TK Semen Padang Menata Sekolah Sesuai Adiwiyata
‘’Anak-anak dikenalkan dengan tanaman holtikultura. Mulai dari cara menanamnya, merawat hingga memanen nantinya. Dengan cara ini kami mengajak mereka bersahabat dengan alam,’’ ungkap Kepala TK Semen Padang, Deni Lastri.
Dijelaskan Deni, anak-anak tampak menikmati lantaran mereka telah merasakan hasil kebun sekolah. Diceritakannya, dua minggu lalu, anak-anak memanen singkong yang ditanam kakak kelas mereka tahun lalu dalam pelajaran Nuansa Alam bertema tanaman.
Mereka sangat senang menyantap singkong rebus yang baru saja dipanen itu bersama-sama. Terlebih dinikmati bersama-sama teman di bawah kerindangan pepohonan di sekoralh itu. Malah ada yang nyeletuk;
‘’Enak ya buk singkong rebus ini. Mama gak pernah buat ini di rumah.’’
Pengalaman ini memudahkan guru mengajak anak mau bersahabat dengan alam. Mereka tidak hanya mendengar keterangan guru namun langsung memprak-tekkannya.
Anak-anak bisa pula menikmati yang mereka tanam itu sehingga mereka mau me nanam pohon, berkebun bu nga, buah-buahan dan lainnya. Maka tak heran sela gi ada tanah yang bisa dimanfaatkan, berkebun jadi alter natif utama pemanfaatan lahan di sekolah ini. Sekalian jadi ajang mengetahui dan mengingat bahasa latin dari tanaman di kebun sekolah.
Menurut Deni, menanam pohon apapun jenisnya, sebagai bentuk dukungan TK terhadap mandat yang diberikan Dirut PT Semen Padang, Munadi Arifin melalui Yayasan Igasar untuk menjadikan sekolah di lingkungan perusahaan berpredikat Adiwiyata. Sebab dengan adiwiyata, upaya mencapai seko lah idaman bagi seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan yayasan semakin mudah.
Ketua Yayasan Igasar, Yuzri Boy, membenarkan pernyataan Deni. Disebutkannya, dalam suatu kesempatan khusus, Benny Wendry sebagai pembina yayasan pun berkeinginan agar TK Semen Padang bersiap pula untuk adiwiyata sesuai skalanya.
Memang dalam kebijakan pemerintah, Adiwiyata belum ada untuk kategori TK. Namun tak ada salahnya ikut bersama kakak-kakaknya di SD, SMP, SMA dan SMK serta yayasan mempersiapkan Adiwiyata ini.
Di hadapan Boy, Deni menyatakan dia bersama guru dan komite terus berupaya mewujudkan sekolah adiwiyata di TK yang dia pimpin. Apalagi di TK itu memasang jargon belajar dan bermain dalam nuansa alam yang islami.
‘’Jadi TK pun bertekad untuk adiwiyata kendati belum ada kategori penilaian nya. Sesuai prinsip perusahaan telah berbuat sebelum yang lain memikirkan,’’ pungkasnya. (zul)