2.666 UMKM Sumbar Dijamin Jamkrida
Padang - PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Sumbar terus meningkatkan layanan penjaminan kreditnya bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) daerah ini. Sudah 2.666 pelaku UMKM yang mendapatkan penjaminan dari Jamkrida.
"Kita telah memberikan penjaminan terhadap 2.666 pelaku UMKM di Sumbar. Dan terus berupaya agar perusahaan ini dapat memerikan manfaat positif bagi masyarakat Sumbar," ujar Direktur Utama PT jamkrida Sumbar, Munandar Kasim didampingi Direktur Keuangan dan Pemasaran Rishendri M., Selasa (7/4).
Munandar menjelaskan dari modal awal Rp25 miliar dari Pemprov Sumbar ditambah penyertaan modal dari KPRI unit Korpri Kantor Gubernur Sumbar sebesar 0,04 persen telah mampu memberikan penjaminan pinjaman sebesar Rp186,88 miliar. Adapun besar pinjaman yang dijamin senilai Rp267,97 miliar.
Diungkapkannya semua pelaku UMKM yang mendapatkan penjaminan adalah nasabah Bank Nagari. Bank itu satu-satunya yang sudah menjalin kerjasama dengan PT Jamkrida Sumbar hingga saat ini. Keduanya sama-sama milik pemerintah daerah tentu lebih mudah bersinergi untuk memberdayakan pelaku usaha di Sumbar.
“Sebagai perusahaan baru tentu kita mencari mitra yang menunjang pertumbuhan neraca laba kita sangat positif. Kita harus mengoperasikan perusahaan yang menjalankan bisnis resiko ini dengan seefisien mungkin," tegasnya.
Dari hasil laporan keuangan 2013 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik, PT Jamkrida Sumbar mencatatkan laba Rp36,66 juta selama dua bulan yakni, November dan Desember 2013. Pada laporan keuangan 2014, Jamkrida sudah membukukan laba Rp112,85 juta.
Sedangkan pertumbuhan aset maupun bisnis dan nasabah terjamin tumbuh cukup signifikan terbukti pada 2013 aset Jamkrida Rp26,66 miliar dan Desember 2014, aset mencapai Rp31,90 miliar.
“Artinya aset kita bertumbuh menjadi Rp 56,68 miliar atau tumbuh 17,80 persen,” paparnya.
Jika dihitung dari sisi laba, pada 2013 Rp36,66 juta naik menjadi Rp112 juta pada 2014 maka laba tumbuh 76,19 persen atau setara 200,07 persen. Di sisi lain penjaminan kredit 2013 sebesar Rp2,95 miliar naik menjadi Rp173,36 miliar, artinya pertumbuhan kredit penjaminan naik Rp170,41 miliar.
Hingga Februari 2015 saja sudah mampu memberikan penjaminan Rp186,88 miliar. Namun maksimal yang bisa dijamin hanya 10 kali dari modal yang dimiliki. Dengan demikian modal harus ditambah.
“Dari gambaran itu sangat optimis dapat terus mengembangkan perusahaan. Terutama setelah mendapat dorongan dari DPRD Sumbar. Selain itu kita juga menjangkau pelaku UMKM yang bernaung di bawah koperasi,” ulasnya.
Disampaikannya, rencana bisnis kredit penjaminan 2015, lebih difokuskan kepada pertumbuhan kredit produktif dengan penambahan penjaminan kredit Rp210 miliar dan non produktif Rp40 miliar. Sehingga diharapkan 2015 terdapat penambahan jaminan kredit Rp250 miliar jika ada tambahan penyertaan modal dari pemerintah provinsi. Hal ini dimaksud agar peruntukan jaminan kredit lebih mendorong bertumbuhnya pengembangan UMKM dn koperasi.
Untuk itu ke depan PT Jamkrida akan bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar menjaring sejumlah koperasi yang layak mendapatkan jaminan. Karena dalam menetapkan nasabah yang dijamin tersebut usahanya sudah harus layak. Baik layak menurut bank, maupun berdasarkan hasil verifikasi PT Jamkrida Sumbar.
“Jika layak kita pasti jamin, karena ke depan kita masih bisa menjamin sekitar 3.000 UMKM lagi jika penyertaan modal dari Pemprov Sumbar disetujui,” tambah Rishendri. (zul)
"Kita telah memberikan penjaminan terhadap 2.666 pelaku UMKM di Sumbar. Dan terus berupaya agar perusahaan ini dapat memerikan manfaat positif bagi masyarakat Sumbar," ujar Direktur Utama PT jamkrida Sumbar, Munandar Kasim didampingi Direktur Keuangan dan Pemasaran Rishendri M., Selasa (7/4).
Munandar menjelaskan dari modal awal Rp25 miliar dari Pemprov Sumbar ditambah penyertaan modal dari KPRI unit Korpri Kantor Gubernur Sumbar sebesar 0,04 persen telah mampu memberikan penjaminan pinjaman sebesar Rp186,88 miliar. Adapun besar pinjaman yang dijamin senilai Rp267,97 miliar.
Diungkapkannya semua pelaku UMKM yang mendapatkan penjaminan adalah nasabah Bank Nagari. Bank itu satu-satunya yang sudah menjalin kerjasama dengan PT Jamkrida Sumbar hingga saat ini. Keduanya sama-sama milik pemerintah daerah tentu lebih mudah bersinergi untuk memberdayakan pelaku usaha di Sumbar.
“Sebagai perusahaan baru tentu kita mencari mitra yang menunjang pertumbuhan neraca laba kita sangat positif. Kita harus mengoperasikan perusahaan yang menjalankan bisnis resiko ini dengan seefisien mungkin," tegasnya.
Dari hasil laporan keuangan 2013 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik, PT Jamkrida Sumbar mencatatkan laba Rp36,66 juta selama dua bulan yakni, November dan Desember 2013. Pada laporan keuangan 2014, Jamkrida sudah membukukan laba Rp112,85 juta.
Sedangkan pertumbuhan aset maupun bisnis dan nasabah terjamin tumbuh cukup signifikan terbukti pada 2013 aset Jamkrida Rp26,66 miliar dan Desember 2014, aset mencapai Rp31,90 miliar.
“Artinya aset kita bertumbuh menjadi Rp 56,68 miliar atau tumbuh 17,80 persen,” paparnya.
Jika dihitung dari sisi laba, pada 2013 Rp36,66 juta naik menjadi Rp112 juta pada 2014 maka laba tumbuh 76,19 persen atau setara 200,07 persen. Di sisi lain penjaminan kredit 2013 sebesar Rp2,95 miliar naik menjadi Rp173,36 miliar, artinya pertumbuhan kredit penjaminan naik Rp170,41 miliar.
Hingga Februari 2015 saja sudah mampu memberikan penjaminan Rp186,88 miliar. Namun maksimal yang bisa dijamin hanya 10 kali dari modal yang dimiliki. Dengan demikian modal harus ditambah.
“Dari gambaran itu sangat optimis dapat terus mengembangkan perusahaan. Terutama setelah mendapat dorongan dari DPRD Sumbar. Selain itu kita juga menjangkau pelaku UMKM yang bernaung di bawah koperasi,” ulasnya.
Disampaikannya, rencana bisnis kredit penjaminan 2015, lebih difokuskan kepada pertumbuhan kredit produktif dengan penambahan penjaminan kredit Rp210 miliar dan non produktif Rp40 miliar. Sehingga diharapkan 2015 terdapat penambahan jaminan kredit Rp250 miliar jika ada tambahan penyertaan modal dari pemerintah provinsi. Hal ini dimaksud agar peruntukan jaminan kredit lebih mendorong bertumbuhnya pengembangan UMKM dn koperasi.
Untuk itu ke depan PT Jamkrida akan bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar menjaring sejumlah koperasi yang layak mendapatkan jaminan. Karena dalam menetapkan nasabah yang dijamin tersebut usahanya sudah harus layak. Baik layak menurut bank, maupun berdasarkan hasil verifikasi PT Jamkrida Sumbar.
“Jika layak kita pasti jamin, karena ke depan kita masih bisa menjamin sekitar 3.000 UMKM lagi jika penyertaan modal dari Pemprov Sumbar disetujui,” tambah Rishendri. (zul)