Dukung Kompetisi Peraga Berbahan Sampah, GCI Lakukan Rekrutmen Khusus
Padang - Sinergi antara Tim 8, Keluarga Alumni Teknik Universitas Andalas dan Pemko Padang untuk melaksanakan kompetisi 3R Creative Media Award mendapat dukungan dari komunitas mahasiswa teknik lingkungan dan kesehatan masyarakat Universitas Andalas.
Anak-anak muda yang menamakan dirinya Green Creative Indonesia (GCI) ini bakal mendukung penuh kegiatan itu. Kompetisi alat peraga berbahan utama sampah sangat bagus untuk memotivasi serta menstimulasi peran aktif generasi muda, terutama siswa SMA/SMK/ MA di Sumbar umumnya dan di Kota Padang khususnya untuk lebih memahami ranah konkret dari pelajaran sains plus peduli terhadap lingkungan.
“Kami sebagai komunitas yang memiliki misi berperan aktif dalam pelestarian lingkungan dan pemberdayaan kesehatan masyarakat melalui kreatifitas pendidikan generasi muda, sangat mendukung kegiatan ini”, ujar Ketua GCI, Aldilla Afriani Alda, Sabtu (10/5).
Dilla menilai, kompetisi ini cara tepat untuk menyalurkan kreatifitas generasi muda sekaligus aktualisasi pemahaman pelajaran yang didapat di sekolah. Diharapkan acara ini bisa menjadi ajang kreatifitas pelajar di bidang persampahan berdampak sosial (social engineering) yang positif serta lebih luas di masyarakat berupa peningkatan tingkat kesehatan.
Jebolan Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Andalas ini menjelaskan, kegiatan 3R Creative Media Award 2014 ini suatu terobosan peran aktif masyarakat yang disambut antusias oleh Pemko Padang dengan kesediaan menjadi tuan rumah penyelenggaran kompetisi plus ekspo perdana SMA/SMK/MA se-Sumbar setelah sebelumnya direkomendasi oleh Dinas Pendidikan Provinsi ke seluruh Dinas Pendidikan Kab/Kota se-Sumatera Barat.
Meskipun secara amanat Undang-Undang nomor 18 Tahun 2008 khususnya Pasal 6 tentang Tugas Pemerintah, leading sector program ini ada pada Kementerian Pekerjaan Umum yaitu Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Dirjen Cipta Karya. Namun kompetisi juga salah satu bentuk penerapan Kurikulum 2013 yaitu menerapkan pelajaran dalam ranah konkret oleh para siswa setingkat SMA untuk KI (Kompetensi Inti) serta KD (Kompetensi Dasar) Pelajaran Sains setingkat SMP.
Dinas Prasjal Tarkim Provinsi Sumatera Barat sendiri memberi “lampu hijau” menggunakan fasilitas dinas untuk penyelenggaraan kompetisi perdana ini.
Di Satker PPLP Dirjend Cipta Karya, program ini lebih dikenal dengan Program 3R yaitu pemanfaatan kembali sampah (reuse) seperti memakai kembali kantong kresek (assoy -red), mengurangi timbulan sampah (reduce) seperti memilih sapu tangan dibandingkan tissue serta mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat (recycle) seperti media belajar kreatif ini.
Khusus media belajar kreatif itu harus memiliki syarat antara lain; Murah yaitu berbahan utama sampah rumahtangga, mudah dalam membuat dan menggunakan media belajar secara sederhana, Aman yaitu media belajar aman digunakan karena bebas dari sampah kategori B3. Sementara itu, ranah kreatifitas teknologi generasi muda merupakan salah satu perhatian utama Kementerian Riset dan Teknologi terutama melalui Deputi Bidang Pendayagunaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Dilla menambahkan, bahwa dia bersama rekan-rekannya Green Creative Indonesia sangat mengapresiasi Tim 8 sebagai fasilitator kreatifitas IPTEK generasi muda dan Pemko Padang sebagai pihak pemerintah pengemban amanat UU 18 Tahun 2008. Bahkan Pemko Padang sudah memperlihatkan aplikasi nyata sinkronisasi dan koordinasi lintas sektoral inovasi program di lingkungan Pemko Padang dengan membentuk Panitia Gabungan Tim 8, KATUA dengan Pemko yang melibatkan Sekretariat Daerah, Dinas Prasjal Tarkim, Dinas Kebersihan Pertamanan, Dinas Pendidikan sebagai barisan terdepan panitia bidang kerja serta dinas-dinas terkait lainnya panitia bidang pendukung kegiatan.
Makanya, GCI sangat optimis program yang diinisiasi oleh Tim 8 dan didukung oleh KATUA, Pemprov Sumbar serta Pemko Padang ini bisa menjadi cikal bakal kompetisi nasional di ranah afektif psikomotorik siswa melengkapi berbagai ajang kompetisi nasional siswa diranah kognitif dan non kognitif yang sudah ada.
Rekrutmen khusus
Sebagai bentuk dukungan terhadap Kompetisi 3R itu, GCI menyelenggarakan rekrutmen khusus. Mereka sudah melakukan dua tahapan rekrutmen yaitu administratif dan interview. GCI bakal memilih dari 46 calon yang lulus seleksi administrasi untuk diinterview.
Menurut Dilla, para calon menjalani proses wawancara untuk mengetahui latar belakang calon yang meliputi sikap dan pandangan mereka tentang kegiatan sosial kemasyarakatan serta kemampuan mereka beradaptasi ser ta bekerja dalam sebuah tim. Kompetensi mereka juga di-perhatikan sehingga mereka diharapkan juga berkontribusi optimal bagi GCI khu-susnya, generasi muda umum nya di masa depan. (zul)
Anak-anak muda yang menamakan dirinya Green Creative Indonesia (GCI) ini bakal mendukung penuh kegiatan itu. Kompetisi alat peraga berbahan utama sampah sangat bagus untuk memotivasi serta menstimulasi peran aktif generasi muda, terutama siswa SMA/SMK/ MA di Sumbar umumnya dan di Kota Padang khususnya untuk lebih memahami ranah konkret dari pelajaran sains plus peduli terhadap lingkungan.
“Kami sebagai komunitas yang memiliki misi berperan aktif dalam pelestarian lingkungan dan pemberdayaan kesehatan masyarakat melalui kreatifitas pendidikan generasi muda, sangat mendukung kegiatan ini”, ujar Ketua GCI, Aldilla Afriani Alda, Sabtu (10/5).
Dilla menilai, kompetisi ini cara tepat untuk menyalurkan kreatifitas generasi muda sekaligus aktualisasi pemahaman pelajaran yang didapat di sekolah. Diharapkan acara ini bisa menjadi ajang kreatifitas pelajar di bidang persampahan berdampak sosial (social engineering) yang positif serta lebih luas di masyarakat berupa peningkatan tingkat kesehatan.
Jebolan Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Andalas ini menjelaskan, kegiatan 3R Creative Media Award 2014 ini suatu terobosan peran aktif masyarakat yang disambut antusias oleh Pemko Padang dengan kesediaan menjadi tuan rumah penyelenggaran kompetisi plus ekspo perdana SMA/SMK/MA se-Sumbar setelah sebelumnya direkomendasi oleh Dinas Pendidikan Provinsi ke seluruh Dinas Pendidikan Kab/Kota se-Sumatera Barat.
Meskipun secara amanat Undang-Undang nomor 18 Tahun 2008 khususnya Pasal 6 tentang Tugas Pemerintah, leading sector program ini ada pada Kementerian Pekerjaan Umum yaitu Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Dirjen Cipta Karya. Namun kompetisi juga salah satu bentuk penerapan Kurikulum 2013 yaitu menerapkan pelajaran dalam ranah konkret oleh para siswa setingkat SMA untuk KI (Kompetensi Inti) serta KD (Kompetensi Dasar) Pelajaran Sains setingkat SMP.
Dinas Prasjal Tarkim Provinsi Sumatera Barat sendiri memberi “lampu hijau” menggunakan fasilitas dinas untuk penyelenggaraan kompetisi perdana ini.
Di Satker PPLP Dirjend Cipta Karya, program ini lebih dikenal dengan Program 3R yaitu pemanfaatan kembali sampah (reuse) seperti memakai kembali kantong kresek (assoy -red), mengurangi timbulan sampah (reduce) seperti memilih sapu tangan dibandingkan tissue serta mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat (recycle) seperti media belajar kreatif ini.
Khusus media belajar kreatif itu harus memiliki syarat antara lain; Murah yaitu berbahan utama sampah rumahtangga, mudah dalam membuat dan menggunakan media belajar secara sederhana, Aman yaitu media belajar aman digunakan karena bebas dari sampah kategori B3. Sementara itu, ranah kreatifitas teknologi generasi muda merupakan salah satu perhatian utama Kementerian Riset dan Teknologi terutama melalui Deputi Bidang Pendayagunaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Dilla menambahkan, bahwa dia bersama rekan-rekannya Green Creative Indonesia sangat mengapresiasi Tim 8 sebagai fasilitator kreatifitas IPTEK generasi muda dan Pemko Padang sebagai pihak pemerintah pengemban amanat UU 18 Tahun 2008. Bahkan Pemko Padang sudah memperlihatkan aplikasi nyata sinkronisasi dan koordinasi lintas sektoral inovasi program di lingkungan Pemko Padang dengan membentuk Panitia Gabungan Tim 8, KATUA dengan Pemko yang melibatkan Sekretariat Daerah, Dinas Prasjal Tarkim, Dinas Kebersihan Pertamanan, Dinas Pendidikan sebagai barisan terdepan panitia bidang kerja serta dinas-dinas terkait lainnya panitia bidang pendukung kegiatan.
Makanya, GCI sangat optimis program yang diinisiasi oleh Tim 8 dan didukung oleh KATUA, Pemprov Sumbar serta Pemko Padang ini bisa menjadi cikal bakal kompetisi nasional di ranah afektif psikomotorik siswa melengkapi berbagai ajang kompetisi nasional siswa diranah kognitif dan non kognitif yang sudah ada.
Rekrutmen khusus
Sebagai bentuk dukungan terhadap Kompetisi 3R itu, GCI menyelenggarakan rekrutmen khusus. Mereka sudah melakukan dua tahapan rekrutmen yaitu administratif dan interview. GCI bakal memilih dari 46 calon yang lulus seleksi administrasi untuk diinterview.
Menurut Dilla, para calon menjalani proses wawancara untuk mengetahui latar belakang calon yang meliputi sikap dan pandangan mereka tentang kegiatan sosial kemasyarakatan serta kemampuan mereka beradaptasi ser ta bekerja dalam sebuah tim. Kompetensi mereka juga di-perhatikan sehingga mereka diharapkan juga berkontribusi optimal bagi GCI khu-susnya, generasi muda umum nya di masa depan. (zul)