Header Ads

  • Breaking News

    Kandris dan Isteri Mencoblos di TPS 03 Kampuang Lapai

    Kandris Asrin dan isterinya, Zilharni, memilih di TPS 09 Kampuang Lapai. Keduanya berangkat ke TPS
    yang berlokasi di Balai Pertemuan Kampung Lapai tersebut jam 09.00 WIB. Dengan sumringah mereka mengayunkan langkah ke TPS. Sejumlah warga di sepanjang jalan yang dilalui, disalami calon bernomor urut 6 itu.

    Kandris dan Zil menjadi pemilih ke-57 dan 58 di TPS dengan pemilih 472 tersebut. Lantaran masih sepi, keduanya bisa langsung menggunakan hak pilihnya.

    “Kami tetap optimis. Apapun hasilnya kita serahkan pada Allah SWT. Sebab siapa yang jadi walikota lima tahun ke depan pasti sudah ada dalam catatan takdir-Nya. Hanya saja kita baru tahu setelah 30 Oktober ini,” tegas Kandris usai melakukan pencoblosan.

    Sementara wakilnya, Indra Dwipa melakukan pencoblosan di TPS 07 Kelurahan Kampung Jao Dalam. Indra datang bersama isteri dan anak semata wayangnya. Mereka datang ke sana sekira 11.30 WIB.Di TPS dengan pemilih sebanyak 285 itu Indra tercatat sebagai pemilih ke -130. Sedangkan istrinya Rustini mendapat giliran ke-128 dan anaknya di urutan pemilih ke-129.

    Sebagaimana Kandris, Indra pun menyerahkan segalanya pada Allah SWT. Mereka telah berusaha dengan segenap daya dan upaya. “Kami telah melakukan upaya yang kami bisa. Sekarang kita serahkan semua pada yang di atas,” ujarnya.
    Pasangan berjuluk KAIN menyayangkan banyaknya warga yang tidak melakukan pemilihan. Dari sejumlah kunjungan yang dilakukan keduanya, dari sejumlah TPS, Kandris dan Indra menemukan banyak warga yang tidak mendapat kartu pemilih dan surat panggilan.

    Bukan hanya masyarakat biasa yang tidak mendapat kartu pemilih, anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di TPS 09 Kampung Lapai pun mengalaminya. Yumaizuki, tenaga linmas di sana mengaku dia sekeluarga tidak mendapat kartu panggilan.
    Bayangkan anggota KPPS saja tidak mendapat kartu panggilan dan kartu pemilih. Apatah lagi masyarakat umum.

    Selain itu, kata Indra pemilih harus melakukan pemilihan yang jauh dari tempat tinggalnya. Hal ini yang mungkin menyebabkan berkurangnya animo masyarakat untuk menggunakan hak pilih mereka. Belum lagi banyak yang ikut ujian CPNS.

    Indra juga mendapat laporan telah terjadi kekisruhan di TPS 10 Kelurahan Indarung. Banyak warga yang tidak mendapatkan kesempatan memilih. Mereka telah berbondong-bondong ke TPS, namun kertas suara tidak ada lagi. Parahnya lagi, kabarnya, kartu suara itu telah digunakan dan diberikan pada salah satu calon. Kasus ini ditangani oleh Polsek Lubuk Kilangan. (*)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728