Header Ads

  • Breaking News

    Selamatkan Waserda dengan Distribution Centre

    Tahun 2015, Koperasi harus bisa bekerjasama dengan koperasi lainnya guna menghadapi serbuan produk dari  ASEAN lainnya. Distiribution Centre (DC) bisa jadi salah satu alternatif membantu warung serba ada (waserda) koperasi.

    “Dalam distibution centre, koperasi bisa menjadi mitra distributor. Namun koperasi pun bebas menjualkan produk sekalipun itu kompetitor salah satu distributornya,” ujar Ketua DPP Akrindo Jatim, Anang Zunaidi dalam rapat koordinasi yang diselenggarakan Dinas Kopearsi dan UMKM Sumbar, di Padang, Selasa (29/10).

    Diungkapkan Anang, koperasi yang tergabung bisa melakukan pembelian bersama untuk berbagai produk. Mereka pun bisa berbagi keuntungan sesuai kesepakatan awal. Margin keuntungan yang bisa dinikmati koperasi pun bisa lebih besar karena DC  tidak mengambil keuntungan biaya distribusi ke semua outletnya. DC juga tidak memungut selling margin.

    Keuntungan lainnya bagi koperasi yang menjalankan waserda (ritel koperasi), kata Anang, DC yang mengelola budget promosi untuk peningkatan omset, membina manajemen outlet jaringan dan mengkomunikasikan kebutuhan stock barang. Dari kegiatan inilah, DC bisa menghidupi dirinya.

    Gustanten, konsultan ritel koperasi, menggambarkan betapa pentingnya koperasi membentuk DC. Sebab di Sumbar sudah banyak pemain ritel nasional yang masuk. Hanya Indomaret dan Alfamart yang belum masuk. Kehadiran DC dipercaya bisa menyelamatkan usaha ritel koperasi di Sumbar.

    Menurut dia, ritel modern bermain dengan margin yang rendah, biaya operasional lebih kecil, perputaran barang lebih cepat akibat banyak promo. Ujung-ujungnya harga jual lebih murah. Sementara waserda di koperasi saat ini menghadapi berbagai kendala, seperti harga tak menentu, barang kalu sering kosong, diharuskan  mengambil barang yang tidak laku, keharusan membayar tunai dan lainnya. Akibatnya, harga jual lebih tinggi.

    Salah satu pelaku ritel modern, Erizal Musta, juga menambah penekanan tentang perlunya ritel koperasi. Pemilik usaha Minimarket Singgalang menyatakan distibution centre ini diperlukan agar mendapatkan produk yang bagus dengan stok yang terjamin dan harga bersaing.

    Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Achmad Charisma menyambut baik ide menghadirkan DC di Sumbar. Dia yang diwakili Kabid PUMKM, Junaidi, mengatakan di Sumbar ada 273 koperasi yang menyelenggarakan usaha waserda (ritel). Yang bisa disiapkan sebagai pesaing ritel modern barulah 26 koperasi. Dari dana APBN, baru bisa dianggarkan untuk 12 koperasi (berupa UKM Mart) sementara dari APBD (berupa Kopmart) barulah 14 buah.

    “Sangat jauh dari yang kita harapkan. Terlebih jika mengandalkan APBN dan APBD semata. Mengingat peluang yang ada, penghimpunan potensi pengelola waserda ini menjadi kekuatan yang sangat layak didiskusikan,” ulas Junaidi.  (zul)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728