai pusat kegiatan kemasyarakatan di sekitarnya.

    Alvani merasa masih banyak kearifan lokal yang perlu dihidupkan semisal menghidupkan keberanian, ketegasan dan kemandirian lelaki minangkabau. Dulu, laki-laki malu menginap di rumah lantaran mereka yang sebaya dengannya tidur di surau. Di surau ini mereka belajar mengaji, belajar silat, belajar beradaptasi dan bekerjasama.

    Juga ada konsepsi ekonomi minangkabau yang bisa disinergikan dengan prinsip ekonomi kekinian. Di minangkabau, tidak ada penduduk miskin dulunya karena mamak akan berdaya upaya agar anak kemanakannya tidak jadi sebutan di lapau akibat kefakirannya. Mamak akan merasa malu dan berupaya memberdayakan kekuatan ekonomi keluarga besar kaumnya seperti sawah, ladang dan lainnya untuk mem bantu anak kemenakannya.

    Konsep investasi sebenarnya juga sudah dikenal di Minangkabau sejak dulu. Lihatlah di depan rumah gadang pasti ada rangkiang atau lumbung. Di sana hasil panen disimpan. Digunakan saat musim kemarau atau paceklik tiba. Padi di lumbung bisa dipinjamkan dan saat dibayar pemknjam, padi masuk lumbung lagi.

    “Unik khan orang minangkabau tidak kelaparan kendati panen hanya satu kali. Ada keberkahan pada hasil panennya dan ada kebiasaan panen harus menginap di rumah kendati hanya semalam. Ini mendatangkan berkah,” tegasnya didampingi Noviardi.

    Kalau sekarang, banyak yang padinya langsung diborong oleh rentenir. Zakat pun tak lagi jadi perhatian. Wajar jika keberkahan pada hasil panen itu nyaris tak ada lagi  sehingga kita terus merasa kekurangan. Padahal panen sudah bisa tiga atau empat kali setahun,” ujarnya.

    Untuk itu, Alvani menyambut baik itikad Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbankan Indonesia (STIEPI) untuk menjadikan daerahnya pilot project pengembangan ekonomi klasik minangkabau. Alvani menegaskan pihaknya akan mendukung penuh upaya perguruan tinggi yang dipimpin Lisa Fitriani Rahman itu.
    Dia amat berharap Lisa dan mahasiswanya bisa menghidupkan lagi keberadaan lumbung pitih nagari. Lisa bisa membantu dalam hal manajerialnya.

    “Kami amat berharap kerjasama ini segera terealisasi,” ujar Khatik Intan kepada Lisa dan perwakilan Yayasan Bina sejahtera yang menaungi STIEPI, Lishar Rivai.

    Menanggapi hal itu, Lisa memaparkan rencana pemberdayaan yang dilakukannya di Nagari Minangkabau. Masyarakat di sana akan diberi pelatihan, didampingi hingga tumbuh kekuatan ekonomi kemasyarakatan di nagari itu.

    Bahkan rencananya, dengan dukungan yayasan dan bank nagari yang membina STIEPI, bisa saja diberikan bantuan dana untuk menghidupkan ekonomi di sana. “Mahasiswa kami dan juga para dosen pasti merasakan manfaat dan kebahagiaan jika proyek memajukan minangkabau lewat Nagari Minangkabau ini terwujud,” ujarnya penuh harap.

    Lishar yang  juga pimpinan AMT menyatakan STIEPI harus mengambil peluang kerja cerdas ini. Yayasan dan bank nagari akan dilobi untuk ikut menyukseskannya.

    Demi mendengar pernyataan Lishar, Alvani menyatakan Bank Nagari yang dulunya berasal dari Lumbung Pitih Nagari hendaknya mengambil peran aktif dalam kegiatan ini. (*)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728