PNM Promosikan UMK di Pekan Kreatif Nusantara
Padang - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM gencar mempromosikan keunggulan produk ULaMM dan UMKM binaan hingga pelosok desa. BUMN yang ditugasi memberdayakan UMK agar bankable ini mengikuti Pekan Kreatif Nusantara Tegal 2015. Acara ini diadakan di GOR Jatayu, Kota Pekalongan mulai 1 April.
Pada kegiatan yang berlangsung hingga 5 April ini, perseroan memfasilitasi sejumlah nasabah binaan untuk memasarkan beragam produknya yakni mulai dari produk makanan, pakaian dan tekstil hingga sarung tenun khas Pekalongan yang dibuat dengan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Tentu tak ketinggalan, PNM memperkenalkan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) sebagai agen utama pelayanan UMK.
Executive Vice President PNM, Arief Mulyadi, menjelaskan pameran produk UMKM ini bertujuan untuk mendekatkan produk-produk UMKM dengan masyarakat, serta memfasilitasi komunikasi dan kerjasama dagang antar-nasabah ULaMM.
“Pameran ini merupakan ekspo hasil pemberdayaan UMKM oleh PNM sekaligus etalase produk-produk UMKM unggulan di wilayah Pekalongan dan sekitarnya,” jelasnya di sela kunjungannya ke lokasi acara, Rabu (1/4).
PNM, lanjut Arief, secara aktif dan konsisten melaksanakan kegiatan pemberdayaan UMKM di seluruh jaringan layanan ULaMM. PNM memberikan pembekalan ilmu pemasaran, ketrampilan berusaha, serta sikap optimistis dalam membangun bisnis ke depan.
“Kami juga berharap melalui kegiatan semacam ini bisa menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap produk unggulan Indonesia dengan cara memiliki dan menggunakan produk dalam negeri,” tuturnya.
Menurut Arief, partisipasi dalam ekspo diharapkan dapat meningkatkan akses pasar dan jaringan bisnis nasabah maupun layanan ULaMM. Dengan demikian dapat meningkatkan pendapatan dan efek berganda bagi UMKM dan ULaMM, serta masyarakat sekitar. Dia pun menesgakan, pameran ini juga membuka peluang terciptanya kerjasama bisnis dan kelembagaan, tak hanya ULaMM dan nasabahnya, tetapi juga antar-pelaku UMKM.
Pemimpin PNM Cabang Tegal Annifah Zarhusna, mengatakan pameran UMKM semacam ini sangat berguna untuk membangkitkan semangat wirausaha masyarakat Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang diprakarsai oleh PNM sebagai sebuah inisiatif nasional untuk membantu pelaku UKM di Tanah Air.
“Program PKU bertujuan menghilangkan hambatan-hambatan dalam membangun bisnis UMKM, dengan menyediakan solusi yang gratis, cepat dan gampang agar bisnis mereka bertumbuh kembang,” jelasnya.
Annifah menambahkan program PKU merupakan bagian terintegrasi dari bisnis PNM sebagai BUMN yang dikhususkan bagi pemberdayaan UMK. Aktivitas pemberdayaan UMK, yang mengombinasikan bisnis pembiayaan dan peningkatan kapasitas usaha. Perusahaan juga mengharapkan terbukanya peluang kerjasama antar pelaku usaha yang turut serta dalam pameran kali ini. (zul)
Pada kegiatan yang berlangsung hingga 5 April ini, perseroan memfasilitasi sejumlah nasabah binaan untuk memasarkan beragam produknya yakni mulai dari produk makanan, pakaian dan tekstil hingga sarung tenun khas Pekalongan yang dibuat dengan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Tentu tak ketinggalan, PNM memperkenalkan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) sebagai agen utama pelayanan UMK.
Executive Vice President PNM, Arief Mulyadi, menjelaskan pameran produk UMKM ini bertujuan untuk mendekatkan produk-produk UMKM dengan masyarakat, serta memfasilitasi komunikasi dan kerjasama dagang antar-nasabah ULaMM.
“Pameran ini merupakan ekspo hasil pemberdayaan UMKM oleh PNM sekaligus etalase produk-produk UMKM unggulan di wilayah Pekalongan dan sekitarnya,” jelasnya di sela kunjungannya ke lokasi acara, Rabu (1/4).
PNM, lanjut Arief, secara aktif dan konsisten melaksanakan kegiatan pemberdayaan UMKM di seluruh jaringan layanan ULaMM. PNM memberikan pembekalan ilmu pemasaran, ketrampilan berusaha, serta sikap optimistis dalam membangun bisnis ke depan.
“Kami juga berharap melalui kegiatan semacam ini bisa menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap produk unggulan Indonesia dengan cara memiliki dan menggunakan produk dalam negeri,” tuturnya.
Menurut Arief, partisipasi dalam ekspo diharapkan dapat meningkatkan akses pasar dan jaringan bisnis nasabah maupun layanan ULaMM. Dengan demikian dapat meningkatkan pendapatan dan efek berganda bagi UMKM dan ULaMM, serta masyarakat sekitar. Dia pun menesgakan, pameran ini juga membuka peluang terciptanya kerjasama bisnis dan kelembagaan, tak hanya ULaMM dan nasabahnya, tetapi juga antar-pelaku UMKM.
Pemimpin PNM Cabang Tegal Annifah Zarhusna, mengatakan pameran UMKM semacam ini sangat berguna untuk membangkitkan semangat wirausaha masyarakat Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang diprakarsai oleh PNM sebagai sebuah inisiatif nasional untuk membantu pelaku UKM di Tanah Air.
“Program PKU bertujuan menghilangkan hambatan-hambatan dalam membangun bisnis UMKM, dengan menyediakan solusi yang gratis, cepat dan gampang agar bisnis mereka bertumbuh kembang,” jelasnya.
Annifah menambahkan program PKU merupakan bagian terintegrasi dari bisnis PNM sebagai BUMN yang dikhususkan bagi pemberdayaan UMK. Aktivitas pemberdayaan UMK, yang mengombinasikan bisnis pembiayaan dan peningkatan kapasitas usaha. Perusahaan juga mengharapkan terbukanya peluang kerjasama antar pelaku usaha yang turut serta dalam pameran kali ini. (zul)