Header Ads

  • Breaking News

    Padang Ingin Bebas Banjir, Belajarlah ke Norwegia

    Banjir yang melanda sebagian daerah di Padang membuat mantan Walikota Padang sedikit geram.
    Zuiyen Rais yang pernah jadi orang nomor satu di ibukota provinsi ini, melontarkan pernyataan keras. Katanya, jika tidak ditangani segera secara komprehensif, Padang tidak akan pernah bebas banjir dalam 30 tahun ini.

    Bahkan dia yakin, kon disi ini makin parah. Pa dang bakal mendapat keru gian besar. “Harus ada upaya terstruktur dan ber kelanjutan dari Pemko Padang. Kondisi ini harus segera mendapat pena nganan serius. Belajarlah ke Norwegia,” ujarnya.

    Zuiyen menyatakan, pe nanganan banjir bukan hanya memperlancar atau memperbesar jalan air. Air meluap dikarenakan go rong-gorong kecil atau tersumbat kerap jadi alas an klasik. Padahal bukan itu saja sebabnya.

    Lalu dilaksanakanlah gotong royong. Atau pem bongkaran gorong-gorong. Hanya saja bencana tetap terjadi,  malah daerah yang belum pernah banjir akhir nya mendapat banjir pula.

    Zuiyen menilai, ada sisi yang terlupakan. Penge lolaan sumber banjir itu sendiri. Air meluap tentu disebabkan tanah kurang mampu menyerap air. “Ini bisa disebabkan pepohon an di hulu air berkurang drastis hingga air melun cur saja di permukaan tanah. Lalu banyak tanah kebun yang disulap jadi perumahan,” ujarnya.

    Pepohonan di hulu ber kurang lantaran peneba ngan pohon tidak terken dali. Banyak hutan yang dialihkan menjadi kebun sawit atau perkebunan lainnya dengan alasan mensejahterakan masya rakat.
    Padahal masyarakat yang menikmati relatif sedikit sementara yang menikmati akibatnya sa ngat banyak.

    Pemko Padang dan Pemprov Sumbar hendaknya serius menyikapi hal ini. Mulai rintis pembuatan peraturan yang melarang keras penebangan pohon secara liar ini. Buat aturan yang tegas terhadap peru sahaan perkebunan. Jika perlu ambil alih lahan mereka dan jadikan hutan kembali.

    Reboisasi berkelanjutan harus dilakukan. Dia Men contohkan, Norwegia dulu nya sering banjir. Banyak korban jiwa dan harta. Setelah tahun 1905 mere ka meregulasi semua atur an. Pohon harus ditanam lagi dan tak boleh dite bangi, hanya dirawat jika membahayakan. Regulasi diikuti tindakan tegas.

    “Mereka butuh 30 tahun untuk menertibkan war ganya. Dan kini mereka menikmatinya. Angkutan umum melewati semua sisi kota yang penuh pohon. Sangat asri,” ungkapnya.

    Di perumahan ada la han cukup luas untuk la pangan rumput, ruang terbuka hijau dan arena bermain anak. Airnya jer nih dan mengalir lancar. Air itu ditampung di danau buatan yang nantinya di olah untuk air minum dan dimanfaatkan buat pem bangkit listrik.

    “Di sana air dan listrik murah harga nya. Kita bisa menirunya. Mulailah dari sekarang, pasti warga kota bakal senang dan memberi du kungan,” pungkasnya. (zul)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728