Koperasi Pejatra Fasilitasi Kebutuhan Lebaran Anggota
Padang - Koperasi Pengusaha Jati Sejahtera (Pejatra) makin memfasilitasi kebutuhan anggotanya. Jelang Lebaran, koperasi yang dipimpin Irman itu membantu anggota mendapatkan kebutuhan mereka dengan harga yang relatif murah dibanding harga pasar.
“Kita berupaya meringankan anggota untuk mendapatkan kebutuhan lebaranya. Mereka tinggal pesan dan koperasi yang membelikannya. Bahkan ada diantara barang-barang kebutuhan itu yang kita kreditkan kepada mereka sesuai ketentuan yang berlaku di koperasi,” ujarnya, Kamis (9/7) di Padang.
Diungkapkan Irman, anggota koperasi mencatatkan kebutuhan lebarannya kepada pembina koperasi Rukmi Arni. Dan pada saat buka bersama di rumah Rukmi, Rabu (8/7), anggota menerima pesanannya berupa sirop, minuman kaleng, minuman bersoda. Barang itu dicicil selama 10 bulan oleh anggota dengan bunga satu persen per bulan.
Anggota gembira. Mereka dapat berlebaran juga akhirnya berkat kemudahan yang diberikan Koperasi Pejatra. Bahkan mereka bisa juga memiliki tas dan baju atas fasilitasi koperasi. Sehingga tetap bisa bergaya di hari nan fitri berkat koperasi.
Koperasi juga menalangi pembelian kue lebaran. Kue dipesan lewat koperasi, lalu harga kue dibayarkan koperasi dulu baru setelah pesanan siap, yang bersangkutan menebusnya ke pengurus koperasi. Kue lebaran seperti semprit, kue bawang, kue bainai/ladu, sagun bakar, kacang tojin, kacang telur dan lainnya harus dibayar tunai oleh anggota.
“Kita ingin membantu anggota memenuhi kebutuhannya jelang lebaran ini. Namun kemampuan koperasi memberi pinjaman terbatas,” ujar Rukmi yang pensiunan guru itu.
Lumayan juga transaksi yang terjadi pada kesempatan buka bersama 32 anggota Koperasi Pejatra. Selain itu, anggota yang meminjam diberlakukan sistem mirip arisan.
Nama dicabut, dan pertemuan bulanan diadakan di rumah anggota yang namanya keluar sebagai yang berhak mendapat pinjaman pada bulan itu. Aturan ini diberlakukan guna menghindari perselisihan. Jika tidak, anggota berebutan mengajukan pinjaman. Lagipula, sistem arisan dimaksudkan untuk makin mempererat rasa kebersamaan antar anggota koperasi. Terbukti, jumlah anggota makin bertambah.
Fasilitas yang diberikan koperasi ini merupakan salah satu cara pengurus memberi kesan bahwa koperasi Pejatra bermanfaat bagi anggotanya. Dan terbukti anggotan terus bertambah.
Uniknya, mereka saling mendukung usaha anggota. Mereka lebih memilih memesan kebutuhan kepada anggota yang punya produk itu. Misal, mereka menyewa tenda, kursi, pelaminan bahkan katering dari anggota yang punya usaha itu. Bisa juga pesan rendang, soto, sop dan lain-lain ke sesama anggota koperasi. Mereka pun yakin jika ada kekurangan koperasi bisa menalangi lebih dulu. Selain itu, koperasi bisa mendapatkan barang-barang yang lebih murah.
Rukmi menegaskan, di Koperasi Pejatra da fasilitas belajar sulam dan bordir. Ibu rumah tangga, para janda diberi keterampilan menjahit, bordir dan sulam. Setelah bisa, mereka diberi borongan. Hasil kerja mereka dijualkan koperasi.
“Semoga koperasi makin dirasakan manfaatnya oleh anggota. Yakinlah, koperasi ada untuk mensejahterakan anggota. Kami ingin ibu rumah tangga atau para janda tampil sebagai pengusaha,” tegasnya. (*)