Header Ads

  • Breaking News

    Murid TK Hauriyah Halum Divaksin Difteri

    Padang - Menyikapi imbauan Walikota Padang, TK/PAUD Hauriyah Halum melaksanakan vaksinasi difteri di sekolah mereka. Pimpinan TK/PAUD menerima tim paramedis Puskesmas Alai yang terdiri dari Fauzia Novita, D Hanid. Ada juga Andika, dokter muda dari Fakultas Kedokteran Unand.

    “Hauriyah Halum mendukung program pemerintah Kota Padang. Apalagi kegiatan bermanfaat bagi anak-anak PAUD kami,” ujar Kepala TK/PAUD Hauriyah Halum, Nina Ramayenda

    Dikatakan Nina, sebelumnya ada surat edaran Dinas Kesehatan Kota Padang No. 27/HC-Alai/II/2014 tentang kegiatan distribusi vitamin A dan imunisasi difteri untuk anak-anak prasekolah yang diadakan Kamis (12/2). Pihaknya tentu saja mendukung pelaksanaan kegiatan yang amat bermanfaat bagi anak-anak PAUD Hauriyah Halum.

    “Kita tentu tidak ingin anak-anak kita terkena penyakit menular. Apalagi ada kejadian luar biasa difteri di kota ini. Alhamdulillah orangtuanya mendukung kami, bahkan menyempatkan diri hadir,” ungkap Nina.
    Dikatakan Fauzia Novita, kedatangan mereka ke sekolah-sekolah sesuai instruksi pimpinan Puskesmas Alai, dr Ina Rokhendri Azwar.

    Sejak awal Februari, dia dan paramedis lainnya mendatangi sekolah-sekolah di Alai Pondok Kopi dan Gunung Pangilun yang menjadi wilayah kerja Puskesmas Alai.

    Dikatakan perempuan yang akrab dipanggil Vita itu, sambutan dari sekolah sangat baik. Malah ada yang datang ke Puskesmas meminta imunisasi difteri dilaksanakan di sekolahnya.
    Imunisasi ini dilakukan tiga kali untuk tiap anak. Setelah yang pertama, imunisasi diberikan sebulan lagi dan enam bulan berikutnya.

    Ditambahkan Andika, sebagaimana yang dijelaskan tim, difteri sangat berbahaya. Kalau abai terhadap imunisasinya, anak bakal mudah terserang coryne bacterium diftheria yang tersebar di udara. Jika terserang, maka timbul plak di sekitar tonsil (amandel). Peradangan bisa menyebabkan sesak nafas. Bakteri ini juga bisa menyerang jantung dan organ vital lainnya, sehingga bisa menyebabkan kematian.

    Yulistia, Dosen Fakultas Ekonomi Unes yang melihat buah hatinya Naira, 3 dan Alfi, 19 bln, diimunisasi, mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap anak. Kedatangan tim dari Puskesmas Alai dipandangnya amat membantu para orangtua. “Kadang orangtua lupa mengimunisasi anaknya lantaran sibuk bekerja. Kami amat terbantu jadinya. Ini penyakit berbahaya,” ucapnya. (zul)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728