Dinas Koperasi Sosialisasikan KUR ke Daerah
Padang - Masih banyak pelaku usaha yang belum paham tentang kredit usaha rakyat yang telah dicanangkan KementerianKoperasi dan UKM. Untuk itu Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar terus melakuka sosialisasi KUR ini kepada pelaku usaha yang usahanya telah cukup bagus perkembangannya alias produktif (feasible) namun belum memenuhi syarat untuk meminjam ke perbankan (bankable).
“Dari tinjauan kita di lapangan dan hasil sinergitas antara Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar dengan dinas atau bidang terkait di daerah, maka kegiatan sosialisasi KUR ini tetap kita prioritaskan,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Achmad Charisma, Rabu (22/4).
Kepala Dinas yang diwakili Kabid PUMKM, Desmadi Idrus menyatakan sosialisasi KUR dilaksanakan di sejumlah daerah. Pilihan ini didasarkan pertimbangan, pelaku UMKM tidak terlalu lama meninggalkan dapur produksinya. Juga lebih menjamin variasi dan UMKM yang mengikutinya.
Sosialisasi dengan sistem ini telah dilaksanakan di Padang Panjang, Senin lalu. Dan sukses. Acara yang diselenggarakan bersama dengan Dinas Koperasi UMKM, Perindag Kota Padang Panjang itu diikuti oleh 30 pelaku usaha di daerah itu. Narasumbernya dari dua lembaga perbankan. Satu dari BUMN dan satu BUMD.
Hendriyanto dari perwakilan Bank Nagari menjelaskan bagaimana kiat sukses mendapatkan kredit, hal-hal yang harus dihindari agar tidak ditolak bank. Dikatakannya KUR lebih mudah didapat jika usaha telah berjalan dan menguntungkan/prospektif, memiliki legalitas, bisa menunjukkan keunggulan dan keunikan usaha yang dipunyai serta memiliki rencana pemanfaatan yang pasti sekaligus rencana pengembaliannya.
Dia juga menyarankan agar pemohon KUR mempersiapkan job description dan kaderisasi, menyiapkan sharing dana sendiri dan agunan tambahan yang cukup. Penting juga dipahami ketentuan kredit yang diajukan sekaligus menegosiasikannya. Peminjam juga dijelaskan keuntungan jika memilih bunga flat dan bisa melunasinya sebelum jatuh tempo.
Sementara Yunizar Chan dari BRI Cabang Padang Panjang lebih banyak menguraikan tentang KUR Ritel yang mereka bagi menjadi kredit modal kerja dan kredit investasi. Pemohon KUR hanya berhak mendapatkan satu jenis kredit dalam satu waktu.
Dia juga menjelaskan kemungkinan KUR untuk tanaman keras baik secara individu atau melalui koperasi (sistem linkage). Namun BRI Padang Panjang juga memberikan KUR Mikro. Menurut Data per 31 Desember 2013, bank yang mempunyai 6 unit mulai dari Sicincin hingga Batipuh ini telah menyalurkan KUR sebesar Rp18,48 miliar. Jumlah debiturnya mencapai 2.616. Sementara untuk KUR Ritel, telah disalurkan Rp5,9 miliar untuk 42 debitur.
Baik Hendriyanto maupun Yunizar Chan menegaskan bahwa jaminan yang diminta kepada pemohon KUR lebih ringan. Bunga yang diterapkan pun lebih rendah. Mereka juga mengingatkan bahwa KUR bukan hibah, melainkan pinjaman yang harus dibayar. (zul)
foto: KUR.jpg
Suasana sosialisasi KUR di Padang Panjang yang diberikan oleh perwakilan Bank Nagari dan BRI Cabang Padang Panjang. (ist)
“Dari tinjauan kita di lapangan dan hasil sinergitas antara Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar dengan dinas atau bidang terkait di daerah, maka kegiatan sosialisasi KUR ini tetap kita prioritaskan,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Achmad Charisma, Rabu (22/4).
Kepala Dinas yang diwakili Kabid PUMKM, Desmadi Idrus menyatakan sosialisasi KUR dilaksanakan di sejumlah daerah. Pilihan ini didasarkan pertimbangan, pelaku UMKM tidak terlalu lama meninggalkan dapur produksinya. Juga lebih menjamin variasi dan UMKM yang mengikutinya.
Sosialisasi dengan sistem ini telah dilaksanakan di Padang Panjang, Senin lalu. Dan sukses. Acara yang diselenggarakan bersama dengan Dinas Koperasi UMKM, Perindag Kota Padang Panjang itu diikuti oleh 30 pelaku usaha di daerah itu. Narasumbernya dari dua lembaga perbankan. Satu dari BUMN dan satu BUMD.
Hendriyanto dari perwakilan Bank Nagari menjelaskan bagaimana kiat sukses mendapatkan kredit, hal-hal yang harus dihindari agar tidak ditolak bank. Dikatakannya KUR lebih mudah didapat jika usaha telah berjalan dan menguntungkan/prospektif, memiliki legalitas, bisa menunjukkan keunggulan dan keunikan usaha yang dipunyai serta memiliki rencana pemanfaatan yang pasti sekaligus rencana pengembaliannya.
Dia juga menyarankan agar pemohon KUR mempersiapkan job description dan kaderisasi, menyiapkan sharing dana sendiri dan agunan tambahan yang cukup. Penting juga dipahami ketentuan kredit yang diajukan sekaligus menegosiasikannya. Peminjam juga dijelaskan keuntungan jika memilih bunga flat dan bisa melunasinya sebelum jatuh tempo.
Sementara Yunizar Chan dari BRI Cabang Padang Panjang lebih banyak menguraikan tentang KUR Ritel yang mereka bagi menjadi kredit modal kerja dan kredit investasi. Pemohon KUR hanya berhak mendapatkan satu jenis kredit dalam satu waktu.
Dia juga menjelaskan kemungkinan KUR untuk tanaman keras baik secara individu atau melalui koperasi (sistem linkage). Namun BRI Padang Panjang juga memberikan KUR Mikro. Menurut Data per 31 Desember 2013, bank yang mempunyai 6 unit mulai dari Sicincin hingga Batipuh ini telah menyalurkan KUR sebesar Rp18,48 miliar. Jumlah debiturnya mencapai 2.616. Sementara untuk KUR Ritel, telah disalurkan Rp5,9 miliar untuk 42 debitur.
Baik Hendriyanto maupun Yunizar Chan menegaskan bahwa jaminan yang diminta kepada pemohon KUR lebih ringan. Bunga yang diterapkan pun lebih rendah. Mereka juga mengingatkan bahwa KUR bukan hibah, melainkan pinjaman yang harus dibayar. (zul)
foto: KUR.jpg
Suasana sosialisasi KUR di Padang Panjang yang diberikan oleh perwakilan Bank Nagari dan BRI Cabang Padang Panjang. (ist)
