Bebas Perpeloncoan Universitas Bung Hatta Tumbuhkan Kebanggaan Mahasiswa
Perubahan yang telah dilakukan Tim Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Bung Hatta pada 2016 memberi kesan mendalam pada mahasiswa. Kebanggaan terhadap kampus ditumbuhkan sejak awal mereka menjejakkan langkah meraih kompetensi sesuai bidang ilmu yang ditekuni.
Terlihat dari banyaknya prestasi di 2016 dan 2017. Prestasi mahasiswa diapresiasi dan dibanggakan pada adik-adik mereka, mahasiswa Universitas Bung Hatta angkatan 2017.
Ini membuat perjuangan berat mengubah bentuk penerimaan mahasiswa baru bebas perpeloncoan yang dilaksanakan Wakil Rektor III Dr. Diana Kartika, M.Hum dengan dukungan penuh Tim PKKMB yang diketuai Dr. Albusyra Fuadi menjadi penuh makna.
Tak hanya itu, Yayasan Pendidikan Bung Hatta dan Rektor Prof. Dr. Azwar Ananda, M.Hum berkenan memberikan penghargaan lebih kepada para mahasiswa berprestasi.
Ajang pemberian penghargaan jelang penutupan PKKMB 2017 berefek ganda. Memberikan kebanggaan kepada mereka yang berprestasi sekaligus memotivasi mahasiswa baru untuk punya prestasi pula, bahkan lebih baik.
Ketua Panitia Pelaksana PKKMB 2017, Dr. Albusyra Fuadi didukung Ketua PKKMB 2016 Dr. Uning Pratimaratri serta turuntangannya Tim CDC dan Tim Promosi berhasil menjadikan PKKMB tahun ini pun penuh kejutan.
Dua pimpinan TNI di Sumbar, Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Bakti Agus Fajari dan Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Sutan Syahrir Kol.Pnb. Eko Sujatmiko hadir di pembukaan Kamis (7/9). Keduanya ikut menumbuhkan kebanggaan kepada para mahasiswa baru UBH.
Danrem Bakti Agus memberikan yel-yel. Jika ditanya Siapa Kita? Hendaklah dijawab Penerus Bung Hatta. Menurut Danrem, cara itu memang sederhana, namun jika diucapkan dengan sepenuh jiwa bakal mampu memberikan semangat dan bangga kuliah di universitas yang mengambil nama Mohammad Hatta, proklamator kemerdekaan RI.
“Saya asal Purwokerto. Di daerah kami ada Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Kami bangga terhadap Unsoed dan memelihara kebanggaan itu dengan berbagai cara. Harusnya adik-adik semua punya kebanggaan juga terhadap kampus ini, Universittas Bung Hatta. Dia pahlawan dari daerah Minangkabau, pupuk kebanggaan bisa kuliah di sini dan jadi bagian dari barisan penjaga marwah Bung Hatta,” ujar Diana mengulang ucapan Danrem.
Danlanud Kol Pnb Eko Sujatmiko memberikan kebanggaan pula lewat tim paramotornya. Penerbang paramotor menyapa mahasiswa baru UBH dari angkasa. Tim paramotor bolak balik membawa spanduk raksasa berisi ucapan Selamat Datang Mahasiswa Baru Universitas Bung Hatta dan Mahasiswa Universitas Bung Hatta Keren.
Danlanud pun sebenarnya bakal memberi kejutan lagi di penutupan. Ada dua opsi, akrobatik udara dengan para motor atau mendatangkan pesawat latih dari Pekanbaru. Kondisi cuaca yang ekstrim membuat rencana itu buyar.
“Alhamdulillah, Pak Walikota di tengah kesibukannya meninjau lokasi banjir di Kota Padang pada Sabtu (9/9) sore masih menyempatkan diri memenuhi janji saat kami menemui beliau Jumat malam di kediamannya,” ujar Diana.
Motivasi dan aksi Pak Walikota memakai kaos PKKMB begitu dihadiahkan Rektor Prof. Dr. Azwar Ananda tentu saja memberikan kebanggaan kepada Bung Hatta Muda. Aksi itu disambut aplaus.
Kepada tokoh-tokoh tersebut, Diana yang istri Weno Aulia Durin itu atas nama panitia dan keluarga besar UBH mengucapkan terima kasih banyak. Begitu juga buat Wakil Pimpinan BNI 46 Wilayah Sumbar Riau dan Jambi, Iwan Affandi, General Manajer Telkom Witel Sumbar Darmawi yang ikut menyemarakkan pembukaan PKKMB di Kampus II Air Pacah.
Mio Hayata, mahasiswi Gifu University ikut bergabung bersama mahasiswa baru yang berhasil membuat lima siluet: siluet wajah Bung Hatta, gambar burung garuda, bendera merah putih, tulisan bung hatta keren dan tulisan be proud and confident. Mio Hayata melompat-lompat kegirangan saat dia dan Bung Hatta muda berhasil melaksanakan tugas yang menuntut tanggung jawab dan kebersamaan itu. Keberhasilan mereka mendapat tepukan dan sorakan yang gegap gempita.
Selain itu, Mio Hayata berhasil membuat suasana pengenalan prodi Teknik Kimia seperti berada di kelas internasional. Untuk beberapa jenak, dosen dan mahasiswa baru berinteraksi dengan Bahasa Inggris.
“Kita bahagia, dengan dukungan banyak pihak mampu memberikan sambutan luar biasa terhadap mahasiswa baru. Kita mampu menyiapkan gerbang awal tumbuhnya kepercayaan diri mereka sebagai pemuda yang bisa jadi penerus bangsa bangsa. Merekalah yang kita harapkan jadi penerus Bung Hatta,” tegas Diana.
Diana pun bahagia melihat segenap elemen di Universitas Bung Hatta berkontribusi terhadap kesuksesan acara dan mendukung tekad rektor menjadikan institusi kampus ini terakreditasi A pada 2021. Semua mau menunjukkan kerja keras, kerja cerdas dan mau melaksanakannya hingga tuntas.
Ini terlihat dari upaya Pengurus Yayasan dan unsur pimpinan universitas melakukan roadshow ke 7 fakultas dan 30 program studi yang tersebar di tiga kampus proklamator, Ulak Karang, Air Pacah dan Gunung Pangilun. Lalu menata dan mengelola tiga keunggulan UBH yang diamanahkan Pembina Yayasan Drs. Zuiyen Rais MS.
Buah dari kerjasama semua lini di yayasan, universitas dan tokoh lokal mulai membuahkan hasil. Tokoh nasional pun mau memberikan motivasi terhadap mahasiswa baru UBH. Pagi ini, Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mem berikan motivasi bagi mahasiswa UBH.
Motivasi yang diperkaya dengan pemikiran dan pengalaman AHY akan disampaikannya pada kuliah umum bertema Generasi Muda Minangkabau Menuju Indonesia Emas 2045.
Putra sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu tentu punya alasan tersendiri kenapa memilih Universitas Bung Hatta sebagai kampus pertama di Sumatera yang mendapatkan motivasi dan sharing pemikirannya. Mungkin dia membidik putra minangkabau orangtuanya telah diberi Gelar Maharajo Pamuncak Sari Alam oleh Kerajaan Pagaruyung dan mendapat sambutan masyarakat Minangkabau.
“Semoga perhatian berbagai pihak terhadap Universitas Bung Hatta dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk membangun kejayaan kampus ini di tigapuluh tahun keduanya,” ungkapnya penuh harap. (jus)
Terlihat dari banyaknya prestasi di 2016 dan 2017. Prestasi mahasiswa diapresiasi dan dibanggakan pada adik-adik mereka, mahasiswa Universitas Bung Hatta angkatan 2017.
Ini membuat perjuangan berat mengubah bentuk penerimaan mahasiswa baru bebas perpeloncoan yang dilaksanakan Wakil Rektor III Dr. Diana Kartika, M.Hum dengan dukungan penuh Tim PKKMB yang diketuai Dr. Albusyra Fuadi menjadi penuh makna.
Tak hanya itu, Yayasan Pendidikan Bung Hatta dan Rektor Prof. Dr. Azwar Ananda, M.Hum berkenan memberikan penghargaan lebih kepada para mahasiswa berprestasi.
Ajang pemberian penghargaan jelang penutupan PKKMB 2017 berefek ganda. Memberikan kebanggaan kepada mereka yang berprestasi sekaligus memotivasi mahasiswa baru untuk punya prestasi pula, bahkan lebih baik.
Ketua Panitia Pelaksana PKKMB 2017, Dr. Albusyra Fuadi didukung Ketua PKKMB 2016 Dr. Uning Pratimaratri serta turuntangannya Tim CDC dan Tim Promosi berhasil menjadikan PKKMB tahun ini pun penuh kejutan.
Dua pimpinan TNI di Sumbar, Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Bakti Agus Fajari dan Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Sutan Syahrir Kol.Pnb. Eko Sujatmiko hadir di pembukaan Kamis (7/9). Keduanya ikut menumbuhkan kebanggaan kepada para mahasiswa baru UBH.
Danrem Bakti Agus memberikan yel-yel. Jika ditanya Siapa Kita? Hendaklah dijawab Penerus Bung Hatta. Menurut Danrem, cara itu memang sederhana, namun jika diucapkan dengan sepenuh jiwa bakal mampu memberikan semangat dan bangga kuliah di universitas yang mengambil nama Mohammad Hatta, proklamator kemerdekaan RI.
“Saya asal Purwokerto. Di daerah kami ada Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Kami bangga terhadap Unsoed dan memelihara kebanggaan itu dengan berbagai cara. Harusnya adik-adik semua punya kebanggaan juga terhadap kampus ini, Universittas Bung Hatta. Dia pahlawan dari daerah Minangkabau, pupuk kebanggaan bisa kuliah di sini dan jadi bagian dari barisan penjaga marwah Bung Hatta,” ujar Diana mengulang ucapan Danrem.
Danlanud Kol Pnb Eko Sujatmiko memberikan kebanggaan pula lewat tim paramotornya. Penerbang paramotor menyapa mahasiswa baru UBH dari angkasa. Tim paramotor bolak balik membawa spanduk raksasa berisi ucapan Selamat Datang Mahasiswa Baru Universitas Bung Hatta dan Mahasiswa Universitas Bung Hatta Keren.
Danlanud pun sebenarnya bakal memberi kejutan lagi di penutupan. Ada dua opsi, akrobatik udara dengan para motor atau mendatangkan pesawat latih dari Pekanbaru. Kondisi cuaca yang ekstrim membuat rencana itu buyar.
“Alhamdulillah, Pak Walikota di tengah kesibukannya meninjau lokasi banjir di Kota Padang pada Sabtu (9/9) sore masih menyempatkan diri memenuhi janji saat kami menemui beliau Jumat malam di kediamannya,” ujar Diana.
Motivasi dan aksi Pak Walikota memakai kaos PKKMB begitu dihadiahkan Rektor Prof. Dr. Azwar Ananda tentu saja memberikan kebanggaan kepada Bung Hatta Muda. Aksi itu disambut aplaus.
Kepada tokoh-tokoh tersebut, Diana yang istri Weno Aulia Durin itu atas nama panitia dan keluarga besar UBH mengucapkan terima kasih banyak. Begitu juga buat Wakil Pimpinan BNI 46 Wilayah Sumbar Riau dan Jambi, Iwan Affandi, General Manajer Telkom Witel Sumbar Darmawi yang ikut menyemarakkan pembukaan PKKMB di Kampus II Air Pacah.
Mio Hayata, mahasiswi Gifu University ikut bergabung bersama mahasiswa baru yang berhasil membuat lima siluet: siluet wajah Bung Hatta, gambar burung garuda, bendera merah putih, tulisan bung hatta keren dan tulisan be proud and confident. Mio Hayata melompat-lompat kegirangan saat dia dan Bung Hatta muda berhasil melaksanakan tugas yang menuntut tanggung jawab dan kebersamaan itu. Keberhasilan mereka mendapat tepukan dan sorakan yang gegap gempita.
Selain itu, Mio Hayata berhasil membuat suasana pengenalan prodi Teknik Kimia seperti berada di kelas internasional. Untuk beberapa jenak, dosen dan mahasiswa baru berinteraksi dengan Bahasa Inggris.
“Kita bahagia, dengan dukungan banyak pihak mampu memberikan sambutan luar biasa terhadap mahasiswa baru. Kita mampu menyiapkan gerbang awal tumbuhnya kepercayaan diri mereka sebagai pemuda yang bisa jadi penerus bangsa bangsa. Merekalah yang kita harapkan jadi penerus Bung Hatta,” tegas Diana.
Diana pun bahagia melihat segenap elemen di Universitas Bung Hatta berkontribusi terhadap kesuksesan acara dan mendukung tekad rektor menjadikan institusi kampus ini terakreditasi A pada 2021. Semua mau menunjukkan kerja keras, kerja cerdas dan mau melaksanakannya hingga tuntas.
Ini terlihat dari upaya Pengurus Yayasan dan unsur pimpinan universitas melakukan roadshow ke 7 fakultas dan 30 program studi yang tersebar di tiga kampus proklamator, Ulak Karang, Air Pacah dan Gunung Pangilun. Lalu menata dan mengelola tiga keunggulan UBH yang diamanahkan Pembina Yayasan Drs. Zuiyen Rais MS.
Buah dari kerjasama semua lini di yayasan, universitas dan tokoh lokal mulai membuahkan hasil. Tokoh nasional pun mau memberikan motivasi terhadap mahasiswa baru UBH. Pagi ini, Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mem berikan motivasi bagi mahasiswa UBH.
Motivasi yang diperkaya dengan pemikiran dan pengalaman AHY akan disampaikannya pada kuliah umum bertema Generasi Muda Minangkabau Menuju Indonesia Emas 2045.
Putra sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu tentu punya alasan tersendiri kenapa memilih Universitas Bung Hatta sebagai kampus pertama di Sumatera yang mendapatkan motivasi dan sharing pemikirannya. Mungkin dia membidik putra minangkabau orangtuanya telah diberi Gelar Maharajo Pamuncak Sari Alam oleh Kerajaan Pagaruyung dan mendapat sambutan masyarakat Minangkabau.
“Semoga perhatian berbagai pihak terhadap Universitas Bung Hatta dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk membangun kejayaan kampus ini di tigapuluh tahun keduanya,” ungkapnya penuh harap. (jus)