PNM Cabang Padang Berbagi Rahasia Sukses
Padang - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM menggelar pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) bagi nasabah binaannya di Sumatera Barat. Tema yang diusung Cabang Padang adalah ‘Rahasia Menjadi Pengusaha Sukses dan Mulia’.
Tema ini diambil karena PNM menyadari masih banyak UMK yang belum mampu mengembangkan usahanya karena kendala wawasan dan pengetahuan selain masih butuhnya bantuan permodalan.
Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mendapat tugas membantu pengembangan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM), berupaya memfasilitasi nasabah binaan untuk saling bertemu sebagai sarana promosi dan koneksi bisnis. PNM juga memperkenalkan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) kepada masyarakat Kota Padang sebagai agen utama pelayanan UMKM di daerah.
Executive Vice President I PNM, Arief Mulyadi menjelaskan, sebagai lembaga profesional di bidang pemberdayaan UMK, PNM selalu berupaya untuk membantu para pelaku UMK sesuai kebutuhan mereka. Karena itu dalam melakukan suatu pelatihan, selalu dipilih tema-tema tertentu berdasarkan kondisi di setiap daerah.
Dengan demikian diharapkan kegiatan tersebut benar-benar memberikan manfaat yang optimal bagi para pelaku UMK yang menjadi peserta pelatihan tersebut.
“Aktivitas pelatihan ini diberikan secara cuma-cuma yang merupakan salah satu kelebihan dan keunikan PNM dibandingkan dengan lembaga keuangan lainnya. Pelatihan itu telah diselenggarakan di 26 Kantor Cabang PNM di Indonesia dan akan terus dilaksanakan dan dikembangkan, sehingga semakin banyak pelaku UMK yang mendapatkan pembinaan,” jelasnya.
Melalui pelatihan itu, Arief mengharapkan mampu memberikan manfaat yang optimal, sehingga secara nyata benar-benar bisa meningkatkan kinerja pelaku UMK ini. Pada akhirnya tentu diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberikan nilai tambah bagi pengembangan ekonomi lokal
PNM secara aktif dan konsisten melaksanakan kegiatan pemberdayaan UMKM di seluruh jaringan layanan ULaMM, dengan memberikan pembekalan ilmu pemasaran, ketrampilan berusaha, serta sikap optimistis dalam membangun bisnis ke depan.
Pemimpin PNM Cabang Padang, Budhi Setiawan mengatakan, pelatihan ini diikuti 100 debitur Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) dari berbagai sektor usaha di wilayah klaster Padang. Dalam pelatihan tersebut para debitur akan diberi pemahaman, motivasi, dan diskusi strategi untuk mengembangkan usaha mikronya agar lebih berkembang baik dari aspek produksi, distribusi, dan pemasaran. Menampilkan Nazaruddin Aziz sebagai pembicara dan juga pemerhati UMK setempat.
Menurut Budhi, kegiatan capacity building ini merupakan bentuk lain dari dukungan PNM dalam pengembangan kapasitas usaha UKM. Sebab, kebutuhan para pelaku UKM tidak hanya segi permodalan, namun aspek-aspek lain seperti manajemen produksi, pemasaran dan pengelolaan usaha lainnya menjadi kendala utama dalam mengembangkan usahanya. Dalam memenuhi segi pembiayaan PNM melakukannya melalui Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) yang kini sudah berdiri sampai ke desa-desa.
“Dengan memadukan antara unsur pembiayaan dan pembinaan diharapkan dapat mengoptimalkan kontribusi PNM dalam mendukung program pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
PNM Cabang Padang saat ini membawahi operasional bisnis melalui 3 klaster yaitu, Bukittinggi,
Dharmasraya dan Padang. Dengan dibantu 16 Unit Layanan Modal Mikro, sepanjang 2014 Cabang Padang berhasil mencatatkan pembiayaan kumulatih Rp390,4 miliar yang berhasil dimanfaatkan oleh 5.432 nasabah binaan. Sepanjang Januari 2015 total outstanding pembiayaan yang berhasil disalurkan sebesar Rp 101 miliar.
(zul)
Tema ini diambil karena PNM menyadari masih banyak UMK yang belum mampu mengembangkan usahanya karena kendala wawasan dan pengetahuan selain masih butuhnya bantuan permodalan.
Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mendapat tugas membantu pengembangan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM), berupaya memfasilitasi nasabah binaan untuk saling bertemu sebagai sarana promosi dan koneksi bisnis. PNM juga memperkenalkan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) kepada masyarakat Kota Padang sebagai agen utama pelayanan UMKM di daerah.
Executive Vice President I PNM, Arief Mulyadi menjelaskan, sebagai lembaga profesional di bidang pemberdayaan UMK, PNM selalu berupaya untuk membantu para pelaku UMK sesuai kebutuhan mereka. Karena itu dalam melakukan suatu pelatihan, selalu dipilih tema-tema tertentu berdasarkan kondisi di setiap daerah.
Dengan demikian diharapkan kegiatan tersebut benar-benar memberikan manfaat yang optimal bagi para pelaku UMK yang menjadi peserta pelatihan tersebut.
“Aktivitas pelatihan ini diberikan secara cuma-cuma yang merupakan salah satu kelebihan dan keunikan PNM dibandingkan dengan lembaga keuangan lainnya. Pelatihan itu telah diselenggarakan di 26 Kantor Cabang PNM di Indonesia dan akan terus dilaksanakan dan dikembangkan, sehingga semakin banyak pelaku UMK yang mendapatkan pembinaan,” jelasnya.
Melalui pelatihan itu, Arief mengharapkan mampu memberikan manfaat yang optimal, sehingga secara nyata benar-benar bisa meningkatkan kinerja pelaku UMK ini. Pada akhirnya tentu diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberikan nilai tambah bagi pengembangan ekonomi lokal
PNM secara aktif dan konsisten melaksanakan kegiatan pemberdayaan UMKM di seluruh jaringan layanan ULaMM, dengan memberikan pembekalan ilmu pemasaran, ketrampilan berusaha, serta sikap optimistis dalam membangun bisnis ke depan.
Pemimpin PNM Cabang Padang, Budhi Setiawan mengatakan, pelatihan ini diikuti 100 debitur Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) dari berbagai sektor usaha di wilayah klaster Padang. Dalam pelatihan tersebut para debitur akan diberi pemahaman, motivasi, dan diskusi strategi untuk mengembangkan usaha mikronya agar lebih berkembang baik dari aspek produksi, distribusi, dan pemasaran. Menampilkan Nazaruddin Aziz sebagai pembicara dan juga pemerhati UMK setempat.
Menurut Budhi, kegiatan capacity building ini merupakan bentuk lain dari dukungan PNM dalam pengembangan kapasitas usaha UKM. Sebab, kebutuhan para pelaku UKM tidak hanya segi permodalan, namun aspek-aspek lain seperti manajemen produksi, pemasaran dan pengelolaan usaha lainnya menjadi kendala utama dalam mengembangkan usahanya. Dalam memenuhi segi pembiayaan PNM melakukannya melalui Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) yang kini sudah berdiri sampai ke desa-desa.
“Dengan memadukan antara unsur pembiayaan dan pembinaan diharapkan dapat mengoptimalkan kontribusi PNM dalam mendukung program pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
PNM Cabang Padang saat ini membawahi operasional bisnis melalui 3 klaster yaitu, Bukittinggi,
Dharmasraya dan Padang. Dengan dibantu 16 Unit Layanan Modal Mikro, sepanjang 2014 Cabang Padang berhasil mencatatkan pembiayaan kumulatih Rp390,4 miliar yang berhasil dimanfaatkan oleh 5.432 nasabah binaan. Sepanjang Januari 2015 total outstanding pembiayaan yang berhasil disalurkan sebesar Rp 101 miliar.
(zul)
