Mantapkan Kebersamaan, Indo Jalito Terus Galang Kepedulian
Padang - Tanpa terasa, sudah 14 tahun Indo Jalito berkiprah. Organisasi ibu-ibu
komunitas Miangkabau di Jakarta ini terus meningkatkan kepeduliannya
terhadap masalah sosial di daerah Sumbar khususnya dan Indonesia
umumnya. Daerah yang terkena bencana pun tak luput dari perhatian
mereka.
Dalam rangka 14 tahun organisasi ini, Indo Jalito membuat
Buku Napak Tilas 14 Tahun Indo Jalito. Organisasi ibu-ibu dari komunitas
Minangkabau yang bermotto satu rasa satu asa dalam kebersamaan ini
memuat kilasan kiprahnya.
"Di ulang tahunnya yang ke-14 ini Indo Jalito
mengabadikannya dalam bentuk buku kecil yang menandai 14 tahun
perjalanan kami yang penuh ujian dan cobaan. Suka duka silih berganti
justru menjadi perekat sesama anggota dan melahirkan berbagai kegiatan
sosial yang berdampak positif," ujar Ketua Umum Indo Jalito, Nunink
Hardiman, Rabu (4/3).
Dikatakan Nunink, ikatan bathin antar anggota Indo Jalito
dilandasi keyakinan niat yang tulus dan ikhlas, insya Allah diridhoi dan
diberkahi Allah SWT. Tiap anggota menyadari mereka harus punya harapan
dan tujuan yang sama dalam perbedaan namun kokoh dalam kebersamaan.
"Inilah yang menjadi motto kami, satu rasa satu asa dalam kebersamaan.
Dengan kebersamaan kami galang kepedulian buat sesama," tegas Nunink
yang diamini Ketua I Indo Jalito, Yenny Nurdin.
Kebersamaan mereka pula yang menjadikan masalah sosial di
nusantara terutama kampung halaman Sumbar, menjadi ladang kepedulian
dalam berbagi dengan sesama. Saat tsunami Aceh, Indo Jalito ikut
menyalurkan bantuan. Begitu pula kepada korban gempa Sumbar dan
Jogyakarta.
Anak yatim disantuni, kaum dhuafa dikasihi. Para manula dan
anak-anak korban narkoba tak luput dari perhatian kaum ibu yang berasal
dari Sumbar itu. Khitanan massal hingga pemberian beasiswa dan menjadi
orang tua asuh pun mereka lakukan. Dana mereka galang dari arisan
bulanan, hasil pelaksanaan turnamen golf dan aneka kegiatan lainnya.
Juga ada sumbangan dari para donatur. Bahkan anggota yang mengantar
bantuan adalah mereka yang punya waktu luang dan atas biaya sendiri
sembari melepas rindu kepada sanak saudara.
Buku napak tilas tersebut, berisikan profile singkat Indo
Jalito, foto-foto kegiatan sosial dan bagaimana mereka menggalang dana,
serta testimoni sejumlah tokoh. Di dalam buku itu juga disebutkan
pendiri organisasi itu. Lewat bukunya, Indo Jalito seolah membuka diri
tentang organisasi mereka dan apa yang mereka lakukan. (zul)