Reservasi All In One di Pantai & Gleneagles Hospitals
Kuala Lumpur - Pantai & Gleneagles Hospitals benar-benar berupaya memanjakan pasiennya. Mereka mampu memberi kesan baik dan nyaman.
Tempat reservasinya mengadopsi reservasi hotel. Pasien terutama pasien internasional bakal mendapat berbagai kemudahan.
Mereka diberi informasi detil tentang dokter yang bakal menangani penyakit mereka. Call centre akan mengatur jadwal pertemuan dengan dokter, pengobatan selanjutnya. Kedatangan hingga kepulangan pasien pun diatur mereka. Bahkan keluarga yang menyertai pasien diuruskan pula penginapan mereka di sana. Sesuai kebutuhan keluarga pasien tersebut.
Selain itu, berdekatan dengan loket reservasi ada semacam pusat perbelanjaan yang terintegrasi dengan rumah sakit. Letaknya di dalam rumah sakit dan ditata sedemikian rupa. Sepertinya mereka ingin memberi kesan pada pasien bahwa berobat di sana harus dinikmati, layaknya menikmati rehat di tempat hiburan atau shopping di pusat perbelanjaan.
Pasien atau keluarganya bisa makan dan minum sembari menunggu giliran mereka. Ruang tunggu di tiap instalasi mereka pun dibuat nyaman.
Para dokter di sana juga berbagi bagaimana mereka menangani pasiennya, menumbuhkan kepercayaan dan harapan sembuh kepada pasien. Tak lupa mereka menyatakan bagaimana rumah sakit mengirim mereka untuk mendapatkan pendidikan dan wawasan keilmuan di negara-negara yang sudah maju ilmu medisnya.
Delegasi juga berkesempatan melihat-lihat fasilitas dan layanan yang tersedia di sana. Terpampang jelas betapa mereka mampu memberi kesan bagus pada pasiennya. Pasien dijaga privasinya. Sehingga kalau pun perlu ke pusat layanan lain di rumah sakit itu mereka melalui jalur khusus. Mereka yang didatangi dokter ke ruang konsultasi bukan sebaliknya. (zul)
Tempat reservasinya mengadopsi reservasi hotel. Pasien terutama pasien internasional bakal mendapat berbagai kemudahan.
Mereka diberi informasi detil tentang dokter yang bakal menangani penyakit mereka. Call centre akan mengatur jadwal pertemuan dengan dokter, pengobatan selanjutnya. Kedatangan hingga kepulangan pasien pun diatur mereka. Bahkan keluarga yang menyertai pasien diuruskan pula penginapan mereka di sana. Sesuai kebutuhan keluarga pasien tersebut.
Selain itu, berdekatan dengan loket reservasi ada semacam pusat perbelanjaan yang terintegrasi dengan rumah sakit. Letaknya di dalam rumah sakit dan ditata sedemikian rupa. Sepertinya mereka ingin memberi kesan pada pasien bahwa berobat di sana harus dinikmati, layaknya menikmati rehat di tempat hiburan atau shopping di pusat perbelanjaan.
Pasien atau keluarganya bisa makan dan minum sembari menunggu giliran mereka. Ruang tunggu di tiap instalasi mereka pun dibuat nyaman.
Para dokter di sana juga berbagi bagaimana mereka menangani pasiennya, menumbuhkan kepercayaan dan harapan sembuh kepada pasien. Tak lupa mereka menyatakan bagaimana rumah sakit mengirim mereka untuk mendapatkan pendidikan dan wawasan keilmuan di negara-negara yang sudah maju ilmu medisnya.
Delegasi juga berkesempatan melihat-lihat fasilitas dan layanan yang tersedia di sana. Terpampang jelas betapa mereka mampu memberi kesan bagus pada pasiennya. Pasien dijaga privasinya. Sehingga kalau pun perlu ke pusat layanan lain di rumah sakit itu mereka melalui jalur khusus. Mereka yang didatangi dokter ke ruang konsultasi bukan sebaliknya. (zul)