Manajemen Waktu, Kunci Sukses Kuliah di Pascasarjana UBH
Padang - Para calon mahasiswa magister diminta untuk berani menghadapi perubahan peraturan pada pendidikan tinggi, terutama terkait jumlah satuan kredit semester (SKS).
Mahasiswa masih bisa menamatkan kuliahnya dalam waktu dua tahun. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Bung Hatta (UBH), Yetty Morelent.
“Meski ada aturan terbaru tentang pendidikan tinggi, mahasiswa tidak dirugikan. Mereka masih mungkin tamat maksimal dalam waktu dua tahun. Kunci penelitian kan pada metodologi penelitian dan mata kuliah hal ini sudah diberikan pada semester 1. Mahasiswa sebenarnya sudah bisa merancang penelitian setelah ikut kuliah ini,” tegasnya.Para calon mahasiswa diminta tak perlu khawatir. Sebab penambahan jumlah SKS terjadi lantaran pembuatan proposal, penelitian, penulisan tugas akhir, memasukkan tulisan untuk jurnal ilmiah, yang akan dihitung jumlah SKS-nya.
Sistem baru ini makin memudahkan mahasiswa sebab dosen pun dituntut totalitasnya dalam membimbing tugas akhir. Kompetensinya pun harus sesuai dengan objek penelitian mahasiswa sehingga hasil penelitian bisa terbit di jurnal ilmiah.
Ketua Panitia Promosi Pascasarjana UBH ini membuka sedikit kiat sukses agar calon magister tamat tepat waktu dan menghasilkan penelitian yang bermanfaat bagi kemajuan ilmu pengetahuan. Pascasarjana UBH mengadakan kuliah umum di awal masuk. Dalam kesempatan itu, diberikan informasi bagaimana menjalani kuliah di Pascasarjana UBH. Lalu ada kuliah matrikulasi untuk menyesuaikan latar belakang keilmuan dengan program studi yang diambilnya.
Dia mengatakan, memasuki semester tiga, sebaiknya mahasiswa sudah punya rancangan penelitian. Jadi bisa mulai mendiskusikan dengan dosen yang punya kompetensi untuk itu.
Dosen pasti dengan senang hati melayani lewat diskusi, telepon, SMS ataupun email. Setelah selesai semester III, calon magister bisa memulai penelitiannya lebih intensif. Namun yang sering terjadi adalah mahasiswa kebanyakan baru memulai setelah mata kuliahnya usai sehingga waktu banyak terbuang.
“Saya sebagai ketua prodi terus mewanti-wanti agar mahasiswa memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Mereka yang serius bisa tamat tepat waktu. Buktinya, periode Agustus ini ada tujuh mahasiswa yang akan diwisuda,” ucapnya bangga.
Yetty mengimbau para guru untuk terus meningkatkan kompetensi keilmuan mereka. Mereka hendaknya berpacu untuk mencapai jenjang tertinggi, tingkat doktoral. Sebab guru hakekatnya orang pertama yang mengasah kecerdasan anak.
“Jika kemampuan guru pas-pasan bisa dibayangkan kemampuan murid/siswa yang dididiknya. Mohon hindari pernyataan tak bisa kuliah lantaran tugas bertumpuk. Guru harus punya manajemen waktu yang baik dan mampu memanfaatkan teknologi demi kemajuan diri dan anak didiknya,” katanya.
Yetty engingatkan para calon mahasiswa yang akan kuliah di Magister Pindo atau program pascasarjana lainnya di UBH, agar secepatnya menentukan pilihan. Penerimaan mahasiswa baru tinggal dua tahapan lagi, yaitu tahap II yang ditutup pada 3 Juli ini dan tahap III dengan rentang waktu 4 Juli hingga 4 Agustus.
Penerimaan mahasiswa hanya satu periode mulai tahun ini. Kebijakan ini diambil berkaitan dengan terintegrasinya program pasca sarjana dengan sistem online yang dibangun oleh universitas. Jadi seluruh kegiatan akademik sama waktu pelaksanaannya di UBH. (*)
