Header Ads

  • Breaking News

    Kepergian Syafrizal Begitu Mengejutkan Kami

    Padang - Tiga hari sudah kepergian Syafrizal beserta isteri Fetrini Rahayu dan putrinya Aulia Khanza. Warga di RT3 RW14 Kelurahan Surau Gadang, Nanggalo Padang yang mengenal mereka seolah tak percaya dengan kejadian itu. Ada yang merasa kehilangan saudara, kehilangan kakak bahkan ada yang merasa kehilangan cucu.

    “Saya sampai kini masih kehilangan sosok kakak sekaligus bapak. Badan sampai menggigil  dan terus beriba hati hingga kini,” ujar Rezki Ihsan Rizaldi, mahasiswa Universitas Bung Hatta yang kos di rumah induk tempat Syafrizal mengontrak, Jalan Handayani no.20 Padang, Kamis (27/2).

    Mahasiswa jurusan teknik sipil angkatan 2011 yang akrab dipanggil Ihsan ini begitu sedih dengan kepergian keluarga itu akibat kecelakaan maut di Sicincin, Minggu (23/2).  Apalagi ada anaknya yang sedang kritis di rumah sakit. Ihsan merasa sangat dekat dengan almarhum dan almarhumah.

    Mereka kenal baru enam bulan lalu, sejak mengontrak bersama empat temannya di rumah tersebut. Namun banyak hal yang jadi kenangan manis. Dikatakannya, Syaf sering menginspirasi, bahkan mengajak Ihsan untuk mampu hidup mandiri. Syaf pun menyalurkan keahlian Ihsan dalam menggambar teknik ke konsultan kenalannya.

    Ihsan mengaku sering dibantu oleh isteri Syaf. Bila kiriman dari kampung telat, Fetrini yang akrab dipanggil Opet jadi tempat mengadu. “Uni tidak pernah menolak. Sekalipun saat itu dia sedang susah, uni selalu bertanya berapa Ihsan perlu,” ungkapnya.

    Yang paling berkesan bagi Ihsan adalah pinjaman itu tak pernah ditagih. Hanya menunggu Ihsan punya kelebihan uang saku untuk membayarnya. 

    Sosok Khanza pun masih melekat dalam ingatan Ihsan. Anak perempuan Syaf ini sering minta diajari menggambar. Sehari sebelum pulang kampung itu pun sebenarnya dia mau minta diajari lagi, namun karena melihat Ihsan yang terbaring sakit dia urung masuk.

    Tentang Khanza juga jadi cerita Kaharuddin Sutan Pamenan, penjual beras yang berdekatan dengan kedai yang disewa Syaf di kawasan Jalan Pondok Kopi. Anak perempuan yang ceriwis itu, selalu mengingat dia jika membeli sesuatu. “Ini untuk inyiek,” katanya.

    Khanza juga kerap mengantarkan sambal atau makanan yang dibuat ibunya ke Sutan Pamenan. Bahkan Opet sering membantu menyapu halaman kedai berasnya di pagi hari.

    Kawan satu kos Ihsan, Bagus merasa kehilangan kawan bermain PS-nya. Puja yang bernama lengkap Yuzalma Zakiah yang dulu jadi saingan bermain game, kini terbaring lemah di rumah sakit.

    Yuli Afretty, penjual katupek pitalah langganan Syaf juga mengaku kehilangan. Kala terjaga malam tak sadar dia berusaha melihat ke arah kedai Syaf di seberang jalan. Biasanya jam dua dan jam tiga dinihari lampu kedai Syaf masih menyala. Pria gempal itu sering begadang mengerjakan orderannya yang terus bertambah.

    Syaf yang dikenalnya sebagai pribadi santun yang suka kerja keras itu, juga penyayang kepada isteri dan anaknya. Jika isterinya tidak masak hari, maka Syaf akan minta memesan nasi goreng atau nasi soto ke kedai Rit itu.

    Bahkan di pekan terakhir kepergian Syaf, Rit iseng pergi ke kedainya. Kala itu Syaf sedang menggunting-gunting foto keluarganya buat dimasukkan album. Foto bersama paling besar dan ada guntingan foto masing-masing keluarga di bawahnya. Namun Rit tak menjelaskan apakah ada Puja di tempelan foto itu atau tidak.

    Ada yang tak Biasa
    Ihsan mengatakan saat wc mampet. Opet yang membantunya bicara dengan pemilik rumah. Opet juga membantu uang untuk perbaikan. Setelah itu dia berkata, ”Ibuk hanya dua bulan lagi tinggal di sini, kalian pandai-pandai ya.”

    Lama Ihsan termenung, dan jawaban dari tanya di hatinya adalah Minggu sore yang naas tersebut. Kawannya Ilham juga pernah mendengar Opet berkata kepada Puja, agar jadi anak baik, karena dia akan tinggal sendirian.

    Ketua RT3/RW14, Kemrialdy pun menangkap hal ganjil. Sebulan belakangan, Opet selalu mencari Puja jika waktu makan siang atau menjelang maghrib. Biasanya Puja dibiarkan pulang sendiri, dia bebas bermain di komplek tentara di Jalan Handayani Siteba itu. Ken, begitu dia dipanggil, pernah menanyakan ke tempat di mana Puja bermain, kenapa Puja dijemput ibunya.  

    Kini penggalan cerita itu mungkin jadi kisah bagi yang pernah kenal Syaf dan keluarganya. Mereka berharap amal baik almarhum dan almarhumah menjadi tiket bagi mereka untuk mendapat syurga Allah SWT. Yang jelas, warga RT3/RW14 mengingat mereka sebagai warga yang baik. Warga pun terus mengikuti perkembangan Puja. Malam tadi, Warga pun menyerahkan bantuan kepada mamak Puja di Rumah Sakit M. Djamil. (zul)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728