Kiprah Al Tara, Pengabdian tak Bertepi
Padang - Pengabdian tanpa batas dan peduli rakyat Sumatera Barat yang dilakukan keluarga besar anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar, HM.Azwir Dainy Tara bukan sekedar jargon politik.Buktinya, anggota DPR yang telah tiga periode berturut-turut menjadi wakil rakyat dari Dapil I Sumbar ini setia bersama masyarakat yang mengantarkannya ke Senayan.
Pada perhelatan demokrasi, Azwir kembali dicalonkan Partai Golkar sebagai anggota DPR dari Dapil I Sumbar dengan nomor urut 2. Tetapi, dirinya tidak seorang diri.
Pada dapil berbeda ada tiga putra dan putri yang ikut mencalonkan diri sebagai wakil rakyat guna melanjutkan perjuangan Azwir demi percepatan pembangunan di Sumatera Barat.
Selain HM.Yamin Ferrianto Tara yang akan maju sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) utusan Sumatera Barat, juga ada Ananda Mutiara Rezeky Tara yang dicalonkan sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk Dapil II Sumbar dengan nomor urut 7 dan Muhammad Khomeiny Tara sebagai calon anggota DPRD Sumatera Barat yang akan mewakili Agam dan Bukittinggi.
Sementara, putra bungsunya Muhammad Danny Soeharto Tara akan mencalonkan diri pula sebagai anggota DPRD Jakarta.
“Ruang pengabdian itu masih terbentang luas, anak-anak saya ingin melanjutkan pengabdian yang telah saya lakukan selama ini. Mereka telah aktif membina berbagai kegiatan kemasyarakatan sejak 2007 silam, jadi wajar mereka ingin berbuat lebih baik lagi untuk kemajuan kampung halamannya,” kata Azwir dalam rentetan kunjungannya ke Sumatera Barat.
Meskipun dalam pencalonan ketiga anak-anaknya mendapat beragam tanggapan dari berbagai kalangan, tetapi Azwir Dainy Tara menilai semuanya tergantung pilihan masyarakat. Apalagi, paradigma masyarakat sudah jauh berubah, tidak pragmatis lagi seperti beberapa kali pemilihan umum sebelumnya.
“Siapa yang berbuat, itulah yang akan dipilih masyarakat dan saya sudah membuktikannya, sehingga bisa tiga kali berturut-turut menjadi wakil rakyat. Bagi saya yang paling sulit adalah menjaga kepercayaan masyarakat yang diberikan kepada saya dan alhamdulilah saya masih bisa untuk menjalankan amanah tersebut,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP KUKMI itu.
Khusus kepada anak-anaknya, lanjut Azwir Dainy Tara, mereka tidak di didik untuk menjadi politikus kacangan yang hanya memberikan janji-janji dan kenal dengan masyarakat apabila akan pemilu saja.
Tetapi, mereka diajarkan untuk terus berbuat dan berbuat dalam memajukan pembangunan di Sumatera Barat, sehingga mereka bisa mengayomi berbagai kegiatan masyarakat di berbagai daerah jauh-jauh hari sebelum mereka dicalonkan oleh partai. Mereka dilatih untuk bersimpati terhadap orang lain dan mudah berempati kepada masyarakat yang membutuhkan.
Disampaikan Azwir, khusus untuk HM.Yamin Ferrianto Tara atau yang lebih akrab disapa Yamin Tara yang mencalonkan diri sebagai anggota DPD. Memang sengaja memilih maju sebagai calon independen untuk memperjuangkan pembangunan di Ranah Minang. Apalagi jalur DPD memiliki peranan penting dalam mendorong proses otonomi daerah sesuai dengan Undang-undang 22/1999.
“Sebagai lembaga negara, DPD adalah independen di luar jalur partai. Posisi ini memiliki peranan yang sangat penting dalam tatananan pemerintahan pusat dan daerah, sehingga dengan majunya Yamin Tara sebagai calon DPD akan bisa memperjuangkan berbagai aspek pembangunan yang selama ini belum begitu terakomodir melalui peranan DPR-RI,” urai Azwir Dainy Tara.
Sementara itu, lanjutnya, Ananda Mutiara Rezeky Tara yang lebihdikenal masyarakat dengan panggilan Mutia Tara akan mewakili keterwakilan kaum perempuan di parlemen pusat. Apalagi, keterwakilan perempuan Sumatera Barat di lembaga DPR sangat minim sekali bahkan bisa dikatakan tidak ada.
“Dari beragam kegiatan yang dilaksanakan Mutia Tara bersama Yamin Tara dan Donny Tara di berbagai daerah di Sumatera Barat, respon masyarakat cukup bagus. Apalagi mereka adalah generasi muda yang ingin memajukan kampung halamannya dari berbagai ketertinggalan pembangunan selama ini,” cerita Azwir Dainy Tara tentang berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan oleh putra dan putrinya.
Meskipun lahir dan dibesarkan jauh dari kampung halamannya, jelas Azwir Dainy Tara, tetapi perhatian ketiga putra dan putrinya terhadap Ranah Minang cukup besar. Perhatian tersebut juga didorong oleh keprihatinan mereka terhadap sebagian besar masyarakat Sumatera Barat yang masih dibelenggu oleh kemiskinan dan keterbelakangan pembangunan.
“Ke depan, itulah yang akan menjadi ranah perjuangan mereka bagi Sumatera Barat. Mudah-mudahan niat yang tulus ini juga mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat di kampung halaman. Jika tidak kita yang berbuat, siapa lagi. Jika tidak sekarang, kapan lagi,” pungkas Azwir yang memeliki darah campuran dari Cupak, Kabupaten Solok dan Palembayan, Agam. (zul)