Shaviq Bersiap untuk Operasi Kedua
Padang - Kabut duka seakan sirna dari mata Risa Oktavia. Orang tua Shaviq ini berbinar bahagia lantaran putra pertamanya itu bisa menjalani operasi kedua. Shaviq sudah dirawat inap di RS. Ibnu Sina Padang, Rabu (27/11).“Kami berterima kasih sekali kepada Pak Azwir dan keluarga yang mau membiayai operasi anak kami. Terima kasih juga buat Singgalang yang telah memberitakan derita kami hingga mempertemukan kami dengan beliau. Salam dari suami saya yang kini harus kerja keras di Pekanbaru sana,” ungkap Risa usai pengurusan administrasi rawat inap di rumah sakit tersebut.
Risa berulang-ulang mengatakan dia dan suami seakan terlepas dari beban berat yang menyesakkan dada. Hingga Budi terpaksa rela berpisah dengan anaknya yang sedang sakit. Dia sebulan lalu mendapat pekerjaan sebagai sopir di Pekanbaru.
Menurut Risa, pekerjaan itu harus dikejar suaminya agar bisa mencicil utang kepada famili, teman dan kenalannya. Sebab pada operasi pertama itu Budi yang sempat bekerja serabutan sebelum ananknya lahir itu, harus berutang sana-sini.
Dia menapak Ibnu Sina dengan lega. Ibu muda itu tak perlu memikirkan biaya untuk itu semua. Biaya sudah ditanggung oleh anak Azwir Dainy Tara, yaitu Ananda Mutiara Rezeki Tara (Mutia Tara), H.M Yamin Ferrianto Tara (Yamin Tara) dan Muhammad Khomeiny Tara (Donni Tara).
Bahkan Azwir telah pula berkunjung ke rumah pasangan Risa dan Budi Putra di Balai Gadang, Pasar Ambacang, Kuranji., Padang, Senin lalu. Risa tak membayangkan pejabat negara mau datang membezuk anaknya, di tengah hujan lebat pula.
Diceritakan Risa, hanya diberi informasi ada orang Jakarta mau melihat Shaviq. Orang itu katanya, akan membantu biaya operasi tahap kedua.
Ternyata, yang datang Azwir. Dia mengajak keluarga besarnya pula. Yang paling membuat bahagia, kata Risa, saat Azwir bertanya, bolehkan ditambah nama anaknya jadi Muhammad Shaviq Altara. Risa diantara rasa senang, terkejut sekaligus kurang percaya itu mengiyakannya begitu saja.
Mertuanya yang diberitahu setelah kedatangan Azwir tersebut juga langsung mengucap rasa syukur.
Sempat tak Percaya
Risa mengakui sempat tak percaya. Mimpikah dirinya? Apakah ini bukan sekedar janji semata? Orang politik pula. Namun semua cepat ditepis anak kedua dari tiga bersaudara itu. Mungkin ini jawaban dari doa yang dia ucapkan dalam shalatnya.
Risa berusaha meyakinkan diri. Ini jalan Allah buat kesembuhan Shaviq, jalan rezeki Shaviq agar bisa diaku cucu kedelapan oleh Azwir. Apalagi ada tetangganya yang mengatakan kalau Pak Azwir yang berjanji pasti dia berusaha memenuhinya. Hati perempuan yang dibalut rusuh ini plong seketika. Terlebih yang bicara itu orang partai berbeda yang kebetulan kenal baik dengan Azwir.
Kini dia menunggu keputusan dokter. Dokter jaga di IGD Ibnu Sina, Melda telah memeriksa kondisi Shaviq. Kata Melda, dokter anak di sana, Didik pun telah mengonfirmasi bahwa Shafiq tidak mengalami kontra indikasi, sehingga bisa dioperasi.
Shaviq juga telah diperiksa darahnya. Risa mohon doa agar operasi anak yang bakal dilakukan dokter spesialis bedah anak, Jon Efendi berjalan lancar. Jon Efendi jugalah yang melakukan operasi pembuatan saluran pelepasan di perut kiri Shaviq saat berumur lima belas hari.
Azwir yang terus memantau Shaviq merasa lega. Shaviq telah menjalani puasa sejak sore kemaren untuk bersiap menjalani operasi selanjutnya. “Mohon diurus dengan baik cucu abang itu ya dinda. Kabari abang terus. Uang dikirim ke rekening,” ujarnya. (zul)