LPM Unand Upayakan Gambir Bisa Gantikan Akasia
Pd.Panjang - Keberhasilan dalam uji coba penggunaan Tanin dan Mimosa berbahan Gambir membuat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Unand makin bersemangat. Mereka kembali melakukan ujicoba penyamakan kulit di UPTD Pengolahan Kulit Kota Padangpanjang dengan Gambir sebagai pengganti Akasia.
Peneliti Unand Prof. Anwar Kasim didampingi Asisten Peneliti Sri Mutiar menyebutkan, pihaknya terus mencoba melakukan terobosan terhadap potensi-potensi yang dimiliki daerah, terutama untuk kebutuhan industri seperti Gambir.
‘’Kita tahu Gambir yang dihasilkan Sumatera Barat merupakan kebutuhan ekspor dan menjadi penyangga produksi Gambir dunia, tetapi dengan harga yang murah. Sehingga, kita mencoba melakukan inovasi-inovasi dalam mengoptimalkan pemasaran Gambir ini terutama di Sumbar,’’ kata Anwar.
Disebutkannya, salah satu inovasi yang dilakukan dengan mencoba Gambir sebagai bahan baku pengolahan kulit di UPTD Pengolahan Kulit Kota Padang panjang. Dimana, pada tahap uji coba yang pertama sebagai pengganti bahan Tanin dan Mimosa cukup berhasil.
‘’Jika dibandingkan dengan Tanin maupun Mimosa dari bahan yang bukan Gambir, hasil pengolahan kulit berbahan Gambir sudah cukup baik. Kami juga menemukan fakta, selain hasilnya lebih bagus, biaya yang dibutuhkan untuk pengolahan juga lebih murah,’’ katanya.
Diungkapkan Anwar, dia dan timnya mencoba menjadikan Gambir sebagai peng ganti Akasia dalam proses penyamakan Nabati atau yang lebih sering disebut Samak Uba. Mereka melakukan ini untuk mendongkrak produksi Gambir yang berada di Kabupaten Limapuluh Kota dan Pesisir Selatan.
Anwar berharap penelitian yang dilakukan bisa membuka pangsa pasar baru dalam pemasaran Gambir di Sumatera Barat. Apalagi, jika Gambir sudah menjadi salah stau bahan yang akan dipergunakan oleh UPTD Pengolahan Kulit.
Kepala UPTD Pengolahan Kulit Kota Padangpanjang Syuria menyambut gembira penelitian yang dilakukan lembaga Unand tersebut. Dikatakannya penelitian sangat bermanfaat bagi pengusaha kulit sebagai upaya peningkatan ketersedian bahan pengolahan kulit.
Surya menyatakan pengolahan dengan bahan Gambir lebih mudah, tekstur kulit juga lebih halus dan tidak berbau. Cukup berbeda halnya denganpengolahan Samak Uba menggunakan Akasia. (zul)
Peneliti Unand Prof. Anwar Kasim didampingi Asisten Peneliti Sri Mutiar menyebutkan, pihaknya terus mencoba melakukan terobosan terhadap potensi-potensi yang dimiliki daerah, terutama untuk kebutuhan industri seperti Gambir.
‘’Kita tahu Gambir yang dihasilkan Sumatera Barat merupakan kebutuhan ekspor dan menjadi penyangga produksi Gambir dunia, tetapi dengan harga yang murah. Sehingga, kita mencoba melakukan inovasi-inovasi dalam mengoptimalkan pemasaran Gambir ini terutama di Sumbar,’’ kata Anwar.
Disebutkannya, salah satu inovasi yang dilakukan dengan mencoba Gambir sebagai bahan baku pengolahan kulit di UPTD Pengolahan Kulit Kota Padang panjang. Dimana, pada tahap uji coba yang pertama sebagai pengganti bahan Tanin dan Mimosa cukup berhasil.
‘’Jika dibandingkan dengan Tanin maupun Mimosa dari bahan yang bukan Gambir, hasil pengolahan kulit berbahan Gambir sudah cukup baik. Kami juga menemukan fakta, selain hasilnya lebih bagus, biaya yang dibutuhkan untuk pengolahan juga lebih murah,’’ katanya.
Diungkapkan Anwar, dia dan timnya mencoba menjadikan Gambir sebagai peng ganti Akasia dalam proses penyamakan Nabati atau yang lebih sering disebut Samak Uba. Mereka melakukan ini untuk mendongkrak produksi Gambir yang berada di Kabupaten Limapuluh Kota dan Pesisir Selatan.
Anwar berharap penelitian yang dilakukan bisa membuka pangsa pasar baru dalam pemasaran Gambir di Sumatera Barat. Apalagi, jika Gambir sudah menjadi salah stau bahan yang akan dipergunakan oleh UPTD Pengolahan Kulit.
Kepala UPTD Pengolahan Kulit Kota Padangpanjang Syuria menyambut gembira penelitian yang dilakukan lembaga Unand tersebut. Dikatakannya penelitian sangat bermanfaat bagi pengusaha kulit sebagai upaya peningkatan ketersedian bahan pengolahan kulit.
Surya menyatakan pengolahan dengan bahan Gambir lebih mudah, tekstur kulit juga lebih halus dan tidak berbau. Cukup berbeda halnya denganpengolahan Samak Uba menggunakan Akasia. (zul)