Dharmasraya Raih Investasi Pendidikan Rp250 Miliar, Sekolah Nasional Terintegrasi Siap Cetak Generasi Emas Berdaya Saing Global
JAKARTA (OKEBANA.COM) – Masa depan sebuah daerah ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Berangkat dari keyakinan itu, Kabupaten Dharmasraya kini mencatat langkah besar dalam membangun sumber daya manusia dengan memastikan hadirnya investasi pendidikan dari pemerintah pusat senilai Rp250 miliar untuk pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).
Investasi yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut menjadi salah satu proyek pendidikan terbesar yang pernah diterima Kabupaten Dharmasraya. Kehadirannya diharapkan tidak hanya menghadirkan fasilitas belajar modern, tetapi juga membuka jalan bagi lahirnya generasi muda yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Kepastian pembangunan SNT ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) oleh Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Suharti, di Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Prosesi tersebut turut disaksikan Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen, Gogot Suharnyoto, Deputi Bidang Pendidikan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Ojat Darojat, serta didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya, Bobby Perdana Riza.
Keberhasilan ini menjadi pencapaian strategis karena Dharmasraya termasuk dalam 16 kabupaten/kota di Indonesia yang berhasil memenuhi seluruh persyaratan administrasi hingga tahap penandatanganan NPHD. Padahal, pemerintah pusat menargetkan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di 37 daerah pada tahun 2026.
Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 yang bertujuan memperluas akses pendidikan berkualitas dengan standar internasional di berbagai daerah.
Berbeda dengan sekolah pada umumnya, SNT mengintegrasikan jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam satu kawasan pendidikan yang saling terhubung. Model ini dirancang untuk menciptakan kesinambungan proses belajar sekaligus membangun lingkungan pendidikan yang lebih efektif.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, SNT diproyeksikan menjadi pusat keunggulan (center of excellence) dengan menerapkan pendekatan pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics), penguasaan berbagai bahasa asing, serta penguatan pendidikan karakter yang berwawasan global.
Pendekatan tersebut dinilai selaras dengan kebutuhan dunia kerja masa depan yang semakin bertumpu pada penguasaan teknologi, kreativitas, inovasi, kemampuan berpikir kritis, dan kolaborasi lintas disiplin ilmu.
Lokasi Strategis untuk Pemerataan Pendidikan
Sekolah Nasional Terintegrasi akan dibangun di kawasan Sport Center Nagari Koto Padang, Kecamatan Koto Baru. Pemerintah Kabupaten Dharmasraya telah menyiapkan lahan milik daerah sebagai lokasi pembangunan.
Pemilihan kawasan tersebut bukan tanpa alasan. Letaknya yang berada di wilayah tengah kabupaten dinilai mampu memberikan akses yang lebih merata bagi pelajar dari berbagai kecamatan, sehingga pemerataan layanan pendidikan dapat benar-benar terwujud.
Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menyebut keberhasilan menghadirkan proyek strategis nasional ini merupakan hasil komunikasi yang intensif dan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.
Menurutnya, pembangunan SNT menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi "Dharmasraya Juara", terutama dalam mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.
Kehadiran SNT juga akan melengkapi transformasi pendidikan yang tengah berlangsung di Dharmasraya. Sebelumnya, pemerintah daerah juga mempersiapkan operasional Sekolah Rakyat di Pulau Punjung yang akan menerima peserta didik angkatan pertama.
Dengan investasi mencapai seperempat triliun rupiah, Sekolah Nasional Terintegrasi diharapkan menjadi pusat lahirnya generasi baru Dharmasraya yang memiliki kompetensi global tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter dan budaya bangsa. Langkah ini sekaligus menjadi fondasi penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju visi Indonesia Emas 2045. (feb)
