TK Hauriyah Halum Berbagi dengan Anak Berkebutuhan Khusus
Padang - Mulai dari yang terdekat. Itulah patron dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan TK (Taman Kanak-kanak) Hauriyah Halum. Proses pem belajaran di sana juga dimulai dari lingkungan sekitar sekolah. Kreatifitas anak ditumbuhkan juga dari bahan bekas.Kebahagiaan di usia kedua, juga dibuat lebih bermakna lewat berbagi dengan sekolah terdekat dengan anak. Pilihan jatuh kepada Sekolah Autis Yayasan Mitra Ananda, Lapai.
Di sana, anak-anak TK Hauriyah Halum mengadakan aneka permainan bersama teman baru mereka itu. Mereka juga memberikan kado kepada anak-anak yang bersekolah di Mitra Ananda.
“Kita ingin memberitahukan kepada anak untuk memahami ada temannya yang agak berbeda dari mereka. Mereka diajar untuk mau mau bersimpati dan berempati sejak dini,” ujar Kepala TK Hauriyah Halum, Nina Ramayenda.
Nina mengungkapkan, anak berkebutuhan khusus juga makhluk ciptaan Allah SWT. Mereka punya hak untuk menikmati kehidupan ini. Jika anak normal dilatih untuk peduli kepada mereka sejak dini, diharapkan saat menjadi pemimpin, bisa lebih baik dalam menghadapi mereka.
Malah Nina berharap penyelenggara pendidikan sejak usia dini bisa memberikan tempat bagi anak berkebutuhan khusus. Mereka perlu sosialisasi agar merasa berharga dan bisa menjalani kehidupan ini dengan penuh percaya diri. Dan Nina juga telah menerima satu dua anak itu sebagai peserta didik di TK yang dia pimpin.
Perhatian yang diberikan TK Hauriyah Halum diapresiasi Kepala Sekolah Autis Yayasan Mitra Ananda, Hadianto Helmi. Dia menilai empati dan simpati yang diberikan kepada anak didiknya sangat bermanfaat. Membantu proses sosialisasi yang jadi salah satu program utama di sekolah itu.
Bentuk perhatian yang diberikan oleh berbagai pihak sangat membantu anak autis yang biasanya menyendiri bisa beradaptasi dengan lingkungannya. Selain itu, juga membantu orangtua mereka untuk tidak malu mempunyai anak seperti mereka. Sebab, masih ada harapan 30% anak autis bisa ikut belajar di sekolah umum.
Hasnawati, orangtua anak autis yang bernama Azzam Haidar Alfari pun bergembira melihat keakraban tersebut. Dia merasa terharu, masih banyak yang peduli.
Dia pun mengaku sempat shock mendapatkan kenyataan pada tiga tahun lalu. Azzam luka kepalanya dan harus dijahit. Secara perlahan namun pasti, Azzam mengalami perubahan hingga seperti ini. Di tengah keramaian itu dia merasa ketakutan. Dia lebih banyak menangis kendati sesekali ikut permainan juga.
Hasnawati bertekad untuk terus berusaha agar anaknya bisa seperti sediakala. Selain mengikuti terapi sambil sekolah di Mitra Ananda, dia pun bakal lebih sering mengajak anaknya berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Banyak peminat
Nina gembira mendapat kenyataan bahwa acara seminar, workshop dan perlombaan yang digelar TK Hauriyah Halum akhir pekan ini mendapat sambutan luas. Sudah ratusan peserta yang mengkonfirmasi kehadirannya dalam acara di Palanta, Sabtu dan Minggu (26 dan 27 April).
Bahkan Dinas Pendidikan Pesisir Selatan memberitahu bahwa 30 peserta dikirim ke ajang itu. “Ketika diteliti lebih, ternyata mereka berasal dari TK di Indrapura, di ujung paling Selatan kabupaten itu,” ujar Nina sambil tersenyum.
Kabupaten Limapuluh Kota, pun mengirim perwakilannya. Dinas terkait di sana mewajibkan satu kecamatan mengirim perwakilannya. Biayanya atas tanggungan dari kecamatan.
Ada juga peserta dari Pulau Punjung (Dharmasraya), Sijunjung dan lainnya. Hanya saja, peserta dari Padang masih kurang. Menurut Nina, yang paling semangat mengikuti acara adalah sekolah di Kecamatan Koto Tangah dan Padang Barat. (zul)