Header Ads

  • Breaking News

    Manusia Komplit itu Kini Berusia 90 Tahun

    Padang - Jenderal Pol (Purn) Prof. Dr. Awaloedin Djamin, M.P.A,  hari uni berusia 90 tahun.
    Berbagai posisi penting pernah diembannya. Dialah Kapolri Pertama bahkan orang pertama yang menjadi Jenderal saat masih aktif berkarir di kepolisian. Jabatan itu diembannya saat berumur 51 tahun.

    Awaloedin pernah menjadi duta besar dan berkuasa penuh di Jerman Barat pada usia 49 tahun. Dia seorang akademisi dan pernah memimpin Universitas Pancasila pada saat berumur 56 tahun. Pernah menjabat menteri di usia 39 tahun, anggota DPR dan anggota MPR. Bahkan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang hadir dalam acara ulang tahun mantan kapolri itu, jabatan terpentingnya adalah bintang film, karena Awaloedin sangat gagah saat mudanya.

    Saking banyaknya jabatan itu, membuat Awaloedin digelari manusia komplit  oleh Jusuf Kalla. Kalla menyebutkan gelar itu saat memberikan sambutannya dalam acara ulang tahun Jenderal Polisi (Purn) Awaloedin Djamin di Hotel Dharmawangsa Jakarta Selatan.

    "Luar biasa beliau ini manusia komplit, di antara kita khususnya di ruangan ini susah mencari orang yang begitu banyak jabatannya," kata Kalla di Jakarta, Selasa (26/9).

    Kalla bahkan mengakui jabatan yang ia pegang, masih kalah banyak dibanding dengan jabatan yang pernah diemban oleh mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, Kabinet Ampera era Presiden Soeharto itu.

    "Saya sendiri merasa banyak jabatan tetapi tidak sebanyak bapak, dengan variasi yang luar biasa. Banyak orang yang punya jabatan tapi tidak meninggalkan manfaat," kata Kalla.

    Bahkan Kalla memuji Awaloedin dalam berbagai posisi penting yang diembannya tersebut selalu diingat orang. Itu semua karena program-program yang dibuat dan dijalankannya membawa banyak perubahan. Berbagai bintang jasa diraih menantu Perdana Menteri Ir Djuanda itu.

     Peraih gelar akademis MPA di University of Pittsburg, Pensylvania (1958), dan Ph.D in public administration (administrasi negara) dari University of Southern California pada 1963 banyak sekali berbagi pengetahuan di seminar. Sering diminta memberikan kuliah di kampus dalam dan luar negeri.

    Aktifitasnya tak menghalangi untuk menulis buku. Buku-buku itu antara lain Manajemen Sekuriti di Indonesia, Kepolisian Administrasi Negara dan Ketenagakerjaan, Dahulu Sekarang dan Yang Akan Datang (2013), Buku Panduan Crime and Loss Prevention, Konsolidasi Internal Polri dan Reformasi Menyeluruh (15-8-2017, dalam usia 90 tahun).

    Peduli Kampung
    Tak banyak yang tahu, pria yang tegas dan sangat disiplin itu sangat peduli dan penuh empati terhadap mereka yang amanah dan berintegritas tinggi. Meski dalam keadaan sakit, Awaloeddin masih berusaha melihat almarhum Muchlis Muchtar yang terbaring sakit di RS Cipto Mangunkusumo di awal 2013 lalu. Malah dua kali disempatkannya melihat Ketua Yayasan Syarikat Oesaha Adabiah tersebut.

    Kedatangannya membezuk Muchlis Muchtar pun sangat menenangkan. Muchlis Muchtar diberi semangat untuk sembuh. Jangan pikirkan yang lain. Hal itu dilakukan Awaloedin kepada mereka yang mendapat kepercayaan darinya, juga kepada orang-orang yang menunjukkan dedikasi dan intergritas terhadap kampung halaman.

    Soal perhatian terhadap kampung halaman jangan ditanya. Awaloedin tetap menggenjot Adabiah lantaran ingin agar perguruan yang religius dan moderen itu tetap menjadi memberikan pendidikan berkualitas dan biaya terjangkau bagi putra-putri Ranah Minang. Awaloedin juga terus berupaya menumbuhkan kebanggaan generasi muda minangkabau untuk bangga terhadap daerahnya. “Orang-orang Minangkabau telah banyak berjasa mendirikan republik ini, maka orang-orang minangkabau harus di garda depan menjaga negara ini. Jangan mau jadi sontoloyo,” tegasnya berapi-api saat menceritakan perjalanan panjang Adabiah yang terkait langsung dengan sejarah Republik Indonesia, pada 2015 lalu.

    Demi memupuk kebanggaan generasi muda minangkabau, Awaloedin yang juga veteran perang kemerdekaan RI itu  memerintahkan dibuatkan pustaka khusus di Adabiah yang berisi buku-buku pahlawan nasional dan pahlawan kemerdekaan. Tokoh nasional dan lokal pun harus ditampung di sana.

    Tak hanya itu, di HUT-102 Adabiah, Ketua Pembina Yayasan Syarikat Oesaha Adabiah meminta Adabiah merealisasikan pembuatan monumen yang berisikan para pahlawan asal Minangkabau.

    Dengan perannya aktifnya, sumando urang minangkabau yang juga Wakil Presiden RI Jusuf Kalla berhasil didatangkan untuk meresmikan Monumen Abdullah Ahmad di tengah-tengah Perguruan Adabiah. Kehadiran Jusuf Kalla memberikan makna mendalam terhadap Satu Abad Adabiah. Semangat yang disuntikkan Jusuf Kalla di hadapan tokoh nasional dan tokoh Sumbar menumbuhkan motivasi bagi semua elemen dalam keluarga besar Adabiah.

    Buah manis dari momen satu abad itu membuat sekolah-sekolah di bawah naungan Yayasan Syarikat Oesaha Adabiah tak mampu menampung banyaknya peserta didik yang ingin menjadi bagian pada berbagai jenjang pendidikan yang diselenggarakannya. Dalam waktu dua tahun setelah peringatan itu, Adabiah dituntut harus berani menolak peserta didik.

    Kini, saat ulang tahunnya yang dihadiri berbagai tokoh nasional, pemuka Sumbar di kampung dan perantauan hadir di peringatan ulang tahun itu, Keluarga Besar Adabiah pun berbondong-bondong memperlihatkan muka nan jernih dan hati nan putih. Dengan dipimpin oleh Ketua Yayasan Syarikat Oesaha Adabiah, Dr. Ali Asmar, rombongan memberikan kado indah bagi sang legenda. Kado berupa lukisan wajah Awaloedin tersebut dipesan khusus kepada  pelukis handal ranah minang. Selamat ulang tahun Jenderal. (zul)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728