AHY Nikmati Keindahan Alam Minangkabau
Padang - Keindahan alam Sumatera Barat begitu ingin dinikmati Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). “Saya begitu menikmati indahnya alam Sumatera Barat dalam perjalanan darat menuju kelok sembilan,” ujar putra sulung suami Anisa Pohan itu, Selasa (26/7).
AHY mengakui sangat menikmati perjalanannya kali ini. Seandainya tidak ada janji dengan Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi, ingin rasanya dia berhenti dan sejenak menghirup segarnya hawa Lembah Anai.
Di Fly Over Kelok Sembilan, putra sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu membalaskan semuanya. Dia nikmati keindahan kelok sembilan. Daerah yang menyimpan kenangan manis di saat Bapaknya meresmikan karya anak bangsa itu pada 2013.
AHY dan rombongan menikmati keindahan alam dan mengabadikan momen kehadirannya di tempat yang dikenal dengan sebutan SBY point. Minum kelapa muda dan aneka kuliner di sana.
Di Bukittinggi, AHY melahap Nasi Kapau Ni Er di Pasar Atas bersama Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias. Di tengah cuaca yang terik itu, AHY begitu lahap menyantap rendang ayam dan tunjang alias kikil. Suasana dan teknis penghidangan secara prasmanan membuat ayah Amira itu leluasa memilih menu.
Tentu saja, AHY menyempatkan berfoto di Jam Gadang, landmarknya Bukittinggi. Dia menghabiskan waktu berapa jenak di sana usai menyusuri pasar atas. Seperti biasa, AHY memberikan kesempatan luas bagi warga yang ingin foto bersamanya. “Sungguh indah kota ini. Pantas jadi pilihan Bapak jika berkunjung ke Ranah Minang,” ujarnya.
Kick Off
Di Padang, AHY menyempatkan diri menyapa wartawan yang tergabung di PWI Sumbar di Lapangan Imam Bonjol Padang. Dia mendatangi mereka yang sedang latih tanding dengan anggota DPRD Sumbar dan anggota PD. AHY foto bersama dengan mereka dan didaulat melakukan kick off dalam pertandingan itu.
Dia tak menonton sampai akhir karena ingin merasakan hawa segar Pantai Padang. Dia ingin membuktikan pantai itu apakah seindah foto-foto yang dilihatnya.
Dan, dia begitu gembira melihat indahnya pantai itu. Tugu Perdamaian jadi tempat pilihannya. Di bibir pantai terdekat, dia pun merendam kaki dan marasakan deburan ombak menggenangi kakinya. (zul)

